Pengalaman Buruk Dengan Malaysia Airlines 

Pengalaman buruk saya dengan Malaysia Airlines (MH) membuat saya ingin memceritakannya kepada orang banyak, dengan tujuan orang tidak akan mendapat kesulitan seperti yang sudah saya alami, dan semoga Malaysia Airlines dapat memperbaiki layanannya di kemudian hari.

Saya dan adik saya berencana liburan ke Taiwan. Kebetulan saat mencari tiket pesawat ke Taiwan, saya melihat tiket MH sedang promo Rp 3.800.000 PP untuk 1 orang.

Saya memang senang untuk mencoba maskapai penerbangan dan saya beranggapan bahwa Malaysia Airlines setidaknya setara dengan Garuda Indonesia karena merupakan pesawat milik pemerintah Malaysia, dan kebetulan harga tiketnya menurut saya tidak mahal. Hingga akhirnya kami memutuskan membeli tiket tersebut.

​Saya memang menghindari transit yang terlalu lama, apalagi sampai harus menginap. Menurut saya itinerary tiket ini sudah sangat pas.

Setelah melakukan segala persiapan, reservasi hotel, kendaraan, dan lain-lain, dan tinggal menunggu waktu kurang dari satu minggu untuk berangkat, saya tiba-tiba mendapat email dari Traveloka bahwa jadwal keberangkatan saya berubah.

Saya menerima email tanggal 4 Jan 2016 dengan informasi sbb:

​Kaget, bingung, dan panik. Masa saya harus menginap. Apalagi saya juga tidak mau mengeluarkan uang untuk hotel karena memang tidak direncanakan.

Saya pun coba menghubungi nomor yang tertera di email.

Bukannya semakin tenang, saya malah makin kaget karena salah sambung. Saya tanya apakah ini Call Center Malaysia Airlines? Orang yang mengangkat telfon menjawab bukan, dan saya lalu bilang maaf dan saya tutup. Saya pikir saya salah memencet nomor telepon.

Saya pastikan lagi nomor teleponnya dan saya telepon kembali. Suara orang yang mengangkat telepon masih sama. Begini percakapannya saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Saya: Apakah ini call centre dari Malaysia Airlines?
Penjawab: Mau mencari siapa?
Saya: Saya mencari customer service dari Malaysia Airlines
Penjawab: Namanya siapa ?
Saya: (bengong) mana saya tau namanya siapa.
Penjawab: #$%^%$&… (Orang yang mengangkat telepon tersebut sepertinya marah dan saya tutup teleponnya)

Sebelumnya sekitar tanggal 30/31 Des 2015, saya sempat berusaha menghubungi call center Malaysia Airlines yang berlokasi di Jakarta untuk request makanan vegetarian, namun hanya terhubung dengan operator telepon hingga 30 menit hingga telepon saya tutup.

Akhirnya saya cari nomor telepon call center dari website resminya. Dan horayy berhasil. Saya mengajukan komplain dan meminta adanya kompensasi hotel untuk menginap. Jadwal penerbangan saya dari Jakarta — Kuala Lumpur yang semula di cancel dan supaya saya tetap dapat berangkat ke Taipei sesuai jadwal, saya harus berangkat hari sebelumnya, yakni di hari kerja.

Pembatalan jadwal ini sepertinya karena jumlah penumpang yang sedikit, sangat tidak profesional sekali. Customer Service yang menerima telepon mengaku sudah membuatkan request dan saya harus menghubungi Customer Service lagi H+1 untuk konfirmasi hasilnya.

Keesokan harinya saya menghubungi Call Center Malaysia Airlines lagi, namun sepertinya sedang ada problem di MH sehingga telepon yang masuk ke Call Center sangat banyak, jadi telepon saya hanya dialihkan ke mesin. Saya sudah mencoba belasan kali, dari pagi hingga malam hari tapi tetap tidak bisa masuk.

