Menyelami Keindahan Bawah Laut Raja Ampat dengan Discovery Scuba Diving (Jalan-Jalan ke Raja Ampat Part 3)

Picture

Snorkeling di Sawandarek

Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di dunia dan merupakan destinasi impian bagi banyak orang saat ini. Di Raja Ampat, banyak objek wisata menarik yang dapat kamu kunjungi, seperti Teluk Kabui, Hidden Bay, Piaynemo, Wayag, dan masih banyak lagi. Kamu bisa langung menikmati pemandangan indah di tempat tersebut dari atas kapal ataupun dengan menaiki bebatuan karst.
 
Namun yang membuat Raja Ampat menjadi lebih istimewa adalah Raja Ampat tidak hanya memiliki pemandangan indah di atas permukaan laut tetapi juga pemandangan bawah laut yang mengagumkan dan dapat menghipnotis banyak orang.
 
Ada beberapa cara untuk menikmati pemandangan bawah laut di Raja Ampat, diantaranya dengan snorkeling dan diving.  Lokasi snorkeling favorit di Raja Ampat adalah Sawandarek, Friwen, dan Arborek.  Karena waktu yang terbatas, saya hanya sempat snorkeling di Sawandarek dan pulai Urai, tempat saya menginap.
Di Sawandarek terdapat 2 area menarik yakni perairan yang dalam dimana kamu bisa melihat ikan warna warni dengan ukuran cukup besar berenang dengan lincahnya dan perairan yang dangkal dimana kamu bisa melihat terumbu karang yang indah dengan ikan yang berukuran lebih kecil, mencoba bersembunyi di sela-sela batu karang. Kamu bisa membawa roti atau biskuit saat snorkeling supaya ikan-ikan datang menghampirimu.

Untuk di pulau Urai, snorkeling dapat dilakukan pada jarak 3-4 meter dari pinggir pantai. Terdapat terumbu karang yang masih hidup, bintang laut, dan ikan-ikan lucu di sekitarnya. Sebaiknya snorkeling dilakukan di siang hari atau saat kondisi cuaca cerah, agar dapat melihat terumbu karang dan ikan-ikan dengan lebih jelas saat di dalam air.

Picture

Ikan-ikan di area perairan dalam Sawandarek

Picture

Memburu ikan-ikan

Picture

Terumbu karang dan ikan kecil di area perairan dangkal

Picture

Aquarium alami di Sawandarek

​Jika ingin melihat lebih dalam ke bawah laut, kamu dapat memilih opsi diving.
“Raja Ampat merupakan tempat diving terbaik di dunia, sayang sekali jika kamu tidak mencoba diving di tempat ini”, kata seorang turis Eropa yang saya jumpai di Doberai Private Island, tempat saya menginap saat liburan saya ke Raja Ampat akhir tahun lalu.
 
Pada umumnya, kamu harus memiliki sertifikat terlebih dahulu untuk melakukan diving. Tapi ada jenis diving yang tidak memerlukan sertifikat, yakni Discovery Scuba Diving (DSD). DSD memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk mencoba pengalaman diving sebelum memutuskan untuk mengambil training ataupun sertifikat diving. Dalam melakukan DSD, kamu akan didampingi oleh instruktur diving.
 
Saya merasa beruntung karena Doberai Private Island memiliki fasilitas DSD. Biaya DSD di sini adalah Rp 750.000, sudah termasuk peralatan diving, briefing mengenai diving, dan pendampingan selama diving. Lokasi diving adalah di sekitar Pulau Urai, tidak jauh dari tempat bermain canoe.

Penyelam akan dibekali tabung udara yang berisi oksigen dan nitrogen sebanyak 200 bar. Lamanya waktu diving tergantung pada ketahanan fisik dari penyelam dan ketersediaan oksigen dan nitrogen dalam tabung.
 
Saya memutuskan untuk tidak melewatkan kesempatan melakukan diving di Raja Ampat ini. Sebelum memulai diving, tentu saja saya dan teman-teman diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai kode yang digunakan saat diving karena di dalam air tidak bisa berbicara, fungsi dan cara penggunaan alat diving, dan hal-hal lain yang harus diperhatikan saat diving. 
 
