Itinerary Liburan 3 hari 2 Malam di Kuala Lumpur

Setelah 10 tahun berlalu, akhirnya saya kembali mengunjungi Kuala Lumpur. Kuala Lumpur atau nama lengkapnya Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, merupakan ibu kota dan kota terbesar di Malaysia. Kuala Lumpur memiliki luas wilayah 244 km2 atau sepertiga dari luas kota Jakarta. Uniknya, Kuala Lumpur memiliki beberapa sejarah yang sama dengan Indonesia yakni pernah dijajah oleh Jepang pada tahun 1942 – 1945 dan juga pernah mengalami reformasi pemerintahan pada bulan Mei tahun 1998.

Bahasa nasional dan yang paling banyak digunakan di Kuala Lumpur adalah bahasa Melayu yang sebagian besar mirip dengan bahasa Indonesia. Hal ini membuat orang Indonesia semakin nyaman untuk berlibur ke Kuala Lumpur karena tidak mengalami kendala bahasa. Selain itu, bahasa Inggris dan bahasa Mandarin pun cukup banyak digunakan di Kuala Lumpur.

Seperti ingin mengenang masa lalu, kali ini saya juga mengajak adik saya, Ela, untuk berpergian bersama saya. Karena kesibukan masing-masing, kami memutuskan untuk hanya berlibur selama 3 hari 2 malam di Kuala Lumpur.

Yuk simak itinerary nya.

Day 1

Saya dan Ela tiba di bandara KLIA2 sekitar Pk. 08.10 waktu setempat. Setelah keluar imigrasi, kami langsung menuju ke Tune traveller untuk mengambil simcard yang sudah kami reservasi melalui aplikasi KLOOK.

Kemudian kami menuju lantai 1 untuk membeli tiket bus untuk menuju KL Sentral. Perjalanan dari KLIA2 menuju KL Sentral adalah sekitar 55 menit. Dari KL Sentral, kami menggunakan grabcar menuju hotel Maya, tempat kami menginap.

Kami merasa sangat senang karena diperbolehkan untuk check in lebih awal di hotel Maya dan beristirahat di kamar Deluxe Suite yang sudah disiapkan untuk kami. Kebahagiaan kami tidak berhenti sampai disitu, kami terkejut melihat kamar yang luasnya mungkin hampir 70m2 dengan lantai kayu yang sangat modern, area make-up dengan kaca yang lebar, kamar mandi dengan bathub, dan tentu saja dengan segala perlengkapan seperti hair dryer, robe, setrika, dan lainnya. Rencana awal kami untuk istirahat pun menjadi sedikit tertunda karena sibuk meng-explore dan berfoto di sekeliling kamar.

Setelah merasa cukup beristirahat, kami memulai petualangan kami.

Masjid Wilayah Persekutuan

Masjid Wilayah Persekutuan sering disebut juga dengan Masjid Kuala Lumpur. Masjid Kuala Lumpur ini dibangun mulai tahun 1996 dan selesai pada tahun 2000. Sekitar 40% dari biaya pembangunan merupakan sumbangan dari masyarakat dan sisanya didanai oleh pemerintah.

Pengunjung diizinkan untuk masuk ke dalam area masjid namun harus didampingi oleh guide resmi dari pengurus masjid. Pengunjung harus mengenakan pakaian tertutup dan menutupi rambut. Pengurus masjid sudah menyediakan robe dan kerudung bagi pengunjung yang belum menggunakan pakaian tertutup.

Biaya yang dikeluarkan

Grabcar dari hotel Maya ke Masjid Wilayah Persekutuan RM11

Perdana Botanic Garden

Perdana Botanic Garden merupakan taman rekreasi yang dapat dikunjungi oleh semua orang dengan bebas dan gratis. Taman rekreasi yang berlokasi di jalan Perdana ini dibangun sekitar tahun 1888 dan akhirnya diresmikan tanggal 13 Mei 1889. Pembangunan taman rekreasi ini mendapat dukungan dari banyak pihak pada masa itu termasuk tokoh masyarakat Canton, Towkay Chow Ah Yeok, yang menyumbangkan 100 pohon Cempaka dan pohon Jeruk.

Terdapat beberapa bagian taman yang memberikan nuansa berbeda, seperti Hibiscus garden, Sunken garden, Herbariun, dan Laman perdana.

Taman rekreasi ini juga sering digunakan sebagai lokasi pre-wedding oleh warga Kuala Lumpur.

