Senangnya Mengunjungi Langsung Sunflower Field di Lopburi Thailand

Kali ini kami janjian bertemu dengan Mr. Jack—si driver—di tempat sarapan agak siang yakni jam 6.30 karena memang tidak terburu-buru. Menikmati sarapan di hotel, lalu check-out dan hari itu rencananya kami akan mengunjungi objek wisata di Lopburi. Salah satunya adalah sunflower field yang banyak tersebar di provinsi Lopburi, Thailand.

Kunjungan pertama, kami diajak ke kuil orang Hindu, sebelumnya saya agak bingung tempat apa itu, karena cara beribadahnya berbeda dengan umat Buddha. Dan sepertinya hari itu ada perayaan karena banyak sekali orang yang datang ke temple tersebut. Untuk masuk ke dalam kawasan ini kita harus membayar tiket masuk THB 50 per orang.

Di seberang temple terdapat bangunan tua umat Hindu Thailand, yakni Phra Prang Sam Yod. Bangunan tua ini sudah tidak ditinggali, dan menjadi objek wisata di tengah kota. Namun kamu perlu hati-hati kalau datang ke sini, karena dihuni oleh banyak sekali monyet. Driver dan teman saya sudah menjadi korbannya.

Baca juga: Lopburi, Wisata di Thailand selain Bangkok-Pattaya

Kuil di thailand
Phra Prang Sam Yod
Lopburi
Foto keluarga di kuil Phra Prang Sam Yod
temple di Thailand
Foto dengan latar belakang reruntuhan kuil

Tips:
Jika monyet melompat ke arah Anda dan Anda tidak sempat menghindar, jangan memaksa menarik monyet untuk pergi karena monyet akan semakin mencengkram tubuh Anda dan dapat menggigit. Dan kalau anda terkena gigitan, segera ke klinik untuk dibersihkan dan diberikan obat.

 

Sunflower Field di Lopburi

Setelah berfoto kurang lebih 30 menit, kami pun melanjutkan perjalanan ke sunflower field.

Di Lopburi sebenarnya banyak ladang Bunga Matahari, namun masalahnya adalah apakah sedang berbunga atau tidak. Jangka waktu tumbuh dari benih hingga menjadi bunga Matahari yang tinggi sekitar 45 hari.

Sialnya, di lokasi pertama yang kami tuju, bunga matahari baru saja dipanen, jadi pemandangannya hanya tanaman kecil berwarna hijau. Sempat stress. Bayangkan, sudah datang dari Jakarta sampai ke Thailand, tujuannya mau lihat bunga Matahari tapi kenyataannya seperti ini.

Sunflower field
Taman bunga matahari yang belum berbunga

Untungnya ada Jack—si driver—dia berusaha untuk mencari lokasi ladang Bunga Matahari lainnya. Thanks to Jack! Hingga akhirnya kami tiba di ladang bunga Matahari yang berada di sisi kiri jalan.

Ladang bunga Matahari ini dirawat, berjajar rapi dan tidak ada ilalang. Kami harus membayar THB 10 per orang, sangat murah.

I was so happy..happy..happy… SO NICE!

Sunflower field
Menikmati indahnya taman bunga matahari di Thailand
Taman bunga matahari
Melihat lebih jelas bunga matahari di Thailand
Sunflower field
Sunflower field pertama

Walau kondisi panas banget, ga bosen deh foto-foto disitu dan lihat sekeliling, bagus banget. Kami akhirnya berhenti juga karena ga tahan sama matahari yang begitu terik dan menyengat.

Oh ya, ini hal yang perlu kamu perhatikan saat mengunjungi kebun bunga Matahari seperti ini.

  1. Jangan sekali-sekali berencana mau foto Bunga Matahari saat sunrise atau sunset. Karena bunga mataharinya akan menghadap ke bawah. Bunga matahari ternyata mengikuti arah matahari.
  2. Tolong hati-hati ya, jangan sampai merusak apalagi hingga memetik bunga Matahari.

Lazimnya tempat turis, banyak jualan snack dan souvenir yang berhubungan dengan bunga Matahari. Jajanan yang perlu dibeli adalah biji bunga matahari alias “kuaci” yang sudah dikupas hehe… jadi bagi kamu yang punya problem sama ngupas kuaci, inilah jawabannya.

Okay, setelah puas membakar diri di antara bunga Matahari, kami pun balik ke mobil untuk kemudian makan siang.

Kehebatan Jack yang lain, dia membawa kami ke suatu taman di tepi danau, dan menawarkan apakah kami ingin berhenti untuk berfoto, dan kami sepakat menjawab “TIDAK”.

Jack pun meneruskan perjalanan, hingga tiba-tiba di sebelah kanan terdapat ladang bunga Matahari yang bunga Mataharinya tinggi sekali, dan langsung saya bilang “STOP”, dan langsung turun untuk mengambil foto.

Tidak perlu bayar untuk masuk ke sini, namun tidak heran, kondisinya kurang terawat, bunga tidak berjajar rapi dan banyak ilalang di sekitarnya. Tapi nggak masalah, karena tetep bagus.

Sunflower field
Sunflower field kedua
Sunflower field
Bunga matahari yang sedang mekar di Lopburi

Setelah benar-benar puas, kami baru pergi makan siang, tidak jauh dari ladang Matahari terakhir, seperti kantin. Tapi makanannya enak, saya pesan nasi tumis babi dan daun basil. Sehabis makan siang, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Bangkok, kota yang sangat crowded, untuk kemudian melanjutkan jalan-jalan ke Laos dengan menggunakan Sleeper Train.

makanan thailand
Pork stir fried with basil veggie

Niat awalnya, setiba di Bangkok, kami akan singgah terlebih dahulu ke Stasiun Hua Lamphong untuk membeli tiket kereta ke Laos, baru kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.

Lagi-lagi inisiatif dari driver andalan kami yang luar biasa, dia justru mengantar kami ke Stasiun Rangsit sebelum tiba di Bangkok untuk membeli tiket kereta ke Laos dan membantu menginformasikan ke petugas loket disana. Menurut Jack, suasana di Stasiun Hua Lamphong sangat ramai dan dia khawatir kami akan kesulitan disana.

Tiket kereta pulang-pergi sudah ditangan, kami bisa istirahat lebih lama di Hotel. Thanks again jack!

***

Note.
Informasi harga yang tertera adalah pada saat traveling yaitu Nov 2015

About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Leave a Reply