Senang sekali rasanya saya bisa kembali liburan ke Jepang. Apalagi liburan kali ini saya akan menikmati suasana natal dan merayakan pergantian tahun di Jepang. Pastinya akan menjadi pengalaman baru, seru, dan menarik untuk saya sendiri dan untuk dibagikan ke teman-teman.

Sebenarnya liburan ke Jepang kali ini bisa dibilang suatu kebetulan yang menyenangkan. Saya tidak sengaja melihat iklan promo tiket pesawat dari Tiket.com dan iseng untuk mencari tiket pesawat ke berbagai tempat tujuan, hingga akhirnya saya mendapatkan tiket pesawat Japan Airlines untuk akhir tahun seharga Rp 5.5 juta per orang. Tanpa pikir panjang, saya langsung melakukan pembelian tiket tersebut.

Bikin itinerary Jepang kali ini pun terbilang sangat menantang bagi saya. Hal ini dikarenakan padatnya aktivitas sehari-hari, sehingga saya sempat membuat itinerary saat sudah dekat dengan waktu keberangkatan, yaitu sekitar 1.5 bulan sebelum berangkat. Selain itu, saya hanya membeli JR Pass untuk 7 hari saja, padahal saya berada di Jepang selama 15 hari dan akan mengunjungi kota-kota yang jaraknya berjauhan sehingga perlu untuk naik kereta Shinkansen. Dan yang terakhir, karena saya bepergian saat akhir tahun, sebagian besar hotel sudah penuh dan harganya terbilang cukup mahal.

Nah, penasaran seperti apa rangkaian perjalanan liburan musim dingin saya kali ini? Yuk, simak ya!

Itinerary Jepang

Day 1

Penerbangan Jakarta — Narita

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam menggunakan pesawat dari maskapai Japan Airlines (JAL), akhirnya saya tiba di bandara Narita sekitar jam 5 sore waktu setempat.

Hal pertama yang saya lakukan setelah selesai mengambil bagasi adalah mencari counter EASY GO untuk mengambil kartu SUICA yang sudah saya beli melalui aplikasi KLOOK. Kartu SUICA ini akan saya gunakan untuk alat pembayaran transportasi umum selama di Jepang (saat tidak menggunakan JR Pass).

Saya lalu menuju Narita Sando guesthouse, tempat menginap malam ini. Narita Sando Guesthouse bisa diakses dengan kereta Keisei line menuju stasiun Narita, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki, total jarak waktu dari bandara ke Narita Sando guesthouse sekitar 25 menit.

Selamat datang di Narita Sando guesthouse
Selamat datang di Narita Sando guesthouse

Karena hari sudah gelap dan cukup lelah, malam ini saya memutuskan untuk wisata kuliner yang dekat-dekat saja. Saya makan di restoran Gyoza (nama restoran dalam bahasa Jepang), lokasinya persis di depan stasiun Narita. Selain itu saya juga jajan skewers di Aeon supermarket dan makan di kedai lokal. Kedai lokal ini tidak sengaja saya temukan saat akan menuju Spiral Staircase, jaraknya sekitar 10 meter. Kedainya sangat kecil, tapi rasa masakannya sangat enak, kalau dikasih rating 9/10.

Menyantap bakso lidah sapi yang sedap di kedai lokal di Narita
Menyantap bakso lidah sapi yang sedap di kedai lokal di Narita
Nikmatnya bakso lidah sapi dan kulit ayam teriyaki
Nikmatnya bakso lidah sapi dan kulit ayam teriyaki
Penampakan kedai lokal di Narita yang menyajikan makanan yang enak sekali
Penampakan kedai lokal di Narita yang menyajikan makanan yang enak sekali
Ramen dan gyoza pertama saya di Jepang
Ramen dan gyoza pertama saya di Jepang
Chef yang memasak di kedai lokal di Narita
Chef yang memasak di kedai lokal di Narita

Day 2

Penerbangan Narita — Sapporo

Hari ini saya berangkat ke Sapporo menggunakan pesawat dari maskapai Jetstar dan mendarat di New Chitose Airport sekitar jam 8.40 pagi. Saya akan berada di Hokkaido selama beberapa hari, jadi saya memutuskan untuk membeli Hokkaido Enjoy Pass yang terdiri dari 10 tiket masuk atraksi wisata di Hokkaido.