“Stres banget, ini mau pergi jalan-jalan kok malah di repotin hal kaya gini, sih”

Keesokan harinya lagi (tanggal 7 Jan 2016) saya mencoba menelpon kembali, dan baru tersambung di siang hari. CS yang menerima telepon sangat ramah, namanya Rose. Saya menanyakan perihal keluhan yang sudah saya sampaikan. Beliau menjawab bahwa request hotel saya belum ada jawaban konfirmasinya. Saya minta tolong dia untuk memastikan saat itu juga karena saya tidak punya waktu untuk menunggu lagi.

Akhirnya setelah menunggu CS tersebut mengkonfirmasi, beliau menginformasikan bahwa saya mendapat hotel yakni di Hotel Empress Sepang. Saya juga melakukan request untuk makanan vegetarian selama di penerbangan. Sedikit lega, walau masih kacau rasanya.

​Tanggal 8 Jan 2016, hari dimana saya akan berangkat dari Jakarta ke Kuala Lumpur jam 8 malem. Tiba-tiba ada telepon masuk dari Dimas—petugas MH Jakarta—menginformasikan kalau pesawat saya dipindah. Saya bilang saya sudah tau, dan minta tolong dipastikan ada transportasi dari Bandara ke Hotel karena ternyata hotelnya tidak berada di dalam Bandara. Dan sudah dipastikan oleh Dimas kalau ada kendaraan antar jemput.

Karena masih ada pekerjaan di hari itu (tanggal 8 Jan 2016), maka saya tetap masuk kerja dan izin pulang sekitar jam 3 sore. Saat saya akan turun lift di kantor tiba-tiba ada telepon masuk lagi, dan mengaku dari MH Jakarta, tapi saya lupa nama orangnya.

Dia menginformasikan kalau penerbangan saya dipindah. Saya kaget. Penerbangan mana lagi yang dipindah. Nada bicara saya jadi tinggi. Ternyata yang dimaksud adalah penerbangan Jakarta—KL yang saya sudah tau sebelumnnya.

Lalu saya bilang, kalau mau kasih informasi juga bukan sekarang kali, saya udah keburu ketinggalan pesawat. Dan saya tanya, kenapa saya telepon ke kantor MH di Jakarta tidak pernah tersambung, lalu katanya sedang pindah kantor. OMG. Bikin naik darah aja karena ada info dari teman pernah ada kendala dengan MH dan saat itu MH juga sedang pindah kantor.

Okay begitu sampai di Bandara, proses drop bagasi normal, namun pesawat delay 25 menit.

Saat pembagian makanan di pesawat, kami diberi makanan bukan vegetarian. Saya bilang saya sudah request makanan vegetarian. Lalu pramugara meminta boarding pass saya, dan mengatakan tidak ada tanda vegetarian di boarding pass saya. Saya bilang, saya sudah melakukan request dan sudah mendapat konfirmasi emailnya. Namun tentu saja saya tidak bisa mengakses email di dalam pesawat. Layanan dari parmugara sangat kasar, tidak ada senyum, dan tidak berempati sama sekali.

What a bad experience.

Tapi kesialan saya tidak sampai disitu. Menurut informasi dari CS Malaysia Airlines, saya hanya tinggal mendatangi transfer desk dan mengambil voucher hotel.

Saat saya tiba di transfer desk, tidak ada satu orang pun disana. Cobaan apalagi ini. Saya akhirnya menghampiri CS bandara, dan menanyakan dimana saya bisa menemui petugas MH dan saya juga menceritakan masalah saya. Akhirnya petugas memberi petunjuk tempat saya bisa menemui petugas yakni di loket check-in keberangkatan. Saya harus keluar imigrasi terlebih dahulu.

Akhirnya setelah muter-muter dengan perasaan galau, ketemu juga petugas MH. Lalu saya sampaikan kebutuhan saya.

Mau tau respon mereka ? Hanya menjawab “Oh…!!

Tengok kanan kiri, muka datar, nggak ada empati, enggak ada senyum. Dan ternyata ada satu orang lagi yang nasibnya sama dengan saya. Voucher hotel yang diinfokan akan diberikan kepada saya ternyata hanya tinggal satu, akhirnya voucher itu digunakan bersama.