Jacuzzi di hotel Maya

Karena masih merasa kurang tidur dan kelelahan akibat cuaca di Kuala Lumpur yang cukup panas, saya dan Ela memutuskan untuk kembali ke hotel Maya untuk beristirahat.

Setibanya di hotel, kami tiba-tiba memiliki ide untuk menikmati sore itu untuk berendam dan mengistirahatkan tubuh di heated hydrotherapy pool and jacuzzi (kolam hidroterapi dan jacuzzi). Kolam hidroterapi memiliki suhu, tekanan, dan pergerakan air yang berbeda dengan kolam renang pada umumnya.

Yang pasti suhu air lebih hangat dan ada gelembung air yang dapat memberi pijatan pada bagian tubuh yang ditempelkan, misalnya punggung dan telapak kaki.

Nasi Kandar Pelita

Salah satu keuntungan kami menginap di hotel Maya adalah kami hanya perlu menyeberang jalan untuk menyantap nasi Kandar Pelita yang merupakan salah satu kuliner wajib di Kuala Lumpur.

Nasi Kandar Pelita buka 24 jam dan menyediakan berbagai macam pilihan makanan. Ada nasi kandar dengan berbagai lauk, nasi briyani, ayam tandoori, sup ikan, dan masih banyak lagi.

Biaya makan untuk 2 orang RM 22.9

Bukit Bintang

Kalau kamu berlibur ke Kuala Lumpur, pastikan kamu mengunjungi kawasan Bukit Bintang. Kawasan ini selalu ramai oleh pengunjung baik di siang maupun malam hari. Terdapat tempat makan sederhana, restoran, café, toko souvenir, pharmacy, dan beberapa mall di sini seperti Pavilion, Fahrenheit88, dan Sungei Wang Plaza.

Bisa dibilang kawasan Bukit Bintang merupakan surga bagi turis karena menyediakan pilihan tempat berbelanja yang sangat lengkap. Beberapa toko yang biasanya dicari oleh para turis seperti Guardian, Watson, Vincci, Garret, Charles n Keith, dan Uniqlo tersedia di sini.

Setelah puas berbelanja, kami menghabiskan waktu dengan bersantai di Johny Rockets lalu kembali ke hotel.

Biaya yang dikeluarkan untuk grabcar RM 12 untuk pulang pergi.

 

 

Day 2

 

Batu Caves

 

Kami tiba di Batu Caves sekitar jam 7.30 pagi dan ternyata sudah banyak pengunjung di sana. Sebagian pengunjung datang untuk beribadah dan sisanya adalah turis seperti kami.

 

Batu Caves adalah sebuah bukit kapur yang memiliki serangkaian gua dan kuil yang terletak di area Selangor, Malaysia. Batu Caves dipromosikan sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamoboosamy Pillai, seorang pedagang India. Ia terinspirasi oleh pintu masuk gua utama yang berbentuk Vel dan mendedikasikan sebuah kuil untuk Dewa Murugan di gua tersebut.

 

Di Batu Caves terdapat 272 anak tangga warna warni untuk menuju ke Temple Caves, salah satu kuil di Batu Caves. Anak tangga inilah yang merupakan salah satu daya tarik turis untuk datang berkunjung dan tentunya menjadi spot foto yang fenomenal.

Biaya grab dari dan ke hotel Maya PP RM 31

 

Petronas Twin Towers dan Suria KLCC

Petronas Towers atau sering disebut Petronas Twin Towers adalah menara kembar di Kuala Lumpur yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998-2004, sebelum akhirnya dilampaui oleh Burj Khalifa di Dubai dan Taipei 101 di Taiwan.

 

Terdapat jembatan di lantai 41-42 antara kedua menara tersebut yang menjadi salah satu atraksi wisata di Kuala Lumpur. Bagi turis yang ingin melihat pemandangan Kuala Lumpur dari jembatan ini bisa membeli tiket secara langsung di lokasi atau melalui Aplikasi KLOOK yang pastinya memberikan harga yang lebih murah.

 

Saya dan Ela memilih untuk menikmati Petronas Twin Towers secara gratis yakni dari taman Suria atau taman KLCC yang tepat berada di bawahnya. Di sini kami berfoto dengan latar belakang Petronas Twin Towers yang megah dan menjulang tinggi.

 

Tidak ada biaya karena Petronas Twin Towers hanya berjarak 5 menit dengan jalan kaki dari hotel Maya.

