Mengunjungi Mt Seorak dan Naksansa Temple

Salah satu tujuan saya memilih liburan ke Korea selatan di musim dingin adalah untuk hiking di Seoraksan National Park atau yang sering dikenal dengan Mt Seorak. Waktu yang paling bagus untuk datang ke Seoraksan National Park adalah di musim gugur sekitar bulan Oktober – November dan musim dingin sekitar bulan Desember – Januari. Cuma, berhubung biasanya di musim gugur itu pengunjungnya ramai sekali, jadi saya pilih di musim dingin saja.

Seoraksan National Park terletak di luar kota Seoul. Dapat dicapai menggunakan bus antar kota menuju Sokcho dan kemudian dilanjutkan dengan bus lokal atau pun langsung dari Seoul dengan bus wisata dari agen travel. Masing-masing pilihan tentunya punya kelebihan dan kekurangan. Jika naik kendaraan umum, biayanya lebih murah tapi akan ekstra tenaga dan waktu.

Jika naik bus wisata dari agen travel, biaya sedikit lebih mahal tergantung dengan paket wisata yang diambil, tapi tentu saja akan hemat tenaga dan hemat waktu.

Saya sendiri memilih paket wisata 1 hari “Mt. Seorak + Naksansa Temple Shuttle Bus Package” dari Funtastic Korea. Andaikan saya pergi sendirian, saya mungkin akan menggunakan bus antarkota karena bisa mendapat lebih banyak experience, dan tentu saja biayanya lebih murah.

Tapi karena saya bersama mama, jadi saya memilih alternatif yang hemat tenaga dan saya juga bisa sekalian mengunjungi Naksansa Temple. Jadi buat yang tidak mau terlalu capek hanya buat transportasi, lebih baik pilih paket wisata yang ada di agen travel seperti Funtastic Korea.

Proses reservasi di website Funtastic Korea sangat mudah karena menggunakan bahasa Inggris dan pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit.

Untuk paket tour Mt. Seorak ini, dapat dilakukan pembatalan dengan pengembalian uang 100% jika dilakukan maksimal 3 hari sebelum tanggal perjalanan dan proses reservasi bahkan bisa dilakukan H-1 jam 9 pagi waktu Korea. Jadi kamu tidak perlu khawatir kesulitan untuk menyesuaikan dengan itinerary.

Terdapat 3 pilihan tempat penjemputan yakni Hongdae Station, Myeongdong Station, dan Dongdaemun History and Culture Park Station dengan jam penjemputan yang berbeda-beda. Jadi kita bisa menyesuaikan tempat penjemputan dengan lokasi kita menginap.

 

Trekking santi di Mt Seorak

Kami tiba di Seoraksan National Park sekitar jam 11 siang. Ryan, tour guide kami, membagikan tiket masuk dan mengajak kami foto bersama di landmark Seoraksan National Park. Setelah itu acara bebas dan berkumpul kembali jam 2.30 siang.

Mt Seorak — Seoraksan National Park
Foto wajib saat mengunjung Mt. Seorak
Mount Seorak
Selamat datang di Mt. Seorak
Mount Seorak
Menikmati pemandangan cantik saat menuju Biseondae section di Mt. Seorak

​Sebelumnya di bus, sudah dijelaskan mengenai jalur hiking yang ada beserta dengan perkiraan waktu tempuh untuk pulang pergi. Terdapat 2 jalur hiking yang memungkinkan untuk dipilih yakni Biseondae section dan Biryong Falls Section. Berdasarkan hasil pencarian saya di internet, akhirnya saya memilih Biseondae section karena lebih bagus dan perjalanannya lebih mudah.

Mount Seorak
Pilih rute pendakian yang ingin kamu jalani

Biseondae section yang berjarak 3 Km ini sebenarnya bisa ditempuh dalam 1 jam sekali jalan, namun karena terlalu lama foto-foto saat perjalanan naik, rombongan kami memakan waktu sekitar 1,5 jam dan akhirnya saat turun kembali ke titik kumpul agak terburu-buru karena takut terlambat.