Begini kualitas layanan Malaysia Airlines. Bukan pesawat budget. Flagship Malaysia.

Cerita selanjutnya normal, saya diantar ke hotel untuk istirahat dan keesokan paginya dijemput kembali dan diantar ke bandara. Kualitas hotel yah okelah, nggak bagus banget tapi juga nggak jelek. Layanan pramugari saat di penerbangan Kuala Lumpur—Taipei juga ramah. Mungkin karena penumpangnya hanya sedikit, mungkin sekitar 20 orang.

​Akhirnya penderitaan saya dengan Malaysia Airlines sudah berakhir. Saya pun menikmati liburan saya di Taiwan. Sampai akhirnya tanggal 14 Jan 2016, saya kembali mendapat email dari Traveloka yang menyatakan bahwa pesawat saya lagi-lagi dipindah jadwalnya. Hais, ada-ada saja.

​Sama dengan jadwal keberangkatan, saya tidak mau transit lama dan menginap di bandara. Tapi ternyata saya masih kurang beruntung

​Harusnya saya tiba di Jakarta tanggal 20 Jan 2016 jam 11 malam, dan saya bisa pergi kerja keesokan harinya. Namun kembali lagi saya harus menginap di Kuala Lumpur.

Saya minta bantuan teman yang di Indonesia untuk menghubungi Dimas, petugas MH yang sempat menghubungi saya. Dan akhirnya Dimas memberikan nomor WA nya agar saya dapat lebih mudah berkomunikasi.

Saya bilang ke Dimas kalau saya tidak mau digeser jadwalnya, mohon ada kompensasi diganti dengan penerbangan pesawat lain atau bagaimanalah caranya.

Dimas membantu saya untuk mengajukan kompensasi, namun ternyata hasilnya tetap tidak bisa. Saya harus menginap di Kuala Lumpur. Saya harus menghubungi transfer desk lagi begitu saya tiba di Kuala Lumpur.

Saat akan melakukan check-in dan drop bagage di bandara Taiwan, antrian check-in sudah sangat panjang untuk konter MH. Memang jam mulai cek in adalah jam 1, dan waktu saat itu belum meunjukkan pukul 1. Tapi antrian sudah sangat parah panjangnya. Petugas masih dengan santai melakukan briefing sebelum mulai bekerja, dan tidak ada empati kepada penumpang yang sudah mengantri lama.

​Makanan yang disajikan di atas pesawat tidak enak, dan wajah pramugari sangatlah jutek saat saya meminta wine. Layar inflight-entertainment pun sudah rusak sehingga menjadi tidak nyaman untuk menonton film, saya akhirnya hanya mendengar lagu. Untuk pesawat sekelas Malaysia Airlines, ini sangat memalukan.

Saat tiba di Kuala Lumpur, saya buru-buru ke transfer desk, berdoa semoga masih ada orang yang jaga, dan tadaaa… ternyata ada.

Saya lalu menginformasikan kebutuhan saya, walau kualitas layanan yang diberikan tidak maksimal, saya anggap oke lah. Saya diberi voucher untuk menginap di ‘Sama-Sama Express’ dan voucher makan malam untuk 2 orang, masing-masing bernilai 20MYR dan berlaku di beberapa restoran. Petugas yang melayani memberitahukan bahwa voucher untuk sarapan dapat diambil besok di transfer desk bandara.

Saya lalu naik kereta dalam bandara menuju ‘Sama-Sama Express’ untuk menaruh barang, dan kemudian makan malam. Voucher makan 20MYR sebenernya kurang untuk harga makanan di bandara, untung saya masih punya uang ringgit, jadi tidak ada kendala untuk makan. Lalu setelah itu langsung kembali ke hotel dan istirahat.

Keesokan paginya saya check-out sekitar jam 6 pagi, lalu berjalan menuju transfer desk untuk mengambil voucher sarapan. Tapi ya standarnya Malaysia Airlines, memang ga terbiasa memberikan layanan yang baik, saya harus kesel dulu baru bisa diproses. Saya harus menginformasikan lagi kenapa saya sampai harus menginap dan berhak mendapat voucher sarapan.

