Rekomendasi Tempat Wisata di Taipei

“It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness.”
—Charles Spurgeon

Taipei, ibukota Taiwan, merupakan kota metropolis modern yang sebagian besar kotanya terdiri dari bangunan kontemporer. Terlihat banyak pertokoan dan restoran di sepanjang jalannya. Taipei dikenal memiliki pemandangan alam yang bagus, bangunan bersejarah, banyak jajanan jalanan, dan berbagai pasar malam.

Untuk memudahkan kamu saat jalan-jalan di Taiwan, kamu sebaiknya membeli EasyCard. EasyCard merupakan kartu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran termasuk MRT, bus, convenience store, Maokong Gondola, dan masih banyak lagi. Pembelian dan pengisian ulang EasyCard dapat dilakukan di mesin-mesin di stasiun MRT (seperti ATM) atau di convenience store.

Penggunaan MRT di sini sama saja dengan MRT di negara lain seperti Singapore, Thailand, Hongkong, dan lainnya. MRT terdiri dari beberapa jenis jalur (warna). Kalau warna jalur MRT kamu berada berbeda, kamu harus mencari tempat transit terlebih dahulu.

Baca selengkapnya: Transportasi di Taiwan

 

Rekomendasi Tempat Wisata di Taipei

Ada banyak sebenarnya tempat wisata di Taipei yang bisa kamu kunjungi. Sebenarnya tak cukup waktu 2-3 hari untuk mengunjungi wisata Taipei karena banyak banget. Jadi, kemana saja saya keliling waktu jalan-jalan ke Taipei? Simak daftarnya berikut ini:

  1. Chiang Kai Sek Memorial Hall
  2. Ximending
  3. Longshan Temple
  4. Guandu Temple
  5. Ferris Wheel Miramar
  6. Tamsui Riverside
  7. Baishawan Beach dan Scenic Lookout
  8. Yehliu Geopark
  9. Maokong Gondola
  10. Shilin Night Market

(Klik untuk langsung menuju keterangan)

  1. Chiang Kai Sek Memorial Hall

    Chiang Kai Sek Memorial Hall merupakan monumen nasional Taiwan, yang dibangun untuk mengenang Presiden Chiang Kai Sek. Monumen ini resmi dibuka tanggal 5 April 1980, bertepatan dengan peringatan 5 tahun presiden meninggal.

    Sepertinya Presiden Chiang Kai Sek sangat terkenal dan berpengaruh pada masanya. Hal ini terlihat dari adanya patung Chiang Kai Sek di berbagai tempat wisata di Taiwan, misalnya di Wuling Farm.

    Jadi kalau kamu tidak sempat datang ke Chiang Kai Sek Memorial Hall yang besar, kamu masih memiliki sangat banyak kesempatan untuk dapat berfoto di depan patung Chiang Kai Sek lainnya di berbagai tempat wisata di Taiwan.

    How to get there:
    Naik MRT dengan jalur berwarna merah atau hijau hingga Stasiun Chiang Kai Sek Memorial Hall dan kemudian keluar melalui Exit 4, lalu berjalan kaki sekitar 450 meter.

    Chiang Kai Sek memorial hall
    Luasnya Chiang Kai Sek memorial hall
    Chiang Kai Sek memorial hall
    Bagian dalam Chiang Kai Sek memorial hall

    Chiang Kai Sek memorial hall
    Akhirnya bisa lihat yang namanya Chiang Kai Sek
  2. ​Ximending

    Ximending merupakan salah satu landmark kota Taipei yang tentu saja tidak boleh kamu lewatkan jika sedang jalan-jalan ke Taiwan. Ximending selalu dipadati oleh para turis, baik di siang hari maupun di malam hari.

    Di area ini terdapat salah satu bangunan bergaya barat yang dibangun dengan bata merah yang dikenal dengan Red House. Selain itu area ini dipenuhi oleh pertokoan, restoran, hotel, dan sederetan jajanan jalanan.

    Ximen night market merupakan salah satu pasar malam terbesar dan teramai di Taipei. Setiap malam dipenuhi oleh pengunjung dan seniman jalanan. Terdapat beberapa restoran atau kios makanan yang selalu ramai pengunjung, antara lain Hot Star, Oyster Omelet, Kentang Mayonaise, Baked Oyster, dan Smelly Tofu.

    How to get there:
    Naik MRT dengan jalur berwarna biru atau hijau hingga Stasiun Ximen dan kemudian keluar melalui Exit 6.