Dalam 1,5 km pertama, kita akan melalui jalanan yang terbilang cukup rata, bahkan bisa dilalui oleh kursi roda. Namun 1,5 km berikutnya, kita akan menemui jalanan berbatu yang agak menanjak. Jangan khawatir, tidak perlu skill khusus untuk melaluinya.

Mount Seorak
Jalanan 1,5Km pertama, masih rata dan bisa dilalui kursi roda
Mount Seorak
Mama sedang mendaki jalanan yang mulai menanjak
Mount Seorak
Para pendaki di Biseondae section yang sudah berjalan arah kembali

Banyak sekali pemandangan yang dapat dilihat di sini, mulai dari pepohonan yang berjajar rapi, sungai yang sudah membeku, burung-burung dan binatang hutan lainnya yang bercanda ria dengan sesama, gunung-gunung yang berdiri kokoh nan cantik, dan banyak lagi. Saya berharap punya kesempatan untuk kembali ke sini lagi dan menikmati semua ini, tentunya dengan waktu yang lebih lama sehingga bisa hiking ke semua jalur.

 

Naksansa Temple

Naksansa temple pertama kali dibangun pada tahun 671 SM dan sudah berkali-kali hancur karena kebakaran dan perang. Pada tahun 2005, terjadi kebakaran hutan yang sangat besar dan membakar kuil ini hingga akhirnya hanya menyisakan 2 bangunan saja. Bahkan lonceng perunggu yang merupakan peninggalan dari abad ke-15 pun ikut meleleh. Bekas lelehannya masih bisa dilihat di museum di dalam Naksansa temple.

Naksansa temple
Lelehan lonceng saat kebakaran hutan tahun 2005

​Jika dilihat di peta, Naksansa temple terlihat sangat luas namun sebenarnya jarak antara bangunan tidaklah jauh. Kami bahkan hanya punya waktu 1,5 jam di sini tapi sempat mampir ke beberapa bangunan.
​Pemandangan di sini cukup unik karena langsung bersisian dengan laut. Walaupun tempat ini dipenuhi oleh turis, tapi tetap terasa tenang dan damai.

Naksansa temple
“Hongryenam” yang terletak di pinggir jurang
Naksansa temple
Mengunjungi “Uiseongdae”

Di dekat “Yeonhadang” terdapat patung Dewi Kwan Im yang berukuran sedang dan ada pancuran air yang jatuh dari botol yang ada di tangan Dewi Kwan Im. Air ini bisa diminum dan disediakan gayung kecil untuk sebagai wadah.

Naksansa temple
berfoto di depan Yeonhadang
Naksansa temple
Minum dari air yang jatuh dari botol yang dipegang oleh Dewi Kwan Im

Di sini ada kolam dengan patung Buddha di dalamnya tempat kita bisa melempar koin dan membuat doa atau permintaan. Konon katanya jika koin berhasil masuk, maka doa akan terwujud.

Naksansa temple
Mencoba keberuntungan saat melempar koin
Naksansa temple
Sisi lain kolam

Ada juga patung Dewi Kwan Im setinggi 15 meter yang dibangun selama 6 tahun 6 bulan. Selain itu, beberapa bangunan lainnya di dalam kawasan Naksansa Temple dan masih digunakan untuk ibadah dan kegiatan lainnya. Perjalanan yang sangat menyenangkan walaupun rasanya masih tetap kurang puas.

Naksansa temple
Kecantikan “Botarak”
Naksansa temple
Melihat “Jijangjeon” yang artistik
Naksansa temple
“Botajeon” yang terlihat sangat damai
Naksana temple
“Wongtongbojeon”
Naksansa temple
Saya dan mama di depan “Haesu Gwaneumsang” atau patung Avalokitesvara
Uisangginyeomgwan atau Museum Naksansa
“Uisangginyeomgwan” atau Museum Naksansa

Selalu ada alasan untuk kembali, bukan?

About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

4 Responses
  1. Carol

    Hi Lynn, apakah untuk explore Mt. Seorak hanya ada pilihan hiking? Kalo naek cable car, apakah bisa menikmati pemandangan seperti yg ada di blog Lynn ini?

Leave a Reply