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat diving :

  1. Tidak boleh menahan nafas. Berbeda dengan snorkeling, saat melakukan diving, kamu harus terus menarik nafas dan membuang nafas. Bernafas sebaiknya dilakukan secara teratur, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
  2. Saat menyelam, harus masuk secara perlahan ke dalam air dan berhenti pada kedalaman tertentu untuk melakukan equalize terlebih dulu, menyesuaikan tubuh dengan tekanan udara di dalam air, baru kemudian turun lebih dalam. Untuk hal ini, akan dipandu oleh instruktur.
  3. Memahami kode untuk berkomunikasi di dalam air. Kode yang harus diingat yakni ok, tidak ok, naik, dan turun. Saat berada di dalam air, kamu tidak akan bisa berbicara, sehingga sangat penting untuk memahami dan mengingat kode untuk berkomunikasi dengan instruktur.
  4. Tidak boleh naik pesawat selama 24 jam setelah diving, biasanya disebut dengan no flight time. Hal ini dikarenakan tubuh kamu perlu melakukan penyesuaian dan perlu waktu untuk mengeluarkan nitrogen yang ada di dalam tubuh.
  5. Jangan panik saat berada di dalam air, dan bergeraklah secara perlahan. Semakin dalam kamu menyelam, pastinya akan semakin gelap dan hening. Putarlah kepala ke kanan dan kiri secara perlahan, nikmati pemandangan bawah laut yang ada di sekelilingmu.
Picture

Mendengarkan penjelasan dari pak Bandi

Picture

Penjelasan mengenai cara penggunaan alat

Sebelum mulai diving, saya merasa sangat gugup, karena saya tidak terlalu pandai berenang dan seringkali mengalami kesulitan bernafas dalam air. Saya terus mengingat petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan.

Saya didampingi oleh instruktur diving bernama Cliff. Menurut pak Aswad Bandie, pemilik resort, saya beruntung karena bisa didampingi oleh seorang instruktur diving yang sangat ahli. Hal ini membuat rasa gugup saya jadi berkurang.

Picture

Siap-siap untuk nyebur ke air

Picture

Setelah memakai baju dan tabung diving, langkah terakhir memakai fin

Picture

Peralatan sudah terpasang lengkap dan ditarik oleh instruktur ke tempat yang lebih dalam untuk mulai diving

Saat diving, saya sempat mengalami sakit di telinga, ini adalah hal yang wajar karena adanya perbedaan tekanan udara saat berada di dalam air. Yang perlu saya lakukan adalah melakukan equalize, caranya dengan menekan hidung dengan dua jari lalu membuang nafas atau menghempaskan nafas dari hidung, sampai rasa pengang dan sakit di telinga hilang. Kendala lain yang saya hadapi adalah tenggorokan kering. Nah kalau masalah ini bisa diatasi dengan menelan ludah.
Picture

Akhirnya berhasil sampe ke dasar laut, tapi mungkin kedalamannya hanya beberapa meter

Picture

Rumput laut yang biasanya disukai Nemo

Picture

Biota laut lain yang saya temukan di bawah laut, ini kedalaman sekitar 11 meter

Tanpa saya sadari, saya diving selama lebih dari 1 jam dan sampai dengan kedalaman 11 meter, dan masih menyisakan 60 bar isi tabung udara.
Menurut pak Bandie, karena fisik tubuh saya terbilang mungil, saya tidak terlalu banyak menghabiskan udara.

Saya merasa senang bisa mendapatkan pengalaman baru dan juga merasakan sensasi snorkeling dan diving di Raja Ampat. Selain itu, saya juga tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba canoeing di pesisir pantai pulau Urai.

Picture

Pengalaman canoeing di Raja Ampat

Baca juga artikel mengenai Raja Ampat lainnya di sini.
 
Kalau ada pertanyaan, masukan, ataupun komentar, bisa meninggalkan pesan di kolom komentar. Jangan lupa untuk follow akun Instagram saya di @lynnhalianto.
 
Thanks.
 
Lynn.
About the author

I am a Travel Blogger.

Related Posts

Leave a Reply