Jalan-jalan ke Ternate? Ini Tempat Wisata di Ternate yang Bisa Kamu Kunjungi

Senang rasanya bisa punya kesempatan untuk mengunjungi tempat baru yang ada di Indonesia. Tempat-tempat yang selama ini hanya saya ketahui dan lihat di pelajaran peta buta saat Sekolah Dasar dulu. Kali ini saya berkunjung ke Ternate dan sekitarnya. Ada yang tau di mana letak Ternate? Atau ada yang tau tempat wisata di Ternate apa saja yang menarik?

Kota Ternate merupakan kota terbesar yang berada di pulau Ternate, yang juga menjadi bagian dari provinsi Maluku Utara. Sebelumnya, kota ini pernah menjadi ibukota provinsi sementara, sebelum dipindahkan ke Sofifi pada tahun 2010.

Pulau Ternate sendiri tidak terlalu luas, sekitar 111,4 km2 (sumber informasi: Wikipedia) dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk mengitari seluruh pulau. Di sekitar Ternate terdapat beberapa pulau yang juga dapat dikunjungi dengan menggunakan kapal atau speedboat.

Untuk dapat sampai ke Ternate, saya menggunakan pesawat terbang dari maskapai Sriwijaya dan transit di Makassar. Untuk maskapai Sriwijaya, saya sarankan untuk mengambil jadwal penerbangan malam atau dini hari dari Jakarta, dan tiba di Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate sekitar jam 7 pagi.

 

Itinerary jalan-jalan ke Ternate

Nah, buat teman-teman yang pengen jalan-jalan ke Ternate, berikut saya bikinkan itinerary perjalanan saya selama 3 hari di Ternate.

​Hari pertama

Setibanya di Ternate, saya dan teman-teman sudah dijemput oleh supir, pak Ikram.
Dari bandara, kami langsung menuju Danau Tolire Kecil dan Danau Tolire Besar. Letak kedua danau ini saling berdekatan, yakni hanya berjarak sekitar 200 meter.

Saat berada di Danau Tolire Besar, kita bisa melihat danau dengan pemandangan Gunung Gamalama, Gunung merapi terbesar di Maluku Utara. Sedangkan saat berada di Danau Tolire Kecil, kita bisa melihat pemandangan pulau Hiri ataupun Gunung Gamalama sebagai latar belakang. Setelah puas, kami menuju ke hotel Austine untuk cek in.

Danau Tolire kecil
Indahnya pemandangan di danau Tolire kecil
Danau Tolire besar
Pemandangan hijau di danau Tolire Besar

Mayoritas penduduk Ternate beragama Islam. Kami datang di bulan puasa sehingga kebanyakan rumah makan tutup, dan hanya buka di sore dan malam hari. Akhirnya sebelum sampai di hotel, kami membeli nasi kuning dan nasi goreng yang dijual di tenda sepanjang jalan untuk makan siang.

Kami dijemput kembali sekitar jam 2 siang, menuju pantai Sulamadaha. Perjalanan menuju pantai Sulamadaha hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Dari tempat parkir mobil, kami berjalan kaki sekitar 50 meter menuju Hol Sulamadaha, di sinilah saya melihat pemandangan yang sangat indah. Air laut sangat jernih dan kapal yang ada hampir terlihat seperti melayang.

pantai Sulamadaha
Menuju pantai Sulamadaha
pantai Sulamadaha
Menikmati jernihnya air di pantai Sulamadaha
Pantai Sulamadaha
Bersantai di pantai Sulamadaha

​Setelah puas di Hol Sulamadaha, kami menuju pantai Jikomalamo. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menuju ke sini.

pantai Jikomalamo
Snorkeling di pantai Jikomalamo

Dimalam hari kami pergi makan ke Terminal untuk makan ikan bakar. Tempat yang wajib dikunjungi kalau datang ke Ternate. Ikan bakar yang ada di terminal ini masih sangat segar dan belum dikenai batu es. Kami memesan 2 ikan besar yakni kerapu (Goropa) dan ikan kakap. Dilengkapi dengan sayur kangkung, terong dan sambal.

Ikan bakar terminal Ternate
Pedagang ikan bakar di terminal
Ikan Goropa bakar
Ikan Goropa bakar dan sambal

Setelahnya, kami mencoba minum Air Guraka di warung tenda di seberang pantai. Air Guraka ini adalah air jahe dicampur dengan gula jawa dan ditaburi dengan kacang kenari sebagai topping. Jujur aja, saya kurang suka, mungkin karena tidak terbiasa, tapi saya percaya Air Guraka ini bagus untuk kesehatan karena terbuat dari air jahe.

Air Guraka
Air Guraka

 

Hari kedua

Kami rencananya akan mengunjungi mercusuar di Teluk Jailolo dan beberapa pulau di sekitar pulau Ternate.

Kami diantar oleh pak Ikram ke pelabuhan Mangga Dua, untuk kemudiaan berangkat menuju teluk Jailolo menggunakan speedboat yang sudah disewa untuk 1 hari. Pak Ikram ikut menemani dan membantu kami selama di Jailolo dan pulau-pulau.

