Itinerary Liburan ke Bali 3 Hari 2 Malam

Untuk kesekian kalinya saya liburan ke Bali. Pulau yang sering mendapat sebutan pulau Dewata dan pulau Seribu Pura ini memiliki keunikan tersendiri sehingga membuat saya tak pernah merasa bosan untuk datang kembali. Tak hanya terkenal akan keindahan pantainya, Bali juga memiliki objek wisata lain yang pasti akan membuat kamu betah untuk berkunjung.

Pulau Bali memiliki luas 5.780 km2 dan terbagi menjadi 4 area besar yakni Bali utara, Bali selatan, Bali barat, dan Bali timur. Masing-masing area memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Awalnya saya memiliki keinginan untuk mengunjungi seluruh area, namun sayangnya karena cuti yang terbatas, jadi saya hanya punya waktu 3 hari untuk menikmati pulau eksotis ini. Tapi ternyata dalam 3 hari, saya bisa mengunjungi banyak tempat wisata di Bali yang cantik dan menarik.

Penasaran apa saja, yuk lihat itinerary liburan ke Bali saya kali ini.

Day 01.

Bali Timur

Di hari pertama ini, kami mengunjungi daerah Bali Timur. Beberapa tempat yang kami kunjungi diantaranya:

  • Warung babi guling Pak Dobiel

    Tempat tujuan pertama yang tidak pernah saya lewatkan saat berkunjung ke Bali adalah warung babi guling Pak Dobiel di Nusa dua. Tempat makan ini mulai buka jam 9 pagi. Harga 1 porsi nasi babi guling adalah Rp 50.000.

    Kalau datang bersama rekan yang muslim, kamu bisa sarankan mereka untuk makan di warung Merta sari buana yang terletak di seberang warung pak Dobiel. Warung Merta sari buana menyajikan makanan halal seperti nasi campur bali dan ayam betutu.

    babi guling bali
    Nasi babi guling ala Pak Dobiel
  • Pasar seni Sukawati

    Kamu belum benar-benar ke Bali kalau belum berkunjung ke pasar seni Sukawati. Penampilan pasar ini layaknya seperti pasar tradisional yang ada di daerah lain di Indonesia. Perbedaannya adalah di sini kamu bisa berbelanja pakaian dan kerajinan tangan khas Bali.

    Semua barang adalah hasil karya penduduk Bali. Mulai dari kaos bergambar barong, daster bermotif bambu, tas rotan berbentuk bulat yang sangat terkenal hingga ke luar negeri, kain sarung, dan masih banyak lagi. Kamu harus pintar menawar untuk mendapatkan harga yang murah.

  • Taman Air Tirta Gangga

    Tirta gangga adalah bekas istana kerajaan Karangasem yang terletak di pulau Bali bagian timur. Taman air Tirta Gangga memiliki luas sekitar 1 hektar. Terdapat labirin kolam dan air mancur yang sekarang menjadi spot foto favorit para pengunjung. Kamu bisa memberi makan ikan yang ada di dalam labirin kolam. Untuk masuk ke Tirta Gangga, kamu harus membayar Rp 40.000 per orang dan membayar Rp 500.000 jika ingin menerbangkan drone.

    Tirta Gangga
    Memberi makan ikan yang ada di taman air Tirta Gangga
    Tirta Gangga
    Akhirnya mengunjungi Tirta Gangga
  • Pura Lempuyang Luhur

    Pura Lempuyang Luhur seringkali disebut sebagai “Gate of Heaven”. Hal ini dikarenakan letaknya yang sangat tinggi dan menghadap langsung ke gunung Agung.

    Menurut sejarah dan kepercayaan Bali, pura Lempuyang Luhur merupakan salah satu dari enam tempat sembahyang paling suci di Bali dan merupakan titik penting dari pulau ini yang dimaksudkan untuk memberi keseimbangan spiritual bagi Bali. Hingga saat ini pura Lempuyang Luhur masih digunakan untuk menyelenggarakan upacara adat dan agama.