    Ximending Taipei
    Serunya berkeliling Ximending
    Red House Taipei
    Red house yang masih terletak di kawasan Ximending
    wisata Taipei
    Ximending night market yang rame banget setiap harinnya

    Ximending night market
    Menikmati Ximending night market
  3. ​Longshan Temple

    Kuil paling bagus dan yang paling saya sukai hingga saat ini, terletak di tengah kota Taipei sehingga mudah dijangkau oleh warga. Banyak sekali pengunjung yang datang ke temple ini, baik yang datang untuk berdoa maupun hanya untuk melihat dan mengabadikan bangunan ini.

    Kuil ini menyediakan peralatan sembahyang bagi pengunjung, namun karena memang sangat ramai jadi harus mengantri. Kuil ini juga menjual souvenir yang sebagian besar dibuat dengan tangan, sehingga sangat unik dan tidak sama persis satu sama lain.

    Saya bakal rajin sekali ke kuil ini kalau saya tinggal di Taipei. Rasanya sangat nyaman berada disini.

    How to get there:
    Naik MRT dengan jalur berwarna biru ke stasiun Longshan Temple dan kemudian keluar melalui Exit 1 lalu berjalan kaki sekitar 220 meter.

    Longshan temple
    Suasana Longshan Temple di sore hari
    Longshan temple
    Longshan temple sangat artistik untuk spot foto
    Longshan temple
    Longshan temple semakin ramai saat menjelang malam hari

    Longshan temple
    Anggota Sangha yang berada di Longshan temple
  4. ​Guandu Temple

    Terletak di pinggiran kota Taipei, Guandu Temple tidak sepadat Longshan Temple. Saat tiba saya memutuskan untuk berdoa menggunakan hio. Dengan keterbatasan bahasa, saya coba menanyakan urutan berdoa kepada Dewa-Dewi yang ada dan seorang pria yang sedang berjaga di tempat hio. Pria itu berusaha menjelaskan hingga saya paham lalu kami berdua tertawa kecil.

    Saya pun mulai membakar hio dan berdoa hingga akhirnya saya harus membakar kertas sembahyang. Kembali timbul pertanyaan, apakah ada urutan kertas yang harus saya bakar. Bersyukur saya kembali dibantu oleh pengunjung yang juga sedang berdoa disana, dibantu hingga saya selesai membakar.

    Di sini juga terdapat altar Buddha namun tidak terlalu besar. Terdapat lorong yang berisi patung Dewa – Dewi di kanan kirinya saat berjalan menuju altar Buddha. Dari bagian belakang Guandu Temple, kita bisa melihat pemandangan gunung yang indah.

    How to get there:
    Naik Bus nomor 302 tujuan Guandu Temple lalu berjalan sekitar 200 meter dari pemberhentian bus, atau kamu bisa naik MRT dengan jalur merah ke stasiun Guandu lalu berjalan kaki sekitar 1 km.

    Guandu temple
    Arsitektur Guandu temple yang sangat detil dan artistik
    Guandu temple
    Cukup banyak masyarakat yang datang untuk sembahyang
    Guandu temple
    Ada beberapa kuil untuk sembahyang di Guandu temple

    Guandu Temple
    Pemandangan dari belakang Guandu temple
  5. Ferris Wheel Miramar

    Penasaran pengen lihat kota Taipei dari ketinggian, sekaligus bernarsis ria di crystal cabin, saya memutuskan mengunjungi Miramar entertainment Park.

    Sebenarnya Miramar ini merupakan Mall yang di lantai 5 nya terdapat bagian yang terbuka dan terdapat Ferris Wheel dan Mini Merry Go Round. Kedua atraksi ini dapat dinikmati di siang dan malam hari. Supaya mendapatkan suasana yang lebih keren dan romantis, saya memilih datang saat malam hari.

    Harga tiket untuk Ferris wheel adalah NTD150 untuk hari biasa dan NTD200 untuk akhir pekan. Terdapat 2 jenis kabin yakni yang biasa dan crystal. Perbedaannya hanya di lantai cabin, kalau crystal lantainya transparan sehingga dapat melihat pemandangan dibawah juga. Tidak ada perbedaan harga untuk kedua jenis cabin ini.

    Salah satu atraksi yang menarik dengan harga tiket masuk yang tidak terlalu mahal, harus coba!! Setelah naik Ferris wheel boleh sekalian naik mini Merry go round atau jalan-jalan menikmati Mall Taipei, hehe…

    How to get there:
    Naik MRT dengan jalur berwarna coklat ke stasiun Jiannan Rd dan kemudian keluar ke arah Miramar Entertainment Park dan jalan kaki sekitar 300 meter.

