Jalan-jalan ke Taiwan (Tanpa Tour) Part 3 : Taipei – Tamsui Riverside, Baishawan Beach, Scenic Lookout, Yehliu Geopark, Maokong Gondola, dan Shilin Night Market 

​Tamsui Riverside
 
Tamsui merupakan suatu district dimana kita bisa melihat sisi kota tua Taiwan dan juga menikmati pemandangan sungai dengan latar belakang gunung.
 
Saya berjalan kaki di sepanjang Tamsui Riverside, menikmati suasana. Disini banyak warga maupun turis yang bermain sepeda, jogging, mengajak jalan anjing peliharaan, memancing, atau bahkan hanya duduk untuk menikmati pemandangan.  Saya berpikir kalau saya punya waktu lagi saya akan datang kesini untuk bermain sepeda. Namun sayang hingga akhir perjalanan saya tidak sempat datang kesini lagi.
 
Saya juga berjalan di sepanjang pertokoan tua yang kebanyakan menjual jajanan dan souvenir. Saya sempat membeli jajanan jamur goreng, cuma rasanya kurang enak dan terlalu banyak minyak. Saya sempat mampir juga di 7-11 di area ini dan mencicipi bakso babi yang dijual di 7-11, rasanya enak dan unik.
 
How to get there:
By MRT: Naik MRT jalur warna merah hingga ke stasiun Tamsui
Picture

Dengan latar belakang kota Tamsui

​Baishawan beach dan Scenic Lookout

How to get here:
By MRT: Naik MRT ke stasiun Tamsui, lalu dilanjutkan dengan naik bus lokal nomor 622 atau 623 dan berhenti langsung di Guanyinshan National Scenic Area.
By North Coast Shuttle Bus (nomor 862) dan berhenti di Guanyinshan National Scenic Area. Rute bus adalah dari terminal Tamsui hingga Keelung Railway Station.
 
Bus ini melewati beberapa tempat wisata dimana anda dapat berhenti di mana saja yang anda inginkan.
Tempat-tempat yang dilalui bus ini adalah :
•   Qianshui Bay
•   Sanzhi Visitor Center and Gallery
•   North Coast & Guanyinshan National Scenic Area (Baishawan Beach)
•   The New Temple of Eighteen Deities (Shimen Wedding Plaza)
•   Shimen Arch
•   Yun Garden
•   Juming Museum
•   Jinshan (Old Street)
•   Shitoushan Park (Jinbaoli Historic Trail)
•   Jiatouli (Hot Springs)
•   Yehliu Geopark
•   Guihou Fishing Harbor
•   Green Bay
•   Dawulun Tourism Factory
•   Keelung Railway Station
 
Anda sebaiknya mencari informasi mengenai tempat-tempat tersebut terlebih dahulu. Saya hanya berhenti di beberapa tempat yang menurut saya bagus karena adanya keterbatasan waktu.  Anda dapat membeli tiket terusan (single trip) seharga NT200, atau anda dapat menggunakan EasyCard.
 
Pemberhentian pertama saya adalalah Guanyinshan National Scenic Area. Disini saya mengunjungi Baishawan beach dan Scenic lookout. Untuk masuk ke sini tidak dipungut biaya. Tidak banyak pengunjung yang datang kesini, mungkin karena tidak banyak yang tau lokasi ini.
 
Baishawan beach tidak terlalu istimewa karena pasir pantainya agak hitam dan air pantai juga tidak terlalu biru. Namun karena pantai ini bersih dari sampah-sampah dan juga sangat luas membuat pantai ini tetap indah dan pantas dikunjungi.
 
Berjalan kaki sekitar 300 meter dari Baishawan beach, kita dapat menemui Scenic Lookout. Dari Scenic Lookout kita dapat melihat Baishawan beach secara keseluruhan. Kita juga dapat melihat pantai dan hamparan padang rumput. Tempat ini sangat indah untuk dinikmati dan juga utnuk berfoto dan rasanya sangat tenang dan nyaman berada di sini. Sekali lagi kalau saya punya waktu saya akan datang lagi kesini.
 
Setelah puas berfoto di Scenic Lookout, saya kembali ke pemberhentian Bus tempat tadi saya turun dan menunggu bus no. 862 lagi. Saya menunggu cukup lama hingga bus akhirnya tiba. Saya lalu buru-buru naik ke dalam bus.
Picture

Antrian menunggu bus

Picture

Baishawan beach

​Yehliu Geopark

How to get here:
By North Coast Shuttle Bus (nomor 862) dan berhenti di Yehliu Geopark.
Rute Bus adalah dari terminal Tamsui hingga Keelung Railway Station.
 