Akhirnya setelah menunggu lama dan sudah mau berjalan ke boarding gate, saat saya berjalan ke loket transfer desk untuk memberitahukan sudah tidak perlu diproses lagi, petugas malah selesai menyiapkan voucher sarapan. Akhirnya saya membeli roti dengan voucher tersebut, lalu membawanya ke boarding gate.

Pesawat saya pagi itu ontime, layanan pramugari juga standar.

Begitulah kisah tragis saya bersama Malaysia Airlines, pesawat pemerintah Malaysia. Mulai sekarang saya akan menghindari Malaysia Airlines, bahkan untuk penerbangan singkat. Masih banyak maskapai lain dengan harga sama tapi pelayanan yang luar biasa.

Be Smart.

About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

45 Responses
  1. Mohammad Soleman

    Dear Mba Lynn,
    Sama juga mba, saya waktu itu terbang CGK – PER.
    Dan pesawat di cancel, namun diberi akomodasi Hotel sama-sama.
    Tapi untuk pramugari nya juga Jutek dan makanannya juga nda enak. Hanya dikasih nasi Ayam, puding jagung.

  2. Iman

    Saya juga kerja sebagai staf ground handling di Malaysia Airline,tepatnya aku di boarding gate,ketika saya mau ngasih manifest ke pesawat dimana berisi data2 paenumpang,karna ada satu panumpang yg ngkk brangkat akhirnya saya jlasin ke pramugarinya degan kasarnya dia ngomong jadi penumpang semua brapa aku jwb dia ngkk ngerti,aku jlasin lgi lalu dia kasarnya dia hempaskan dokumen itu ketempat dmna pramigari menempatkan dan menutup pintu pesawat dengan kasarnyq,sungguh pengalaman yg mengerikan,yg kodratnya seorang pramugari berjiwa yg lembut dan ramah,sungguh aku tidak akan pernah naik malaysia airline,meskipun saya kerja disana… beda sama Garuda Indonesia,Alhamdulillah ngkk Gitu

  3. sabrina

    OMG, sy sdh book MH juga tujuan HK, dr Hk nyambung Eva ke Taiwan, begitu juga sebaliknya, ya Tuhan semoga gak pake delay atau pindah jadwal dan sampai dengan selamat, Amin

  4. Far

    Boleh minta no telepon mh di jakarta gk? Saya ada penerbangan yang di tukar jadwalnya tapi sudah coba hubungi no yang ada di internet gk ada yang nyambung.

  5. Egen

    waduh ini kali pertama saya akan terbang memakai Maskapai ini, semoga pengalaman nya tidak demikian.. apalagi harus di tunda penerbangan smpe esok hari.. bisa kacau ini urusan. kalo tunda dengan majuin masih oke. kalo mundurin wahhh gmana ceritanya, jadwal saya tgl 1 maret sdh harus trekking k everest.
    tgl 28 feb 17 ini saya harus k nepal lgi krn kerjaan saya guide untk urusan pendakian dan nepal adalah surga bagi para pendaki. semoga saja tidak ada acara tunda2 keberangkatan. biasanya saya pakai Malindo sejauh ini malindo bagus.

  6. theresa

    Aku rencananya ke Taiwan 15Maret nanti. Awalnya tiket balik dibeli untuk tgl 24Maret tapi ternyata ada perubahan jadwal undur tgl 25Maret. Dari awal Januari 2017 udah diinfokan tentang perubahan tersebut. Apakah saya juga bisa klaim akomodasi hotel untuk 1 hari itu? Karena jadwal tur saya (walaupun private tour) udah berakhir tgl 23Maret. Jadi klo diundur jadwal keberangkatan balik ke indo saya mesti nginap sehari lagi di Taiwan. Kalo info perubahan diberitahukan jauh2 hari sebelum keberangkatan apa saya masih bisa dapat kompensasi? Fyi, tiket PP saya dibeli dari akhir Agustus 2016

    1. Hmm biasanya yang diberikan akomodasi itu adalah tiket transit yang membuat orang harus menginap menungg penerbangan selanjutnya.
      Tapi untuk lebih pastinya bisa menghubungi call center Malaysia Airlines.