    Ferris wheel Miramar
    Menuju Ferris wheel Miramar
    Ferris wheel Miramar
    Cantiknya ferris wheel Miramar di malam hari
    Ferris wheel Miramar
    Selfie saat berada di ketinggian di dalam ferris wheel

    Ferris wheel Miramar
    Pemandangan gedung Taipei 101 dari kejauhan
  6. Tamsui Riverside

    Tamsui merupakan suatu district dimana kita bisa melihat sisi kota tua Taiwan dan juga menikmati pemandangan sungai dengan latar belakang gunung.

    Saya berjalan kaki di sepanjang Tamsui Riverside, menikmati suasana. Disini banyak warga maupun turis yang bermain sepeda, jogging, mengajak jalan anjing peliharaan, memancing, atau bahkan hanya duduk untuk menikmati pemandangan. Saya berpikir kalau saya punya waktu lagi saya akan datang kesini untuk bermain sepeda. Namun sayang hingga akhir perjalanan saya tidak sempat datang kesini lagi.

    Saya juga berjalan menyusuri pertokoan tua yang kebanyakan menjual jajanan dan souvenir. Saya sempat membeli jajanan jamur goreng, cuma rasanya kurang enak dan terlalu banyak minyak. Saya sempat mampir juga di 7-11 di area ini dan mencicipi bakso babi yang dijual di 7-11, rasanya enak dan unik.

    How to get there:
    By MRT: Naik MRT jalur warna merah hingga ke stasiun Tamsui

    Tamsui riverside
    Menghirup udara segar di Tamsui riverside
    Tamsui riverside
    Banyak warga yang membawa anjing untuk berjalan-jalan di sekitar Tamsui riverside

    Tamsui riverside
    Tamsui riverside sangat cocok untuk piknik dan bersantai
  7. Baishawan Beach dan Scenic Lookout

    Baishawan beach sebenarnya tidak terlalu istimewa karena pasir pantainya agak hitam dan air pantai juga tidak terlalu biru. Namun karena pantai ini bersih dari sampah-sampah dan juga sangat luas membuat pantai ini tetap indah dan pantas dikunjungi.

    Berjalan kaki sekitar 300 meter dari Baishawan beach, kita dapat menemui Scenic Lookout. Dari Scenic Lookout kita dapat melihat Baishawan beach secara keseluruhan. Kita juga dapat melihat pantai dan hamparan padang rumput.

    Tempat ini sangat indah untuk dinikmati dan juga untuk berfoto dan rasanya sangat tenang dan nyaman berada di sini. Sekali lagi kalau saya punya waktu saya akan datang lagi kesini.

    Setelah puas berfoto di Scenic Lookout, saya kembali ke pemberhentian Bus tempat tadi saya turun dan menunggu bus no. 862 lagi. Saya menunggu cukup lama hingga bus akhirnya tiba. Saya lalu buru-buru naik ke dalam bus.

    ​How to get here:
    By MRT: Naik MRT ke stasiun Tamsui, lalu dilanjutkan dengan naik bus lokal nomor 622 atau 623 dan berhenti langsung di Guanyinshan National Scenic Area.

    By North Coast Shuttle Bus (nomor 862) dan berhenti di Guanyinshan National Scenic Area. Rute bus adalah dari terminal Tamsui hingga Keelung Railway Station. Bus ini melewati beberapa tempat wisata dimana anda dapat berhenti di mana saja yang kamu inginkan. Diantaranya: Qianshui Bay, Sanzhi Visitor Center and Gallery, North Coast & Guanyinshan National Scenic Area (Baishawan Beach), The New Temple of Eighteen Deities (Shimen Wedding Plaza), Shimen Arch, Yun Garden, Juming Museum, Jinshan (Old Street), Shitoushan Park (Jinbaoli Historic Trail), Yehliu Geopark, Guihou Fishing Harbor, Green Bay, Dawulun Tourism Factory, Keelung Railway Station.

    Kamu sebaiknya mencari informasi mengenai tempat-tempat tersebut terlebih dahulu. Saya hanya berhenti di beberapa tempat yang menurut saya bagus karena adanya keterbatasan waktu. Kamu bisa membeli tiket terusan (single trip) seharga NT200, atau anda dapat menggunakan EasyCard.