Sebaiknya saat anda naik bus, anda menginformasikan ke supir bus dimana anda ingin turun sehingga supir bus dapat memanggil anda jika sudah sampai tempat tujuan.
Di dalam bus juga sebenarnya ada rute perjalanan bus tersebut dan informasi secara online pemberhentian saat itu, namun dalam bahasa Mandarin, jadi bagi saya tidak terlalu membantu.
Pemandangan di sepanjang jalan menuju Yehliu Geopark adalah pantai dengan banyak batu besar. Terlihat banyak penduduk yang memancing dan piknik di sepanjang jalan ini.
 
Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, supir menginformasikan bahwa saya sudah sampai di Yehliu Geopark dan saya pun buru-buru turun. Jangan lupa untuk menempelkan EasyCard anda saat naik dan turun dari bus. Begitu turun dari bus, saya sempat bingung dimana sebenarnya lokasi Yehliu Geopark tersebut karena saya diturunkan dipinggir jalan raya. Supir bus yang melihat kebingungan saya berusaha membantu dengan menunjuk ke satu arah.
Seakan paham, saya menganggukan kepala dan kemudian berjalan ke arah yang ditunjuk oleh supir bus yang sudah berlalu.
 
Saya harus berjalan sekitar 600 meter masuk ke dalam jalan yang cukup besar (bisa dilalui 2 mobil) hingga akhirnya sampai di Yehliu Geopark. Di luar kawasan Yehliu Geopark terdapat tempat parkir luas dan juga pasar kecil tempat penjualan souvenir, snack, buah, dan jajanan lain. Saya sempat mampir membeli jajanan karena lapar.
 
Harga tiket masuk ke Yehliu Geopark adalah NT80 per orang. Setelah membeli tiket, anda langsung saja berjalan ke arah gerbang masuk.
 
Yehliu Geopark terkenal dengan pemandangan bebatuan yang terkena erosi laut, dimana beberapa spot berada sangat dekat dengan laut sehingga wisatawan dihimbau untuk menaati peraturan yang ada. Terdapat garis merah yang merupakan batas aman wisatawan untuk berdiri.
 
Batu yang terkena erosi laut tersebut ada yang berbentuk menyerupai Queen’s head, Dragon’s Head Rock, fairy’s shoe dan lain-lain.  Banyak sekali wisatawan yang datang kesini, hingga cukup sulit untuk menemukan latar belakang foto yang bagus tanpa ada bocor di sana sini.
 
Saat hari mulai gelap, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Rencananya saya ingin naik Maokong Gondola saat senja, namun sepertinya langit keburu gelap. Saya berjalan kaki lagi ke tempat dimana saya turun dari bus tadi. Berdasarkan informasi dari tourist information center di Yehliu Geopark saya harus menaiki bus nomor 1815 untuk kembali ke kota Taipei. Di sepanjang perjalanan pulang, saya melewati bangunan rumah penduduk yang sangat kuno, sekolah, dan pertokoan. Ada hal yang menarik perhatian saya di sini, semua sekolah yang saya lihat di Taiwan memiliki lapangan basket yang sangat banyak, minimal ada 3 lapangan basket dengan luas lapangan normal (bukan 3on3).
Picture

Ujung jalan dimana supir menurunkan kami

Picture

berjalan kaki menuju Yehliu Geopark

Picture

Wihara yang dilewati saat berjalan ke Yehliu Geopark

Picture

my snack was still be prepared

Picture

Area Yehliu Geopark dari kejauhan, dipenuhi oleh turis

Maokong Gondola
 

How to get here:
By MRT : Naik MRT jalur warna Coklat hingga stasiun MRT Taipei Zoo
 
Begitu tiba di Taipei Zoo station, saya berjalan keluar stasiun dan berjalan kaki ke arah kiri ke lokasi gondola sekitar 300 meter.
 
Untuk naik gondola, saya harus naik hingga ke lantai 4 atau 5. Karena saya memiliki Easy card jadi saya tidak membeli tiket gondola. Terdapat 2 jenis gondola yakni crystal cabin dan yang biasa. Harganya sama saja yakni NT50, jadi saya memilih yang crystal cabin.
 
Maokong Gondola terdiri dari 3 titik pemberhentian hingga sampai ke Maokong station. 3 titik pemberhentian tersebut memiliki ketinggian yang berbeda. Kita dapat naik dan turun di pemberhentian mana saja, tetapi saya memilih turun di titik terakhir supaya tidak perlu mengantri lagi.
 
