Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Melaka

Kota Melaka atau Malacca merupakan kota pelabuhan yang paling ramai dan penting bagi perdagangan pada abad 14 dan 15. Kota ini pernah menjadi jajahan Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang sehingga masih terdapat sisa bangunan bersejarah peninggalan zaman dahulu dan juga terdapat beberapa museum yang mengabadikan kisah-kisah Melaka dari waktu ke waktu.

Nama Melaka berasal dari nama sebuah Pohon. Di kala itu Parameswara sedang duduk istirahat dibawah sebuah pohon besar dimana ia melihat seekor kancil yang terpojok oleh anjing pemburu namun tiba-tiba keadaan berbalik dan menyerang anjing hingga jatuh ke sungai. Parameswara merasa terkesan akan keberanian si kancil dan memerintahkan rombongannya untuk mendirikan kota ditempat tersebut. Parameswara kemudian menawai kota tersebut sesuai dengan nama pohon tempat ia berteduh yakni Melaka.

Transportasi menuju Melaka

Untuk datang ke sini, saya melakukan penerbangan ke bandara Kuala Lumpur lalu naik bus antarkota langsung menuju terminal Melaka Sentral. Di bandara KLIA 2, saya langsung menuju terminal bus di lantai 1 dan mendatangi loket nomor 2. Salah satu perusahaan yang menyediakan bus langsung ke Melaka adalah Transnasional. Harga tiket bus RM24.10 dengan jadwal keberangkatan setiap 2 jam sekali dan lama perjalanan sekitar 2 jam.

Setelah sampai di Terminal Bus Melaka Sentral, saya mengikuti petunjuk ke terminal bus dalam kota. Dari situ, saya naik bus lokal di antrian nomor 17 dan membayar RM1.2 untuk bisa sampai ke pusat wisata kota Melaka.

Tempat Wisata di Melaka

Ada banyak sekali tempat wisata di Melaka dan lokasinya saling berdekatan sehingga dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Selain bangunan bersejarah yang menjadi sasaran tempat berfoto wisatawan, rumah-rumah tua dengan lukisan ditemboknya pun ikut menjadi tempat wisata menarik untuk didokumentasikan.

  1. Gereja St. Francis Xavier
    Gereja ini didirikan pada jaman penjajahan Portugis pada tahun 1856 dan hingga saat ini masih digunakan untuk beribadah bagi kaum Katolik. Gaya bangunan gereja ini masih mengikuti gaya Eropa. Gereja ini masih terlihat kokoh walaupun usianya sudah sangat tua.
    Biaya : gratis

    Menikmati sore di gereja St. Francis Xavier
    Menikmati sore di gereja St. Francis Xavier

    Geraja St. Francis Xavier yang masih berdiri kokoh
    Geraja St. Francis Xavier yang masih berdiri kokoh
  2. Red Square (Dutch Square)
    Red Square/ Dutch dikelilingi oleh bangunan yang dicat merah . Hal ini mencerminkan sejarah Melaka yang pernah dikuasi oleh beberapa negara. Disini terlihat beberapa bangunan yang merupakan peninggalan dari negara tersebut. Peninggalan saat masa pemerintahan Belanda ( Stadthuys , Christ Church), peninggalan saat kolonisasi Inggris ( Ratu Victoria Fountain ), dan peninggalan dari pemukim Cina ( Tan Beng Swee Clock Tower untuk menghormati seorang taipan Cina yang murah hati). Red Square merupakan salah satu tempat wisata favorit di Melaka dan paling banyak didatangi pengunjung untuk berfoto.
    Biaya : gratis

    Mengunjungi Red Square yang selalu ramai didatangi oleh pengunjung yang liburan ke Melaka
    Mengunjungi Red Square yang selalu ramai didatangi oleh pengunjung yang liburan ke Melaka
    Berusaha untuk memiliki foto sendiri di Red Square
    Berusaha untuk memiliki foto sendiri di Red Square

    Kincir angin peninggalan masa Belanda
    Kincir angin peninggalan masa Belanda
  3. Baba dan Nyonya Museum Heritage
    Museum ini menyimpan cerita yang sangat menarik. Pada jaman dahulu Melaka merupakan pusat perdagangan yang sangat terkenal. Banyak kapal-kapal dari berbagai negara yang singgah di sini untuk berdagang. Salah satu pebisnis yang datang kala itu adalah orang Cina. Untuk dapat berdagang dan menetap lama di Melaka ia menikahi warga lokal yakni orang melayu. Anak dari perkawinan campuran 2 budaya ini bukan Cina dan bukan Melayu, diberi julukan Baba dan Nyonya. Baba untuk anak laki-laki, dan Nyonya untuk anak perempuan. Baba dan Nyonya heritage merupakan rumah peninggalan keluarga Baba dan Nyonya pertama kali.
    Biaya : RM16 per orang