    Baishawan beach Taipei
    Baishawan beach yang cantik dan sunyi
    Baishawan beach Taipei
    Menikmati Baishawan beach seperti pantai pribadi

    Baishawan beach Taipei
    Angin bertiup sepoi-sepoi di Baishawan beach
  8. Yehliu Geopark

    Yehliu Geopark terkenal dengan pemandangan bebatuan yang terkena erosi laut, dimana beberapa spot berada sangat dekat dengan laut sehingga wisatawan dihimbau untuk menaati peraturan yang ada. Terdapat garis merah yang merupakan batas aman wisatawan untuk berdiri.

    Batu yang terkena erosi laut tersebut ada yang berbentuk menyerupai Queen’s head, Dragon’s Head Rock, fairy’s shoe dan lain-lain. Banyak sekali wisatawan yang datang kesini, hingga cukup sulit untuk menemukan latar belakang foto yang bagus tanpa ada ‘bocor’ di sana sini.

    Harga tiket masuk ke Yehliu Geopark adalah NT80 per orang. Setelah membeli tiket, anda langsung saja berjalan ke arah gerbang masuk.

    Baca selengkapnya: Mengunjungi Yehliu Geopark naik bus umum

    How to get here:
    By North Coast Shuttle Bus (nomor 862) dan berhenti di Yehliu Geopark. Rute Bus adalah dari terminal Tamsui hingga Keelung Railway Station.

    Yehliu Geopark
    Tiba juga di Yehliu Geopark
    Yehliu Geopark
    Hasil pembentukan bebatuan alami dari kikisan air laut
    Yehliu Geopark
    Banyak sekali turis yang berkunjung ke Yehliu Geopark

    Yehliu Geopark
    Wisatawan bebas berfoto di area Yehliu Geopark
  9. Maokong Gondola

    Saat hari mulai gelap, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Rencananya saya ingin naik Maokong Gondola saat senja, namun sepertinya langit keburu gelap. Saya berjalan kaki lagi ke tempat dimana saya turun dari bus tadi. Berdasarkan informasi dari tourist information center di Yehliu Geopark saya harus menaiki bus nomor 1815 untuk kembali ke kota Taipei.

    Di sepanjang perjalanan pulang, saya melewati bangunan rumah penduduk yang sangat kuno, sekolah, dan pertokoan. Ada hal yang menarik perhatian saya di sini, semua sekolah yang saya lihat di Taiwan memiliki lapangan basket yang sangat banyak, minimal ada 3 lapangan basket dengan luas lapangan normal (bukan 3on3).

    Untuk naik gondola, saya harus naik hingga ke lantai 4 atau 5. Karena saya memiliki Easy card jadi saya tidak membeli tiket gondola. Terdapat 2 jenis gondola yakni crystal cabin dan yang biasa. Harganya sama saja yakni NT50, jadi saya memilih yang crystal cabin.

    Maokong Gondola terdiri dari 3 titik pemberhentian hingga sampai ke Maokong station. 3 titik pemberhentian tersebut memiliki ketinggian yang berbeda. Kita dapat naik dan turun di pemberhentian mana saja, tetapi saya memilih turun di titik terakhir supaya tidak perlu mengantri lagi.

    Maokong gondola merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Taiwan. Sangat disayangkan saya datang di malam hari sehingga pemandangan kota yang seharusnya bisa terlihat dari gondola tidak bisa saya nikmati. Saya hanya bisa melihat lampu-lampu di kota Taiwan. Tapi rasanya tetap menakjubkan, trust me. Sangat dianjurkan untuk naik gondola bersama kekasih.

    Sesampainya di titik terakhir, Maokong Station, saya keluar untuk melihat apa yang ada disana. Ternyata hanya ada beberapa tempat makan dan kondisi disekitarnya juga gelap. Akhirnya saya memutuskan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

    Untuk pulang, saya harus kembali ke Taipei Zoo station untuk kemudian naik MRT kembali ke hotel. Terdapat 2 pilihan untuk mencapai Taipei Zoo station, yang pertama dengan naik gondola lagi dan membayar NT50, namun antriannya sangat panjang. Kedua dengan naik minibus no. 15 seharga NT15. Karena hari gelap dan bus tidak kunjung datang, saya hampir putus asa dan akan mengantri naik gondola, namun tidak lama saya menunggu saya bertemu orang Taiwan dan saya mencoba menanyakan bus tersebut. Orang Taiwan ini sangat lancar berbahasa Inggris, boleh dibilang lebih baik ketimbang saya, dia membantu saya untuk mengecek jam kedatangan bus, dan menemani saya hingga bus tiba.