 

 

Thean Hou Temple

 

Kami tiba di Thean Hou temple (Kuil Thean Hou) sekitar jam 2 siang. Saya cukup terkejut melihat banyaknya pengunjung yang ada di sana karena saya pikir kuil ini tidak terlalu terkenal dan ternyata saya salah besar.

 

Thean Hou temple adalah kuil enam tingkat dari dewi laut Mazu dalam mitologi Cina yang resmi dibuka untuk umum pada tahun 1989. Kuil ini dibangun oleh orang Hainan yang tinggal di Malaysia. Kuil ini merupakah salah satu kuil yang terbesar di Asia Tenggara.

 

Thean Hou temple dibangun dengan kombinasi unsur Buddha, Konfusiasnisme, dan Taoisme dan juga merupakan gabungan antara teknik arsitektur modern dan desain tradisional otentik dengan menampilkan pilar merah megah, ukiran naga, dan hiasan yang cukup rumit dan detil.

Saya mencoba Ciam Si, ramalan kuno tradisi Tionghoa, di Thean Hou temple. Caranya dengan mengangkat semua kayu plastik panjang dan menjatuhkannya kembali secara perlahan, dan kayu plastik yang posisinya paling tinggi adalah ramalan untuk saya. Saya melihat nomor pada kayu plastik tersebut dan mengambil kertas ramalan yang sudah tersedia di situ.

 

Jalan Alor (Bukit Bintang)

Kami memutuskan untuk menyantap makan siang kami di Jalan Alor. Jalan Alor terkenal dengan pasar malamnya karena menyediakan berbagai jenis makanan di sepanjang jalan, hampir sejauh 100 meter. Karena sudah lapar, kami pun memilih salah satu tempat makan dengan cepat.

Setelah kenyang, kami berjalan menuju street art yang masih berada di Jalan Alor. Saya lebih suka menyebutnya graffiti alley karena letaknya di dalam gang dan cukup sulit ditemukan. Tapi jangan khawatir, karena graffiti alley ini sudah ada di Google maps.

 

Heli Lounge Bar

Kami datang ke Heli Lounge Bar pada saat yang tepat yakni saat matahari akan terbenam (sunset). Heli Lounge Bar terletak di gedung Menara KH lantai 34. Saat masuk ke dalam lobi, langsung pilih lift yang paling kanan untuk menuju ke lantai 34.

 

Saat tiba di lantai 34, kami diminta untuk memesan dan membayar minuman terlebih dahulu sebelum diantar ke rooftop bar, tempat kami akan menikmati sunset. Kami harus membawa sendiri minuman yang kami pesan ke rooftop bar dan juga harus mencari tempat duduk sendiri. Hal ini berlaku bagi semua pengunjung yang tidak melakukan reservasi sebelumnya. Untuk reservasi, ada ketentuan minimum pembayaran per orang sebesar RM100.

 

Beruntung kami bisa bergabung dengan 2 orang pengunjung dari Australia yang sebelumnya sudah melakukan reservasi dan memiliki tempat duduk terbaik untuk menikmati sunset.

 

Kami menghabiskan waktu cukup lama di sini sampai akhirnya langit sudah gelap. Kami lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Bukit Bintang untuk berbelanja dan makan malam dan kemudian kembali ke hotel.

 

 

Day 3

 

Dengan berat hati kami harus mengakhiri liburan singkat ini dan kembali ke Jakarta. Kami bangun cukup pagi karena akan mengejar jadwal bus dari KL Sentral ke KLIA 2.

 

Saat turun ke lobi hotel untuk melakukan check out, petugas resepsionis menyerahkan bekal sarapan yang sudah disiapkan untuk kami. Bekal sarapan ini dsiapkan karena kami harus meninggalkan hotel sebelum waktu sarapan dimulai. Saya merasa sangat puas dengan pelayanan dari hotel Maya, mulai dari saat tiba hingga akan meninggalkan hotel ini.

 

 

 

 

 

 

 

6 komentar untuk “Itinerary Liburan 3 hari 2 Malam di Kuala Lumpur”

  1. Amritpal singh

    Perfect description of Kuala Lumpur and it’s attractions . A very well presented article . Thank you for making Kuala Lumpur your destination .
    Resident of Kuala Lumpur

  2. Kak, mau tanya…
    Kakak menginap di hotel daerah mana bukit bintang kah?
    Dan transportasi yang kakak gunakan tu apa aja?
    Terimakasih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top