Perjalanan menuju teluk Jailolo ditempuh selama 45 menit. Sesampainya di pelabuhan teluk Jailolo, kami sudah ditunggu oleh mobil sewaan yang akan mengantar kamu ke desa Bobo, tempat kami akan mulai mendaki ke mercusuar.

Pada awalnya pendakian terlihat tidak sulit, namun karena jarak yang cukup jauh, akhirnya cukup menguras tenaga dan membuat saya mengucurkan banyak keringat. Total waktu sekitar 40 menit untuk mencapai lokasi mercusuar berada. Selama pendakian, kami melewati hutan-hutan yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan.

Begitu tiba di lokasi, kami menemui penjaga mercusuar untuk meminta izin terlebih dahulu. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di puncak mercusuar. Namun kamu perlu hati-hati saat naik, karena semakin atas, tangganya semakin curam.

Dan pemandangan dari atas sini sungguh sangat cantik sekali. Ada banyak sisi pemandangan yang dapat kita nikmati.

Jailolo
Pemandangan dari mercusuar di Teluk Jailolo
Mercusuar di Jailolo
Menjajaki mercusuar di Teluk Jailolo
Jailolo
Memandangi indahnya pemandangan di teluk Jailolo
Jailolo
Sisi lain pemandangan dari mercusuar di Jailolo

​Destinasi berikutnya adalah berkeliling pulau di sekitar pulau Ternate.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah pulau Babua. Pulau ini tidak terlalu besar dan juga tidak berpenghuni. Terdapat batu karang yang membuat pulau ini menjadi lebih indah.

pulau Babua
Menikmati pemandangan pantai di pulau Babua

Berikutnya kami menuju pulau Hiri, namun sayang, ombak sedang pasang dan kami tidak bisa menepi, jadi hanya menikmati pemandangan dari speedboat.

pulau Hiri Ternate
Mengunjungi pulau Hiri

Lalu kami menuju pulau Filonga atau kadang disebut Failonga. Terdapat banyak terumbu karang di sekitar pulau ini. Ada yang masih hidup dan ada juga yang mati karena kena mesin kapal atau speedboat. Airnya tentu saja jernih, membuat saya betah untuk berenang dan main air di sini.

pulau Filonga
Pemandangan underwater di pulau Filonga
pulau Filonga
Duduk bersantai di pulau Filonga
pulau Filonga
Pemandangan spektakuler di pulau Filonga
Foto pulau FIlonga dari drone
Foto bersama dengan teman seperjalanan saat di pulau Filonga

Sebelum kembali ke Ternate, awak kapal menawarkan kami untuk berendam di air panas dan kami pun setuju. Kami akhirnya dibawa menuju pulau lain, dan diminta turun untuk menikmati air panas. Karena terlalu lama berada di laut, saya sempat bingung sedang berada di mana tapi akhirnya turun juga ke pinggir pantai. Saat menyentuh air laut, saya kaget, air lautnya terasa panas. Lalu kami jalan menuju air panas yang dimaksud, dan kami pun menemukan suatu kolam bendungan kecil, berdiameter sekitar 6 meter, dengan tinggi air kira-kira 10-20 centimeter.

Kami mencoba berendam di kolam bendungan tersebut, dan airnya sangat panas, tapi jika sudah lama di dalam air, akan terasa lebih hangat. Kebetulan ada seorang ibu warga lokal yang sedang berendam juga dan kami bercakap-cakap. Betapa terkejutnya saya, karena ternyata saya sedang berada di pulau Tidore. Air panas yang kami nikmati ini berasal dari kaki gunung merapi yang ada di pulau itu. Benar-benar suatu pengalaman yang menarik dan menyenangkan. Di kolam bendungan air panas ini, banyak warga ataupun turis yang mengikatkan tali/pita ke ranting pohon, katanya berdoa untuk meminta kesembuhan setelah berendam di air panas ini.

Setelah merasa cukup hangat, kami pun kembali ke speedboat dan menuju Ternate. Kami menikmati angin laut dari dalam speedboat sambil memandangi matahari terbenam dan langit berubah menjadi gelap.

Setibanya di pelabuhan Mangga Dua, kami kembali ke hotel untuk bilas dan istirahat dan kemudian menuju Pondok Katu untuk makan malam.

Menu kami malam ini sangat spesial yakni Kepiting Kenari. Kepiting Kenari ini hidup di darat dan senang sekali makan buah kelapa. Ukurannya biasanya sangat besar dan harganya cukup mahal.