  7. MURYATIE

    wah saya jg baru kali ini mengunakan pesawat MH jakarta – Hongkong 14 April 2017 lg, semoga gak ada perubahaan jadwal klo gak bisa bikin pusing .

  8. desy

    Saya juga udah book MH rute JKT – KL & KL-BKK buat 8 orang moga ngak ada masalah serem juga pelayanan mereka mendengar cerita dari teman teman services kurang memuaskan sebagai perusahaan jasa.

  9. salim

    Wah, begitu ya MH sekarang. Terakhir 2011 ke Bangkok transit KL, waktu itu masih lumayan premium-seharga Garuda, tapi anehnya, MH belum audio video nya sama sekali, sedangkan Garuda sudah ada. Tapi pramugarinya luwes dan ramah. Nah akhir2 ini kan MH obral tuh tiketnya, sering setengah bahkan 1/3 harga Garuda,kabarnya sudah ada audio video tiap kursi, tapi makanannya sudah tidak seenak dulu dan pramugarinya kurang ramah. Jadi penasaran. soalnya sekarang lagi promo 900 pp Jakarta KL. Ambil ga ya ?

    1. Balik lagi sih ke keperluannya, kalau hanya untuk diri sendiri dan tidak buru-buru ya ambil aja, tapi kalo kena resch jangan marah karena kan sudah tau track record nya jadi udah tau resikonya hehe..

  10. LF

    Hari gini masih aja mau pesen MH .. Mending pake Garuda Indonesia aja udah masuk 8 maskapai terbaik dunia loh dan pelayanannya sangat memuaskan .. Bahkan membantu maskapai dalam negeri untuk semakin lebih maju 🙂

  11. metha

    Kemarin baru pertama kali pakai MH buat nonton coldplay di singapore, krn yg paling murah saat itu cuma MH. Penerbangan saya harus transit KL dulu sebelum ke Changi.
    Layanan check in counternya LAMBAT banget, di Jakarta, di Changi, semua sama lambatnya. Antrian mengular sampai ke area check in counter maskapai lain. Petugasnya selow aja tuh.
    Di Jakarta, saya harus berdiri antri 1 jam utk dapet boarding pass.
    Di Changi mendingan, 45 menitan antri utk dapet boarding pass.
    Kebersihan pesawat? Kalah jauh sama Garuda.
    Kualitas makanan? So-so, kalah sama Garuda.
    Keramahan petugas dan pramugari/ra? Jangan tanya, tetep lebih baik Garuda di darat maupun di udara.
    On time performance? So-so, dr KL ke Jakarta masuk ke pesawat telat 30 menit dari jadwal keberangkatan (bukan dari jadwal boarding yah).
    MH ibarat maskapai dengan layanan full service, tapi banyak pengurangan kualitas di sana-sini, nyaris kayak budget airlines.
    Better manage your expectation on MH 🙂

    1. salim

      “MH ibarat maskapai dengan layanan full service, tapi banyak pengurangan kualitas di sana-sini, nyaris kayak budget airlines.
      Better manage your expectation on MH :)”
      Wah, pasti beda dengan MH tahun 2011 ya, waktu itu pramugari/a nya ramah dan makanannya enak meski tidak ada audio video nya untuk rute CGK-BKK via KUL. Mungkin pesawat hilang + kena roket itu masih membebani MH.
      Sangat menegangkan buat strictly schedule, cocoknya buat santai. Tak cuma MH, QR juga pernah mau mindahin waktu rute KUL-DOH penuh pasca Moto GP, tapi pas check in, kompensasi nya ditawari hotel dan upgrade, tapi saya tolak, karena kalau dipindah, penerbangan jeda ke penerbangan sambungannya DOH-IST cuma 1 jam.