Selama di Sapporo, saya menginap di hotel WBF Sapporo North Gate. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan stasiun Sapporo, sekitar 5 menit dengan berjalan kaki.

Setelah cek in, saya menuju Horyu ramen untuk sarapan sekaligus makan siang. Di sore hari, saya mengunjungi Maruyama park dan Sapporo shrine yang lokasinya berdekatan. Dan di malam hari saya mengunjungi Sapporo TV tower dan Odari park, dilanjutkan dengan makan malam di Yoshinoya.

Highlight:

Day 3

Getting around Sapporo

Tidak lengkap rasanya jika datang ke Sapporo dan tidak menikmati kuliner seafood segar dan legendaris di Nijo market seperti kepiting “King Crab”, grilled mackerel, assorted sashimi, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya saya mengunjungi JR observatory deck yang berada di lantai 38. Dari sini saya bisa melihat pemandangan kota Sapporo yang tersusun rapi, dilengkapi dengan latar belakang gunung dan laut pada sisi yang berbeda. Untuk para pria, cobalah untuk mampir ke toilet karena kalian akan melihat pemandangan yang luar biasa indah dan romantis.

Sore hari, saya menuju Otaru, sekitar 1 jam Sapporo menggunakan kereta. Saya mengunjungi Otaru canal, Sakaimachi street, dan Otaru music box yang menjual berbagai bentuk kotak music dengan lagu yang bisa kita pilih sendiri.

Saat kembali ke Sapporo, saya mampir ke Former Hokkaido Government Office, lalu menikmati makan malam di sushi Nemuro.

Highlight:

Day 4

Explore Sapporo Day-2

Akhirnya hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Hari ini saatnya saya mencoba salah satu aktivitas outdoor musim dingin di Sapporo yakni snowmobile di Snowmobile Land Sapporo.

Bermain atau mengendarai snowmobile merupakan pengalaman seru dan keren bagi saya. Selain memacu adrenalin, karena saya berkendara masuk ke dalam hutan dengan tekstur trek yang naik dan turun, saya juga disuguhi pemandangan pepohonan dan gunung es yang sangat cantik sepanjang trek.

Jangan khawatir, masing-masing rombongan peserta ditemani oleh 1 guide dan sebelum mulai berkendara, para peserta akan di-briefing terlebih dahulu dan berlatih mengendarai snowmobile di area terbuka dan datar. Jika sudah dianggap lancar, baru akan diajak memasuki trek yang sebenarnya.

Sore harinya, saya mengunjungi Mt. Moiwa ropeway dan Shiroi Koibito park (Shiroi Koibito park). Saya menyantap makan malam di restoran ramen yang tidak jauh dari Shiroi Koibito park lalu kembali ke hotel.

Highlight:

Day 5

Sapporo — Lake Toya

Hari ini saya pindah dari Sapporo ke Lake Toya. Saya naik bus Donan dari terminal bus Ekimae jalur 10 (dekat dengan stasiun Sapporo) sampai ke terminal Toyako Onsen. Dari sini, saya hanya perlu jalan kaki sekitar 5 menit ke hotel Toya Kanko, tempat saya menginap. Kalau kamu naik bus ini, usahakan duduk di sebelah kiri dan dekat jendela, karena pemandangannya sangat bagus.

Setelah cek in, saya langsung menuju Usuzan Ropeway. Di sini ada 2 pemandangan yang bisa dilihat, yakni Usuzan crater dan lake Toya observatory. Selain itu juga ada area bermain sleding yang bisa dinikmati pengunjung secara gratis.