    Tampak depan Baba dan Nyonya museum heritage
    Tampak depan Baba dan Nyonya museum heritage
    Pengunjung boleh berfoto di area ruang tamu di Baba dan Nyonya museum heritage
    Pengunjung boleh berfoto di area ruang tamu di Baba dan Nyonya museum heritage

    Masih terdapat banyak peralatan yang asli dari jaman generasi pertama Baba dan Nyonya
    Masih terdapat banyak peralatan yang asli dari jaman generasi pertama Baba dan Nyonya
  4. Jongker Street
    Jongker street merupakan tempat wisata di Melaka yang paling saya suka. Di sepanjang Jongker street terdapat banyak toko-toko permanen. Ada restoran, kedai kopi, tempat dessert, jualan souvenir, dan masih banyak lagi. Kalau sore menjelang malam, jalan ini berubah menjadi pasar malam. Banyak orang yang memasang stand temporary dan berjualan disini. Kebanyakan yang dijual adalah makanan tapi banyak juga yang jual baju, sendal, aksesoris, tongsis, dan maish banyak lagi. Bagi para turis yang doyan makan atau jajan, disinilah surganya. Jajanan mulai dari sate celup, es cendol, sosis babi, dimsum, egg tart, dan masih banyak lagi. Nanti saya akan share tentang makanan yang wajib dicicipi di postingan selanjutnya.
    Biaya : gratis

    Menikmati keramaian di Jongker street
    Menikmati keramaian di Jongker street
    Para pedagang yang bersiap-siap berjualan di Jongker street
    Para pedagang yang bersiap-siap berjualan di Jongker street
    Melihat aksesoris yang dijual di sepanjang Jongker stree
    Melihat aksesoris yang dijual di sepanjang Jongker stree

    Mengunjungi Jongker walk di Jongker street, yang selalu ramai setiap waktu
    Mengunjungi Jongker walk di Jongker street, yang selalu ramai setiap waktu
  5. Menara Taming Sari
    Melihat kota Melaka dari ketinggian bisa dilakukan dengan menaiki menara taming sari. Menara akan berputar 360 derajat sehingga kita dapat melihat pemandangan di sekeliling kota Melaka.  Saya lebih suka datang ke sini di siang hari, sehingga saya bisa menyaksikan Melaka dari ketinggian dengan latar belakang langit biru yang cerah.
    Biaya : RM20 per orang (sudah termasuk snack dan 1 botol air minum)

    Naik ke menara Taming Sari
    Naik ke menara Taming Sari
    Pemandangan kota Melaka dilihat dari ketinggian
    Pemandangan kota Melaka dilihat dari ketinggian

    Dari Taming Sari dapat melihat pemandangan pantai di kota Melaka
    Dari Taming Sari dapat melihat pemandangan pantai di kota Melaka
  6. Museum Maritim Flora De La Mar
    Bangunan museum yang dibentuk seperti salah satu kapal pinisi ini merupakan peninggalan dari Portugis. Kapal ini terlihat sangat gagah dan keren. Di dalam kapal terdapat cerita-cerita pelayaran pada jaman Melaka dahulu. Bagaimana para kapal masuk ke Melaka, bagaimana akhirnya terjadi perdagangan antarnegara di Melaka. Di sini juga terdapat patung Laksamana yang merupakan kapten pada masa itu. Di sini juga terdapat miniatur contoh kapal yang ada pada zaman dahulu.
    Biaya : RM10 per orang

    Melihat sejarah Melaka melalui museum Maritim Flora De La Mar
    Melihat sejarah Melaka melalui museum Maritim Flora De La Mar
    Memasuki museum Flora De La Mar
    Memasuki museum Maritim Flora De La Mar

    Patung yang dibuat menyerupai tokoh sejarah di museum Maritim Flora De La Mar di Melaka
    Patung yang dibuat menyerupai tokoh sejarah di museum Maritim Flora De La Mar di Melaka
  7. Museum Cheng Ho
    Menurut sejarah, Laksamana Cheng Ho dari dinasti Ming, setidaknya mengunjungi Melaka 5 kali dalam Legenda perjalanan-Nya ke Samudera Barat (Asia Tenggara, Samudera Hindia, Timur Tengah dan Afrika). Di Museum ini kita dapat melihat benda-benda peninggalan dari Laksamana Cheng Ho, seperti kompas yang digunakan pada zaman dahulu. Terdapat juga miniatur kapal yang menggambarkan banyaknya armada kapal yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho dahulu kala.
    Biaya : RM10 per orang