Sebelum memesan menu makanan, kami diizinkan untuk melihat langsung Kepiting Kenari yang masih hidup, untuk kemudian memilih ukuran kepiting kenari yang akan kami pesan. Kepiting kenari dengan ukuran kecil dihargai Rp 350.000 per ekor dan hanya bisa dimasak dengan 1 jenis bumbu masakan, sedangkan yang ukuran besar dihargai Rp 650.000 dan bisa dimasak dengan 2 jenis bumbu masakan. Kami memilih saus padang dan saus tiram.

kepiting kenari
Memegang kepiting kenari yang masih hidup
Kepiting kenari Ternate
Kepiting kenari saus asam manis

Selain kepiting kenari, kami memesan cah kangkung, tumis bunga pepaya, cumi goreng tepung, dan udang goreng mentega. Semua makanan ini cukup untuk porsi 5 orang, bahkan lebih.

 

Hari ketiga

Karena kelelahan beraktivitas di hari sebelumnya, kami memutuskan untuk bangun siang, dan tidak terburu-buru untuk menuju tempat wisata di Ternate berikutnya.

Hari ini kami mengunjungi salah satu tempat wisata di Ternate yang juga wajib banget dikunjungi (meskipun semua tempat yang saya kunjungi sih masuk kategori wajib, hehe…) Kami mengunjungi Danau Laguna atau Danau Ngade.

Dari sini kita bisa melihat pemandangan danau berlatar belakang laut dan beberapa pulau yang ada di sekitar Ternate, seperti Tidore, Maitara dan lainnya. Di sini ada ayunan yang memang disediakan untuk pengunjung berfoto. Pengoperasian ayunan dibantu oleh penjaga yang usianya sudah cukup lanjut tapi sangat baik sekali. Selain ayunan, ada seperti papan kayu yang sengaja dibuat juga untuk pengunjung berfoto.

Danau Laguna
Danau Laguna dengan latar belakang pulau Tidore dan Maitara
Danau Laguna
Ayunan yang disediakan untuk berfoto dengan latar belakang danau Laguna

​Sejalan dengan Danau Laguna, kami kemudian mengunjungi pantai Fitu yang merupakan objek pemandangan yang ada di uang kertas pecahan Rp 1.000. Sayang sekali cuaca cukup buruk sehingga kami hanya sebentar saja di sini, dan kemudian kembali ke kota untuk membeli oleh-oleh.

Pantai Fitu
Pantai Fitu yang menjadi gambar di uang seribu ruipah

Oleh-oleh khas Ternate antara lain: Kue Bagea yang terbuat dari sagu, roti yang dilapisi kacang kenari, kacang kenari, abon ikan, minyak tawon, dan minyak kayu putih. Terus terang harga makanan atau barang di sini tidak bisa dibilang murah, jadi saya memutuskan untuk hanya membeli sedikit saja.

Oleh-oleh khas Ternate
oleh-oleh khas ternate

Setelah membeli oleh-oleh, kami kembali ke hotel untuk berkemas, lalu menuju bandara. Karena waktu masih banyak, kami mampir di pasar pelabuhan Dufa Dufa untuk membeli gohu ikan. Pasar ini mirip seperti pasar basah di kota-kota lain, banyak yang menjual sayur ataupun lauk yang sudah matang. Tapi hanya bisa dibungkus, tidak bisa dimakan di tempat. Akhirnya kami membeli gohu ikan dan kasbi, dan kemudian kami makan di parkiran bandara.

Gohu ikan adalah salah satu makanan khas Ternate. Biasanya dimakan bersama kasbi, yakni singkong rebus. Cara pembuatannya adalah ikan tuna yang masih segar dipotong, lalu dicuci dengan air bersih. Lalu potongan ikan tersebut direndam dengan air lemon dan garam, kemudian dicampur dengan bumbu seperti cabe rawit, bawang merah, dan kacang tanah. Terakhir disiram dengan minyak panas, dan gohu siap dimakan. Rasanya asam, asin, dan pedas, sangat segar. Saya dan beberapa teman pun membawa gohu pulang ke Jakarta untuk di makan di rumah.

gohu ikan Ternate
Gohu ikan

***

Hal-hal yang harus diperhatikan selama di Ternate:

  1. Provider yang tersedia hanyalah Telkomsel
  2. Mayoritas penduduk beragama Islam, sehingga jika bulan puasa akan sulit mencari makanan di siang hari dan saat waktu sholat Jum’at, banyak toko yang tutup.
  3. Biasakan menanyakan harga sebelum membeli makanan ataupun menyewa kendaraan.
  4. Pastikan cek perkiraan cuaca sebelum memilih tanggal keberangkatan, atau kalau sudah terlanjur, silahkan buat rencana cadangan.
  5. Tidak banyak kendaraan umum di Ternate, jadi pastikan anda menyewa mobil untuk kelancaran liburan.
  6. Ambil jadwal penerbangan malam dari Jakarta, agar tiba di Ternate pagi hari.
  7. Siapkan peralatan snorkeling sendiri karena tidak ada penyedia jasa sewa.
  8. Jangan buang sampah sembarangan karena akan merusak lingkungan.
About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.
0 Response
  1. Puput

    Selalu excited kalo baca blognya ci Lyn.. sangat menginspirasi, banyak sekali destinasi wisata Indonesia yang bisa kita kunjungi.. ditunggu postingan selanjutnya ci Lyn hehe

Leave a Reply