  12. dewi

    apa bnr yaa kalau pakai malaysia airlines qt tdk bs early check in by web atau pun dr mobile phn? apa bnr2 hrs lsg dtg ke counter nya di badara? berarti krg canggih yaa dg maskapai yg low cost spt air asia aja qt bs web check in tanpa hrs dtg ke counter nya

    1. ade aku kisah

      Ini lah sebenarnya yang istimewa kpd pelangganya yg syarikat lain x buat….untuk menyenangkn penumpg yg tua atau muda…kalau nk chek-in sendiri boleh…kalau nk chek-in di counter pon bole…..adoiiiiaii

  13. Don Li

    emangnya masih blom belajar dari MH yg hilang dan yg di rudal di Ukraine…selama beberapa kali nail MA rute Jkt-KL so far standard2 aja servicenya. paling horor emg kalo ada perubahan mendadak pasti bakalan bete dan ujung2nya ketinggalan pesawat

  14. Sintha

    Kak lynn…ada nomor lain yg bisa dihubungi selain dhimas nggak?aku frustasi bgt dr minggu lalu nomor telp malaysia airline g pernah ada yg pick up dan nomor dhimas jga begitu. Disms g bls. WA juga nggak aktif. Alamatnya yg betul juga dmna ya kak?aku mau reschedule tiket aku soalnya. Thx

  15. Monica

    Hi Lynn,
    Boleh tanya, apa vegetarian yang disediakan MH adalah Vegetarian Oriental Meal (non bawng2an) ?
    Thanks in Advance

  16. Regina lavania

    Klo kita transit gtu ada transfer bagasi lagi ga ya? Maksudnya bagasinya dikeluarin truss kita hrus check in ulang,soalnya aku mau ke hongkong pake mh

  17. Icha

    Kayaknya penerbangan malaysia krunya sama semua.. Jutek.. Kebetulan bolak balik trs kesana.. Blm pernah dpt pramugari yg ramah.. Mau pake maskapai apapun..

  18. andrea

    Hai, mau sharing aja sih. kebetulan tgl 15 ke Penang naik MAS, untung ga delay. krunya dapet yg ramah, pilotnya juga. terus saya pesen seafood pas check-in,dikasih sesuai pesanan.
    Minusnya tv dia itu lemoooot banget,mencet2 menu itu responsenya agak lama memang. terus pas saya balik dari Penang, kan saya udah pesen seafood seperti di email tiket,tapi ga dapet karena nama ga ada di list. pramugarinya bilang harus pastiin ke konter pas check-in buat dapet menunya itu,karena suka ga dimasukin nama kita sama mereka, jadi susah nih buat yg diet atau ada pantangan tertentu. pas balik dari Penang juga, krunya malah lebih ramah dari penerbangan pergi. ya so far sih saya belum ngerasain pahitnya

  19. Angel6

    Saya tidak pernah tau pesawat delaynya lama seperti ini dan tidak jelas kapan pemberangkatamaya.sungguh mengecewakan.suami saya kemarin ingin pulang ke malaysia karena Ada urusan pagi ini.tetapi pesawat MH yg di tumpangi delay.seharusnya beliau berangkat jam 6:25 pm mereka bila delay jam 7 :20pm….itu masih masuk akal tetapi setelah boarding time mereka bilang delay lagi 10:50 pm…tidak lama kemudian mereka bilang jam 12 atau 1 AM….sungguh membuat syok karena mereka tidak tahu kapan pesawat datang dari malaysia.pas sudah jam 1 Am akhirnya kita semua diminta masuk kedalam pesawat .sudah sedikit lega meskipun kecewa.namun tidak lama mereka bilang harap semua penumpang turun.karena kita tidak bisa berangkat dan menunggu sampai besok pukul 11 am….sungguh tidak menuenangkan hati.pesawat yang di kagumi melakukan seperti ini.saya sunghuh kaget ketika suami saya tlf dan beliau bilang tidur di masjid karena menunggu hingga jam 11 am.menggapa staff tidak tahu kapan keberangkatan selanjutnya.bayangkan saya di bandara dari pukul 4:30 pm hingga 11 am .suami saya hingga memohon ke mereka untuk di berangkat kan menghiangkan pesawat yg lain .karena pagi ini jam 8 am Ada Hal yg penting .tp mereka tidak dapat melakukan apa2….dulu MH adalah pesawat favorite suami saya.tapi setelah kejadian ini….kapok dan benar2 kapok naik MH. Harusnya MH menjadi the best of Malaysia airlines. Tp menyelesaikan masalah seperti ini saya kok tidak bisa dan tidak Ada konfirmasi ketepatan keberangkatan.