    Peninggalan sejarah berupa kendi di museum Cheng Ho
    Peninggalan sejarah berupa kendi di museum Cheng Ho

    Miniatur kapal yang ada di Museum Cheng Ho
    Miniatur kapal yang ada di Museum Cheng Ho
  8. Melaka River Cruise
    Jaman dahulu, Melaka banyak disinggahi para pedagang yang datang menggunakan kapal dari berbagai negara dan berlabuh di sungai Melaka. Sungai Melaka dulunya sangat lebar dan dalam sehingga muat menampung banyak kapal besar, namun kini sungai Melaka sudah tidak digunakan untuk pelayaran kapal pedagang lagi melainkan hanya untuk tujuan wisata. Kita dapat menikmati pemandangan kota Melaka dengan menaiki Melaka river cruise. Kita dapat naik Melaka river cruise dari Muara Jetty di samping Quayside Heritage center, dekat Museum Maritim. Cruise akan membawa anda berlayar hingga menuju Dermaga Taman Rempah dan kemudian cruise akan berbalik dan berlayar ke tempat semula.
    Biaya : RM 15 per orang/perjalanan.

    Para turis yang sedang asik menikmati wisata river cruise
    Para turis yang sedang asik menikmati wisata river cruise
    Pesona sungai Melaka di malam hari yang dipenuhi lampu-lampu
    Pesona sungai Melaka di malam hari yang dipenuhi lampu-lampu
    Menikmati wisata Melaka river cruise
    Menikmati wisata Melaka river cruise
    Menikmati malam di kota Melaka yang sudah tidak terlalu ramai
    Menikmati malam di kota Melaka yang sudah tidak terlalu ramai

    Menanti matahari terbenam di Melaka
    Menanti matahari terbenam di Melaka
  9. Becak Hias
    Salah satu yang khas dan menarik di Melaka adalah becak hias. Saya sangat terkesan dengan becak hias ini karena sesuai namanya, becak dihias dengan sangat niat oleh para pemilik dengan tema tertentu. Ada tema Hellokitty, spongebob, doraemon, minion, dan sebagainya, dibuat hingga dapat menarik minat wisatawan. Becak hias ini sudah memiliki paket perjalanan ke beberapa lokasi turis dengan harga yang sudah pasti. Saat menaiki becak ini, abang becak biasanya menyalakan musik dari HP nya agar turis merasa terhibur dan semangat.
    Biaya : mulai dari RM15 (bervariasi sesuai paket yang diambil)

    Beraneka jenis tema becak hias yang ada di Melaka
    Beraneka jenis tema becak hias yang ada di Melaka

    Akhirnya memutuskan untuk mencoba becak hias di Melaka
    Akhirnya memutuskan untuk mencoba becak hias di Melaka
  10. Graffiti
    Selain tempat-tempat bersejarah tersebut, anda bisa meng-eksplore setiap jalanan atau gang di Melaka karena banyak sekali bangunan dengan graffiti yang bagus untuk berfoto. Melaka merupakan kota kecil di Malaysia yang menawarkan keramahan dan historical building yang menawan.
    Biaya : gratis

    Banyak grafiti menarik di Melaka
    Banyak grafiti menarik di Melaka
    Grafiti yang dibuat bagus dan dirawat di sepanjang sungai Melaka
    Grafiti yang dibuat bagus dan dirawat di sepanjang sungai Melaka

    Wajah bahagia ketemu grafiti yang unik di MelakaWajah bahagia ketemu grafiti yang unik di Melaka

  11. Cheng Hoon Teng Temple
    Tempat wisata terakhir di Melaka yang harus kamu kunjungi adalah kuil Cheng Hoon Teng. Kuil yang didesain bergaya tiongkok ini mempraktekan 3 ajaran yakni Tao, Konghuchu, dan Buddha. Kuil ini merupakan kuil tertua yang masih digunakan di Malaysia.
    Biaya : gratis

    Banyak warga yang datang untuk sembahyang di Cheng Hoon Teng temple
    Banyak warga yang datang untuk sembahyang di Cheng Hoon Teng temple
    Sekalian berdoa saat mengunjungi kuil Cheng Hoon Teng di Melaka
    Sekalian berdoa saat mengunjungi kuil Cheng Hoon Teng di Melaka

    Suasana di dalam Cheng Hoon Teng templeSuasana di dalam Cheng Hoon Teng temple

Perjalanan liburan ke Melaka sangat menarik, mengesankan, dan tentu saja membuat saya untuk ingin datang kembali.

About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Leave a Reply