    Pengunjung diminta untuk membayar sukarela sebagai biaya masuk. Baik pengunjung laki-laki maupun perempuan, harus menggunakan sarung saat memasuki area pura. Bagi yang tidak membawa sarung, dapat menyewa di pintu masuk dengan harga Rp 10.000.

    Dalam 2 tahun belakangan ini, jumlah pengunjung di pura Lempuyang Luhur meningkat drastis. Dan pengunjung harus mengantri kurang lebih 1 jam untuk dapat berfoto di spot “Gate of Heaven” ini.

    Pura Luhur Lempuyang
    Berlatarkan Pura Luhur Lempuyang
    Pura Luhur Lempuyang
    The Gate of Heaven
  • Taman Ujung atau Taman Sukasada

    Taman Ujung adalah taman yang terletak di banjar ujung, Karangasem. Taman ini dibangun oleh raja Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik pada tahun 1909 dan selesai pada tahun 1921. Taman ini mulanya memiliki luas sekitar 400 hektar, namun sekarang hanya tersisa sekitar 10 hektar. Kebanyakan tanah tersebut dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform. Pembangunan taman ini menggunakan jasa arsitek dari Belanda, Cina, dan Bali. Pada jaman Hindia Belanda, taman ini disebut Waterpaleis atau istana air.

    Di tengah-tengah kolam terdapat bangunan yang di dalamnya berisi silsilah kerajaan Karangasem. Pengunjung domestik hanya perlu membayar Rp 15.000 per orang, sedangkan turis mancanegara harus membayar Rp 50.000 per orang. Penggunaan drone harus membayar Rp 500.000. Taman ini juga dijadikan tempat jogging, dimana kamu hanya perlu membayar Rp 5.000, namun waktu jogging sudah ditentukan.

    Taman Sukasada
    Pesona kecantikan alam di Taman Ujung
  •  

    Taman Ujung Bali
    Duduk santai di pinggir kolam di Taman Ujung
    Taman Ujung Sukasada
    Pemandangan Taman Ujung saat menjelang hari gelap
  • Rumah makan Mak Beng

    Perjalanan hari ini ditutup dengan mengunjungi rumah makan yang juga tidak pernah saya lewatkan kalau ke Bali, yaitu Mak Beng. Mak Beng terletak di pintu masuk pantai Sanur dan selalu dipenuhi para pengunjung.

    Saat masuk ke rumah makan ini, kamu tinggal menyebutkan berapa porsi makanan yang ingin dipesan. 1 porsi makanan terdiri dari 1 ikan goreng, 1 mangkuk sup ikan kuah kuning, 1 piring nasi, dan sambal. Tapi kamu tetap bisa memesan kedua jenis ikan tersebut secara terpisah. Harga 1 porsi makanan adalah Rp 45.000.

    Mak Beng
    Ikan goreng dan sup ikan kuah kuning andalan Mak Beng

    Setelah perut kenyang dan hati senang, akhirnya saya menuju ke Sun Island Hotel & Spa Kuta, hotel tempat saya menginap selama di Bali. Proses check in sangat cepat sehingga saya bisa langsung masuk ke kamar dan istirahat.

    Saya diantar oleh staf ke kamar Deluxe pool access yang tidak jauh dari area resepsionis. Saat tiba di kamar, rasa lelah saya hilang seketika dan berubah menjadi excited melihat kondisi kamar yang sangat nyaman dan langsung terhubung dengan kolam renang. Ditambah dengan bathub yang bisa saya gunakan untuk berendam. Semuanya membuat mood liburan menjadi semakin baik.

    Sun Island Hotel & Spa Kuta
    Tempat beristirahat saya malam ini

Day 02.

Bali Selatan
  • Ayam Betutu KR

    Salah satu keuntungan menginap di daerah Kuta, adalah tersedia banyak sekali makanan khas Bali untuk dicicipi. Salah satunya adalah Ayam betutu. Hanya perlu waktu sekitar 10 menit dari hotel untuk tiba di Ayam Betutu KR. Saya memesan ayam betutu goreng, sayur plecing, dan sate lilit. Setelah kenyang, saya lalu memulai petualangan menuju Bali selatan.