    Saya senang karena memutuskan naik bus, karena bisa melewati jalan yang berbeda. Jalan yang dilalui oleh bus berliku-liku, sempat melewati beberapa kafe dan restaurant hingga akhirnya tiba di Taipei Zoo station. Lebih hemat dan menambah pengalaman.

    How to get here:
    By MRT : Naik MRT jalur warna Coklat hingga stasiun MRT Taipei Zoo

    Begitu tiba di Taipei Zoo station, saya berjalan keluar stasiun dan berjalan kaki ke arah kiri ke lokasi gondola sekitar 300 meter.

    Maokong Gondola
    Kami menuju Maokong Gondola
    Maokong Gondola
    Penampakan gondola yang siap kami naiki
    Maokong gondola
    Suasana gelap di dalam gondola

    Maokong gondola
    Menyempatkan diri untuk berfoto di depan pintu masuk Maokong Gondola
  10. Shilin Night Market

    Shilin Night Market tidak kalah terkenal dengan Ximen night market, malah bisa dibilang lebih ramai penjual dan pengunjung, dan jam operasionalnya lebih larut malam ketimbang Ximen night market.

    Begitu tiba di Shilin Night market, saya yang tadinya kakinya sudah mulai pegel, langsung bahagia dan antusias melihat toko-toko yang menjual pakaian, jajanan makanan, orang-orang Taiwan yang berpenampilan trendi lalu lalang.

    Saya dan adik saya langsung terbawa suasana untuk melihat-lihat baju dan aksesoris yang dijual di pasar malam tersebut. Shilin night market lebih ramai, lebih padat, lebih bervariatif dan murah harga barangnya dibandingkan dengan Ximen night market. Pasar malam ini juga tutup lebih malam dibandingkan dengan Ximen night market. Saya pun akhirnya memborong beberapa pakaian, takut nyesel kalo ga beli. Kata orang, mending nyesel beli daripada nyesel nggak beli hahaha.. dasar wanita.

    Di sini saya mencoba dessert kekinian, es serut yang bentuk es nya unik. Kafe nya ramai sekali, namun pelayanannya tetap bagus. Saya juga ikut-ikutan membeli jepitan rambut kekinian, yang kalo dipakai di Jakarta pasti dikira orang aneh, but I enjoyed it. Kami jalan-jalan disini hingga jam 11 lewat, sebelum pulang sempat mampir beli sosis dulu.

    Sebelum pulang, saya search di Google Maps dulu untuk mencari jalan ke stasiun MRT karena terus terang, begitu sudah di dalam Shilin night market, saya seperti anak hilang, keasikan dan sudah tidak tahu berada di gang yang mana. Tadinya niatnya kembali ke stasiun MRT Shilin, tetapi ternyata lebih dekat jalan kaki ke stasiun MRT Jiantan. Dari stasiun MRT Jiantan, kami naik MRT hingga ke stasiun MRT Ximen, keluar melalui exit 6 dan jalan kaki sekitar 400 meter hingga ke Hotel. Tidak terasa jauh karena sambil melewati Ximen night market dan masih ramai orang.

    ​How to get there:
    Naik MRT dengan jalur warna merah dan turun di stasiun Shillin lalu jalan kaki sekitar 200 meter.

    Shillin night market
    Kami siap untuk berbelanja di Shillin night market
    Shillin night market
    Baju-baju musim dingin dengan kualitas bagus banyak dijual di Shillin night market
    Shillin night market
    Shillin night market juga menjual tas dan pernak-pernik
    Shillin night market
    Bando dan pita lucu adalah salah satu yang wajib dibeli di Shillin night market
    Shillin night market
    Es campur yang wajib dicicipi kalau ke Shillin night market

    Shillin night market
    Jajanan kekinian ini juga boleh dicoba kalau mampir ke Shillin night market
About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

4 Responses
  1. Yi

    Hello Sis Lynn, bs bantu gak sy cuma 5hri 4malam di Taiwan, menurut sis hati ke brp bagusnya sy ke Wuling Farm ?
    Saya rencana day 1 di taipei
    Day 2 di taichung
    Day 3 wuling farm
    Day 4 taipei
    Menurut sis cocok gak?
    Sama sy msi bingung tentang Wuling Farm, cara perginya gimana ya? Kami 5orang bisa 1taxi?

Leave a Reply