Selanjutnya saya menuju Lake Toya cruise. Ini juga merupakan pengalaman yang menarik, karena saya diajak mengitari dan menikmati berbagai sudut lake Toya yang sangat luas dan cantik.

Saya memesan tipe kamar Japanese-A di hotel Toya Kanko. Tipe kamar memiliki desain seperti rumah tradisional Jepang (seperti rumah Nobita) dan menggunakan tatami sebagai alas tidur. Harga kamar sudah termasuk makan malam ala Jepang yang diantar langsung ke kamar dan sarapan buffet di restoran. Dari kamar saya bisa langsung melihat pemandangan Lake Toya. Hotel ini juga memiliki fasilitas onsen yang bisa dinikmati secara gratis oleh tamu.

Highlight:

Day 6

Lake Toya — Hakodate

Saya bangun cukup pagi, karena ingin meng-explore halaman belakang hotel yang langsung menghadap Lake Toya dan sudah tertutup salju. Area lake Toya termasuk area wisata yang jauh dari kota, sehingga suasananya sangat tenang dan sangat romantis, cocok untuk bulan madu atau liburan keluarga.

Pagi ini saya naik Lake Toya cruise untuk kedua kalinya karena kelebihan membeli tiket. Walaupun naik cruise 2 kali, saya tetap menikmati pemandangan lake Toya yang cantik ini.

Setelah itu, saya naik kereta Shinkansen dari stasiun Toya menuju Hakodate. Di Hakodate, saya menginap di hotel WBF Hakodate Watatsuminoyu. Hotel ini lokasinya sangat strategis, dekat dengan stasiun Hakodate dan tram. Hotel ini juga menyediakan onsen gratis untuk tamu yang menginap.

Di Hakodate, saya mengunjungi Hakodate park, Gokako shrine, Mt. Hakodate ropeway, dan Goryokaku tower. Sebelum pulang ke hotel, saya mampir membeli burger di Lucky Pierrot dan makan nasi kari di restoran dekat hotel.

Highlight:

Day 7

Hakodate — Osaka

Setelah beberapa hari berkeliling di Hokkaido, hari ini saya pindah ke kota yang sangat jauh, yakni Osaka. Pagi ini turun hujan salju dengan angin yang sangat kencang di Hakodate, seakan Hokkaido berat melepas kepergian saya, hehe..

Saya menggunakan kereta Shinkansen dari Hakodate ke Osaka dengan total waktu perjalanan adalah 8 jam 43 menit, termasuk transit dan ganti kereta sekitar 30 menit di Tokyo.

Saat tiba di Osaka, saya langsung menuju hotel Sarasa Shin Osaka. Lalu menuju Kobe untuk makan daging sapi Kobe yang terkenal di Steakland Kobekan. Berdasarkan beberapa referensi, restoran ini termasuk salah satu yang harganya murah dan rasanya enak. Menurut pacar saya yang mencoba, rasa daging sapinya enak, tapi lebih enak lidah sapi yang dia makan di christmas market di Odari park. Selain daging sapi, restoran ini juga menyediakan menu seafood.

Setelah kenyang, saya kembali ke Osaka dan menghabiskan malam hari mengunjungi Hozenji yokocho alley, Hozenji temple, Osaka riverside, dan Dotonbori. Di sini saya mencicipi takoyaki dan ichiran ramen yang legendaris.

Highlight:

Day 8

Explore Osaka — Kyoto

Saya merasa cukup lelah sehingga memutuskan untuk bangun lebih siang. Rencananya hari ini saya akan mengunjungi Osaka castle dan Tsurumi Ryokuchi park dan kemudian pindah ke Kyoto.