    1. Wied

      cukup parah juga MH sekarang. itu bikin ragu naik MH, meski pengalaman sebelumnya OK. Btw, tiketnya murah, dulu 2011 ke Bangkok obral/sale tiket MH 2,2 jt, sekarang 2017 (6 tahun) masih segitu juga. Padahal Garuda rerata sudah naik sekitar 50%

  20. Mezza

    Pantes kok MH harganya turun draatis sekarang. Alu juga mau share aja, tahun lalu pesen tiket Thai Airwaiys buat ke bangkok krn harganya murah banget. Ternyata kejadiannya sama kaya MH, ngga hanya dipindah jam tapi sampai dipindah hari. Ribetlah jadinya soalnya udah mgajuin cuti duluan. Untung masih bisa direfund tiketnya. untuk pesawat malaysia aku prefer ke Malindo, dia low cost tapi layanannya bagus. Belum pernah kecewa selama ini benerapa kali naik Malindo.

  21. Aistazia

    aduhhh… saya udah keduluan booking untu PP ke bangkok baru baca review ini >< , semoga perjalanan saya lancar2 aja semoga maskapai nya udah memperbarui semua sistem kinerja nya juga. kirain MH udah pefect soal service dll krn milik pemerintah><

  22. Lilis

    Saya juga sudah pesan tiket pp Malaysia airlines. Boleh tanya ya. Nnti dari bbk akan trnsit di Kul selama 12jam. Apakah boleh saya mengambil bagasi dg kondisi tiket dalam satu nomor booking? Makasih

  23. Fito

    Met kenal.. sayang sekali baru ketemu website ini, dan penerbangan balik saya juga dirubah dengan transit jadi 8 jam.. hikzzz..
    pingin tanya klo transfer transit gini bagasi kita langsung ke tujuan akhir kan.. bermasalah tidak ya.. baca dari comment @Tanar jadi serem aja.. semoga tidak terjadi pada kami dan lancar.. ^^,

  24. Mini

    Baru sampai Jakarta semalem naik MH dari Phuket transit di KL. Daaannnnn… Serombongan bagasinya ketinggalan semua.. jd pulang ke rumah cm bawa tas yg di kabin. Waktu di Phuket jg 1 bagasi teman tertinggal di KL #tepokjidat

    1. Shinta

      Hi.. bagaimana dikembalikannya jika tas di bagasi yg tertinggal tsb? apakah nanti akan di kirimkan atau kita ambil lg di bandara?

  25. Kiki

    Waduh gimana nih? Saya uda beli KNO-ICN ICN-KNO. Duh semoga tidak ada apa2 deh. Ga lucu banget kalau ada masalah sementara semua jadwal uda disusun rapi

  26. Ahmad

    Alhamdulillah, pengalaman saya bulan lalu menggunakan MAS CGK-KL vv baik2 saja. Bisa dibilang memuaskan dari segi ketepatan waktu, pelayanan di pesawat dan loading bagasi di airport tujuannya semua OK. Saya menggunakan kelas bisnis dan pesan melalui traveloka, pelayanan premiumnya jg cukup bagus dengan harga promo waktu itu. Ada sedikit delay di KLIA menuju CGK sekitar 30 menit, tp menurut saya itu masih tolerable. Saya fikir memang sepertinya MAS skrg sudah berbenah. Semoga seterusnya seperti itu.

  27. renny

    hi mba.. saya juga agak kesulitan tlp call center MH, boleh diinfo kan no tlp call center yang sudah mba dapatkan?. klo tidak keberatan minta tolong diemail.. thanks ya

Leave a Reply