Maokong gondola merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Taiwan. Sangat disayangkan saya datang di malam hari sehingga pemandangan kota yang seharusnya bisa terlihat dari gondola tidak bisa saya nikmati. Saya hanya bisa melihat lampu-lampu di kota Taiwan. Tapi rasanya tetap menakjubkan, trust me.
Sangat dianjurkan untuk naik gondola bersama kekasih.
 
Sesampainya di titik terakhir, Maokong Station, saya keluar untuk melihat apa yang ada disana. Ternyata hanya ada beberapa tempat makan dan kondisi disekitarnya juga gelap. Akhirnya saya memutuskan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
 
Untuk pulang, saya harus kembali ke Taipei Zoo station untuk kemudian naik MRT kembali ke hotel. Terdapat 2 pilihan untuk mencapai Taipei Zoo station, yang pertama dengan naik gondola lagi dan membayar NT50, namun antriannya sangat panjang. Kedua dengan naik minibus no. 15 seharga NT15. Karena hari gelap dan bus tidak kunjung datang, saya hampir putus asa dan akan mengantri naik gondola, namun tidak lama saya menunggu saya bertemu orang Taiwan dan saya mencoba menanyakan bus tersebut. Orang Taiwan ini sangat lancar berbahasa Inggris, boleh dibilang lebih baik ketimbang saya, dia membantu saya untuk mengecek jam kedatangan bus, dan menemani saya hingga bus tiba.
Saya senang karena memutuskan naik bus, karena bisa melewati jalan yang berbeda. Jalan yang dilalui oleh bus berliku-liku, sempat melewati beberapa kafe dan restaurant hingga akhirnya tiba di Taipei Zoo station.  Lebih hemat dan menambah pengalaman.

​Shilin Night Market

How to get there:
Naik MRT dengan jalur warna merah dan turun di stasiun Shillin lalu jalan kaki sekitar 200 meter.
 
Shillin night market tidak kalah terkenal dengan Ximen night market, malah bisa dibilang lebih ramai penjual dan pengunjung, dan jam operasionalnya lebih larut malam ketimbang Ximen night market.
 
Begitu tiba di Shilin Night market, saya yang tadinya kakinya sudah mulai pegel, langsung bahagia dan antusias melihat toko-toko yang menjual pakaian, jajanan makanan, orang-orang Taiwan yang berpenampilan trendi lalu lalang.
 
Saya dan adik saya langsung terbawa suasana untuk melihat-lihat baju dan aksesoris yang dijual di pasar malam tersebut. Shilin night market lebih ramai, lebih padat, lebih bervariatif dan murah harga barangnya dibandingkan dengan Ximen night market. Pasar malam ini juga tutup lebih malam dibandingkan dengan Ximen night market. Saya pun akhirnya memborong beberapa pakaian, takut nyesel kalo ga beli. Kata orang, mending nyesel beli daripada nyesel nggak beli hahaha.. dasar wanita.
 
Di sini saya mencoba dessert kekinian, es serut yang bentuk es nya unik. Kafe nya ramai sekali, namun pelayanannya tetap bagus. Saya juga ikut-ikutan membeli jepitan rambut kekinian, yang kalo dipakai di Jakarta pasti dikira orang aneh, but I enjoyed it.  Kami jalan-jalan disini hingga jam 11 lewat, sebelum pulang sempat mampir beli sosis dulu.
 
Sebelum pulang, saya search di Google Maps dulu untuk mencari jalan ke stasiun MRT karena terus terang, begitu sudah di dalam Shilin night market, saya seperti anak hilang, keasikan dan sudah tidak tahu berada di gang yang mana. Tadinya niatnya kembali ke stasiun MRT Shilin, tetapi ternyata lebih dekat jalan kaki ke stasiun MRT Jiantan. Dari stasiun MRT Jiantan, kami naik MRT hingga ke stasiun MRT Ximen, keluar melalui exit 6 dan jalan kaki sekitar 400 meter hingga ke Hotel. Tidak terasa jauh karena sambil melewati Ximen night market dan masih ramai orang.
 
 
Lynn.
About the author

I am a Travel Blogger.

Related Posts

0 Response
  1. DEDDY SANTOSO

    kemarin habiskan berapa hari tour di taiwan ?
    ada rekomen gak bulan brp bagus ke taiwan
    klo ada WA ke 0811 7777 782
    thank’s 🙂

Leave a Reply