Saya sangat senang bisa mengunjungi Tsurumi Ryokuchi park. Di sini terdapat pepohonan yang berjajar rapi seperti di Nami island, padang rumput yang dapat digunakan untuk piknik, dan juga ada danau yang dipenuhi dengan berbagai jenis burung dan bebek, salah satunya burung Yurikamome. Tidak banyak turis yang terlihat di taman ini sehingga suasananya sangat tenang dan nyaman, cocok untuk bersantai.

Saya lalu melanjutkan perjalanan ke Kyoto dan menginap di hotel Green Rich Kyoto Eki Minami. Sebelum menuju hotel, saya mampir di Kyoto tower karena lokasinya persis di depan stasiun Kyoto.

Karena sudah malam dan cukup lelah, saya hanya keluar untuk makan malam di Oagari. Restorannya tidak besar, namun merupakan salah satu restoran favorit untuk menyantap okonomiyaki.

Highlight:

Day 9

Explore Kyoto

Sekitar jam 9 pagi saya sudah siap untuk keluar dari hotel menuju Fushimi Inari, tempat wisata yang paling ramai dikunjungi turis di Kyoto selama 7 tahun terakhir.

Dari situ, saya ke Yumeyukata, tempat penyewaaan kimono. Saya lalu ke Yasaka pagoda dan Kiyomizudera untuk berfoto cantik dengan menggunakan kimono.

Malam harinya, saya makan di Zundouya ramen dan mampir sebentar di bekas Red Light District di Kyoto. Tempat tersebut sekarang menjadi tempat makan yang sangat ramai dikunjungi turis dan warga lokal.

Highlight:

Day 10

Explore Kyoto — Tokyo

Rencananya hari ini saya mau bangun pagi untuk pergi ke Arashiyama bamboo untuk menghindari keramaian, tapi karena masih lelah jadi baru keluar hotel sekitar jam 8 pagi. Untungnya pagi ini kondisinya hujan gerimis, jadi pengunjung yang datang belum terlalu padat.

Saat berjalan mengitari Arashiyama bamboo, tanpa sengaja saya menemukan Okochi Sanso, taman yang didesain bernuansa Jepang, banyak ditanami pepohonan, salah satunya pohon Sakura, dan terdapat beberapa gazebo tradisional juga. Konon katanya taman ini dimiliki oleh seniman Jepang. Banyak sekali spot bagus untuk berfoto di dalam taman ini, khususnya saat musim semi.

Saya juga sempat mampir ke Nonomiya shrine saat jalan kembali menuju stasiun.

Sore hari, saya naik kereta Shinkansen menuju Tokyo. Saya menginap di Cypress Inn Tokyo, dekat dengan stasiun Shin-Koiwa. Malam hari saya menghabiskan waktu di BIC Camera di Akihabara untuk berbelanja elektronik dan mainan.

Highlight:

Day 11

Explore Tokyo & Odaiba

Salah satu tempat yang ingin saya kunjungi di Jepang adalah Odaiba dan akhirnya hari ini berhasil untuk pergi ke sana. Di Odaiba, saya mengunjungi Rainbow bridge, replika patung Liberty, Aquacity, dan Divercity Tokyo plaza yang didepannya terdapat patung Gundam raksana.

Untuk para pecinta Gundam, kamu wajib datang ke Divercity Tokyo plaza karena di sini terdapat Gundam Base yang memiliki koleksi gundam yang lengkap.

Setelah puas berbelanja, saya lalu menuju Shibuya untuk merayakan pergantian tahun baru di Shibuya crossing street. Sambil menunggu pergantian tahun, saya mengunjungi Shibuya Blue Cave Illumination yang terletak dekat dengan Yoyogi park.

Terdapat beberapa panggung di Shibuya yang masing-masing diisi dengan performance dari para artis.

Highlight:

Day 12

Explore Mount Fuji

Tahun baru harus punya semangat baru. Walaupun cuma tidur beberapa jam karena abis merayakan malam pergantian tahun baru di Shibuya crossing street tadi subuh, pagi ini saya sudah siap untuk berangkat mengunjungi kawasan Mt. Fuji. Dan syukurnya cuaca sangat cerah sehingga saya bisa melihat gunung Fuji dengan sangat jelas dengan berlatar langit biru, rasanya sangat menyegarkan hati dan pikiran.

Saya naik kereta Shinkansen sampai Stasiun Otsuki, lalu berganti kereta menuju staisun Kawaguchiko. Sesampainya di stasiun Kawaguchiko, saya membeli tiket terusan untuk naik bus wisata, jadi bisa naik turun sesuka hati. Terdapat 3 jenis bus yang melayani 3 jalur berbeda, yakni jalur merah (bus wisata Kawaguchiko), jalur hijau (bus wisata Saiko), dan jalur biru (bus wisata Narusawa/ Shojiko/ Motosuko). Kamu dapat mengambil brosur yang berisi peta dan jadwal masing-masing bus saat pembelian tiket terusan.

Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya, bus tidak datang tepat waktu sesuai dengan jadwal, sehingga membuat saya menunggu lama dan tidak dapat mengunjungi banyak tempat wisata. Dan secara biaya, lebih murah untuk tidak membeli tiket terusan.

Tempat wisata yang berhasil saya kunjungi adalah Mt. Fuji panoramic ropeway, Mt. Fuji cruise, dan Kawaguchiko natural living center.

Highlight:

Day 13

Explore Shirakawa-Go

Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi saat musim dingin di Jepang adalah Shirakawago. Shirawakago merupakan desa tradisional yang terdiri dari rumah dengan gaya gassho-zukuri yang terletak di Gifu perfecture dan merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO.

Selain memiliki rumah tradisional yang menarik untuk difoto, Shirakawago juga bisa memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan masih sangat alami. Jika ingin berkunjung, sebaiknya kamu tiba di sini pagi hari agar memiliki waktu yang banyak dan puas untuk mengelilingi setiap sudut desa ini.

Malam hari saya mengunjungi Don Quijote di Shinjuku, toko yang menjual souvenir dan oleh-oleh khas Jepang. Tapi menurut saya, harganya barang di sini tidak murah dan terdapat beberapa barang yang bisa didapatkan di toko lain. Dan karena sangat ramai, jadi saya harus mengantri lama untuk membayar sehingga membuat saya tidak nyaman. Saya lebih suka berbelanja di toko oleh-oleh biasa yang juga memberikan free tax.

Day 14

Explore Tokyo

Tempat pertama yang saya tuju adalah toko koper di Ginza, Ginza Karen. Saya membeli koper karena koper yang saya bawa dari Jakarta tidak cukup untuk membawa barang-barang belanjaan selama di Jepang.

Setelah itu saya makan sushi di Tsukiji Tamasushi dan memesan Edo-style sushi. Setelah kenyang, saya lalu menghabiskan waktu untuk berkeliling dan berbelanja di Shinjuku dan Shibuya.

Day 15

Explore Tokyo

Hari terakhir di Jepang, ada satu tempat yang ingin saya kunjungi, yakni Tsukiji fish market. Di sini banyak tersedia segala jenis sashimi, seperti ikan tuna, kepiting, udang dan lainnya. Saya membeli tuna sashimi dan rasanya enak dan segar sekali.

Saya makan siang di sushi Zanmai. Sushi Zanmai cukup terkenal karena pemiliknya pernah memenangkan lelang ikan tuna seharga 3 Miliar.

Setelah itu, saya kembali ke hotel untuk mengambil koper dan langsung naik kereta menuju Narita airport untuk kembali ke Jakarta.

***

Selesai sudah liburan saya di Jepang kali ini. Rasanya sangat lelah tapi puas karena bisa melakukan aktivitas baru dan mengunjungi berbagai tempat yang memang ada dalam bucketlist saya. Nantikan artikel selanjutnya yang akan menceritakan detil perjalanan di setiap kota.