    Ayam betutu
    Lezatnya ayam betutu goreng dan sate lilit di Ayam Betutu KR
  • Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

    Pada tanggal 22 September 2018, akhirya patung Garuda Wisnu Kencana diresmikan oleh presiden Joko Widodo. Patung setinggi 120 meter ini menggambarkan dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung Garuda.

    Menurut staf yang bertugas, pembangunan gedung yang menyatu dengan patung Garuda Wisnu Kencana ini masih belum selesai. Rencananya, gedung ini akan dijadikan tempat pameran seni dan budaya dari berbagai negara.

    Untuk pengunjung lokal hanya perlu membayar Rp 80.000 per orang, sedangkan untuk turis mancanegara adalah Rp 125.000 per orang.

    Garuda Wisnu Kencana
    Mengunjungi patung Garuda Wisnu Kencana
    Patung Garuda Wisnu Kencana
    Patung Garuda Wisnu Kencana yang lama
  • Pantai Green Bowl

    Pantai Green Bowl seringkali disebut hidden beach karena memang letaknya yang cukup tersembunyi dan perlu usaha lebih untuk dapat mencapai bibir pantai. Saya harus menuruni sekitar 250 anak tangga untuk sampai di pantai dan tentu saja harus menaiki sekitar 250 anak tangga kembali saat akan meninggalkan pantai. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 5-10 menit untuk sekali jalan, tergantung kondisi fisik.

    Pantai ini menjadi favorit pada surfer karena ombak yang cukup besar dan air laut yang pasang di sore hari. Area pantai yang dapat dinikmati tidak terlalu luas sehingga akan menjadi lebih sempit saat semakin banyak pengunjung yang datang.

    pantai Green Bowl
    Asik bermain di pantai berpasir putih di Green Bowl
    pantai Green Bowl
    Menikmati keindahan pantai Green Bowl
  • Pantai Gunung Payung

    Pantai Gunung Payung terletak tidak jauh dari pantai Green Bowl, bahkan sebenarnya kedua pantai ini berada di garis pantai yang sama. Sama seperti halnya pantai Green Bowl, saya perlu bersusah payah untuk melalui jalan yang berbentuk turunan dan juga puluhan anak tangga untuk melihat keindahan pantai Gunung Payung. Tapi usaha tersebut sebanding dengan rasa senang dan relax saat melihat pasir putih dan laut biru menyambut kedatangan saya.

    Pantai ini lebih sepi dibandingkan dengan pantai Green bowl. Di pantai ini cukup banyak batu karang kecil yang seringkali terlempar oleh ombak di sekitar bibir pantai. Saya sudah menjadi korban keganasan ombak yang melemparkan batu karang ke kaki saya yang langsung memar seketika. Jadi pastikan kamu berhati-hati saat sedang ombak besar.

    pantai Gunung Payung
    Indahnya pantai Gunung Payung
    pantai Gunung Payung
    Menikmati keunikan goa yang terdapat di pantai Gunung Payung
  • Pantai Suluban

    Ini kedua kalinya saya mengunjungi pantai Suluban, dan pemandangannya yang saya lihat masih sama cantiknya seperti 6 tahun yang lalu. Saya tiba saat matahari sudah mulai turun dan warna langit mulai berubah menjadi oranye. Ada 2 cara untuk menikmati sunset di pantai ini. Yang pertama adalah dengan turun ke pantai, namun semakin sore, air laut semakin pasang dan ombak semakin besar, jadi kamu perlu berhati-hati. Yang kedua adalah dengan melihat dari tebing yang terletak di atas pantai Suluban. Di sini kamu bisa melihat para surfer yang asik berselancar dengan latar belakang matahari terbenam yang indah.

    Setelah matahari sudah tidak terlihat lagi, saya segera pulang karena jalan menuju ke parkiran sangat gelap. Tidak ada lampu penerangan di sepanjang jalan tersebut.

    pantai Suluban
    Suatu senja di pantai Suluban
    pantai Suluban
    Cafe yang terletak di tebing di atas pantai Suluban
  • Nasi pedas Ibu Andika

    Perjalanan hari ini saya akhiri dengan menyantap nasi pedas di warung Ibu Andika. Warung makan ini adalah salah satu warung makan nasi pedas yang terkenal di Bali. Saat tiba, saya langsung excited melihat pilihan lauk yang tersedia. Buat kamu yang tidak terlalu kuat makan makanan pedas, sebaiknya kamu tanyakan ke pelayan untuk menu yang tidak terlalu pedas. Kisaran harga untuk 1 porsi nasi pedas dengan 3 lauk adalah Rp 25.000.

    nasi pedas Ibu Andika
    Pilihan lauk di nasi pedas ibu Andika
    nasi pedas Ibu Andika
    Menyantap nasi pedas ibu Andika

Rencana awalnya adalah saya akan kembali ke hotel lalu berjalan di sekitar hotel, karena banyak sekali toko yang menjual pernak-pernik dan oleh-oleh khas Bali. Setelahnya mau menghabiskan waktu di bar yang ada di hotel sambil menikmati suasana Kuta di malam hari. Tapi karena kelelahan setelah turun dan naik ratusan anak tangga, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat di kamar saja.

 

Day 03.

Sun Island Hotel & Spa Kuta

Hari terakhir saya di Bali, saya memutuskan untuk bersantai di hotel Sun Island Hotel & Spa Kuta dan berkeliling meng-explore setiap sudut hotel, sekalian mencari spot yang Instagrammable dan supaya bisa berbagi informasi juga di blog saya.

Salah satu tempat yang menarik adalah rooftop hotel. Dari rooftop ini, saya bisa melihat pemandangan gunung dan pantai di kejauhan. Menurut informasi dari staf hotel, dulunya rooftop ini digunakan untuk kegiatan yoga yang diadakan hotel untuk para pengunjung, yang sekarang pindah ke pinggir kolam renang.

Sun Island Hotel & Spa Kuta
Mengeksplor rooftop Sun Island Hotel & Spa Kuta

Selain rooftop, bagian menarik dari hotel ini adalah kolam renang. Kolam renang di hotel ini tidak terlalu luas, tapi cukup untuk bersantai dan menyegarkan diri. Terdapat jembatan di atas kolam renang yang membuat area ini menjadi lebih menarik.

Sun Island Hotel & Spa Kuta
Spot yang pas untuk foto Instagram
Sun Island Hotel & Spa Kuta
Menikmati staycation
Sun Island Hotel & Spa Kuta
Bersiap untuk berenang

Hal lain yang saya suka dari hotel ini adalah suasananya yang tenang dan tidak berisik. Mungkin karena kebanyakan tamu hotel adalah turis mancanegara dan mereka juga sedang bersantai sehingga tidak membuat kegaduhan.

Setelah puas berkeliling, saya lalu sarapan di restoran yang terletak di lantai 1. Terdapat cukup banyak pilihan jenis makanan yang dapat saya pilih.

Sun Island Hotel & Spa Kuta
Memasuki area restoran untuk sarapan
Sun Island Hotel & Spa Kuta
Menikmati pilihan roti dan kue untuk sarapan

Kegiatan berikutnya yang saya lakukan adalah spa. Setelah melalui perjalanan panjang kemarin, saya memutuskan untuk memanjakan diri sejenak. Saya mengambil paket traditional balinese spa.

Sebelum mulai, saya diminta untuk memilih jenis oil yang akan digunakan untuk spa. Ada greentea, lime, lavender, dan ginger lime. Saya memilih lavender yang katanya berkhasiat untuk membuat relax.

Saat dipijat selama 1 jam oleh mbak Mila, saya merasa sangat nyaman. Boleh dibilang ini adalah pijatan paling enak yang pernah saya rasakan. Ditambah suasana di ruangan spa yang sangat mendukung dengan musik seperti gamelan yang mengalun merdu membuat saya terlelap beberapa kali. Tersedia juga kamar mandi untuk berganti pakaian dan mandi setelah spa.

Bali spa
Bersiap untuk menikmati spa dari mbak Mila
Sun Island Hotel & Spa Kuta
Menikmati balinese spa

Dan sampai juga diakhir perjalanan liburan saya di Bali kali ini.

See you next time, Bali.

About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply