Jalan-jalan ke Taiwan (Tanpa Tour) Part 1 : Seputar Taiwan

Setiap orang pasti punya impian dan harapan, sama halnya dengan saya. Beberapa tahun yang lalu tanpa sengaja saya melihat acara jalan-jalan di salah satu channel TV, dimana pembawa acara sedang melakukan pencarian taman bunga Sakura di tanah Taiwan. Hal ini menarik perhatian saya, karena selama ini yang saya tau jika ingin melihat bunga sakura saya harus pergi ke Jepang. Mulai dari saat itulah saya memiliki impian untuk dapat melihat bunga Sakura di Negeri Taiwan.
 
Jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan mungkin tidak sebanyak negara lain seperti Jepang, Korea, Thailand, atau bahkan Indonesia, namun bukan berarti Taiwan tidak menarik untuk dikunjungi.
 
Saya jamin jika warga Indonesia yang berpikiran maju datang ke Taiwan, maka mereka akan betah karena dalam berbagai hal, hidup di Taiwan seperti kebalikan dari Indonesia. Negara ini sangat bersih, bebas polusi, masyarakat berperilaku sopan dan ramah, aman bagi turis, transportasi sangat memadai (cenderung luar biasa), Internet cepat dan fasilitas umum yang lengkap.
Pilihan tujuan wisata juga sangat beragam, mulai dari pemandangan pantai, gunung, taman bunga, theme park, kuliner, pasar malam, bangunan bersejarah, dan masih banyak lagi.

Kali ini saya berkesempatan menikmati waktu 12 hari untuk berkeliling Taiwan. Banyak cerita seru dan mengesankan. Perjalanan ke Taiwan ini akan saya bagi ke dalam beberapa bagian. Penasaran seperti apa Taiwan? Ikutin terus perjalanan saya.
 
Untuk berlibur ke Taiwan, warga Indonesia membutuhkan Visa. Informasi mengenai pengajuan Visa Taiwan dapat dilihat di artikel Cara Mendapatkan Visa Taiwan.
 
Seperti Indonesia, Taiwan terdiri dari banyak sekali kota. Beruntung saya bisa mengunjungi beberapa kota atau area yang memang terkenal dan mudah dijangkau. Kota atau area yang sempat saya kunjungi adalah Taipei, Taichung, dan Nantou.
 
Mata uang yang digunakan di Taiwan adalah NTD (New Taiwan Dollar). Anda dapat membeli di Indonesia atau membeli langsung di bandara Taiwan (dengan USD).
 
Saya menggunakan Malaysia Airlines (MH) untuk perjalanan kali ini. Saya transit  sekali di Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur ke Taipei memakan waktu sekitar 5 jam.

​Saya mendarat di Bandara Internasional Taoyuan sekitar jam 3 sore. Sambil jalan menuju ke imigrasi, saya membeli simcard lokal di toko di dalam Bandara seharga NT800 untuk penggunaan internet unlimited selama 15 hari. Simcard langsung dipasang dan diaktifkan oleh penjual sehingga anda dapat langsung menggunakannya. Ada 3 toko yang menjual simcard dengan provider yang berbeda, anda bisa memilih sesuai kebutuhan anda.

​Antrian imigrasi saat itu sangat panjang, kebanyakan merupakan wisatawan dari Korea dan Jepang.
Setelah berhasil melewati imigrasi, anda akan melihat beberapa counter bank yang menawarkan penukaran mata uang (bank notes). Saya sendiri membeli sebagian di Indonesia dan sebagian lagi menukar di bandara Taiwan dengan USD.

Picture

Counter yang menjual simcard lokal di Bandara

Picture

Antrian Imigrasi

Picture

Papan kurs

Picture

NTD

​Ada beberapa pilihan transportasi dari Bandara ke kota. Saya sendiri memilih bus karena lebih murah dan bisa turun tidak jauh dari hotel tempat menginap. Setelah mengambil bagasi, saya langsung menuju loket pembelian tiket bus Kuokuang. Anda tinggal menyebutkan lokasi tujuan anda dan penjaga loket akan menyebutkan harga tiket bus. Saya membeli tiket bus ke Taipei Main Station seharga NT125 dan kemudian menunggu bus di line 5.

Di Taipei, saya menginap di Good 9 Stay Inn, di daerah Ximending. Hotel terletak di bangunan ruko. Interior hotel bagus dan bersih. Dilengkapi dengan wifi di setiap kamar dan air minum yang dapat diambil sendiri. Resepsionis lancar berbahasa inggris.

Karena saat tiba di hotel sudah malam, saya menghabiskan waktu berjalan-jalan di Ximending Night Market. Night market ini sangat ramai, banyak orang-orang berjualan, pertunjukan jalanan, dan yang paling penting dan terkenal dari Taiwan adalah jajanannya.

Makanan yang terkenal di Taiwan antara lain omelet oyster, crispy fried chicken, bubble tea, smelly toufu, baked oyster, dan masih banyak lagi. Saya menuliskan dalam bahasa Inggris karena tidak ingin mengsalahartikan nama makanan tersebut.
Night market tutup sekitar jam 11 malam.

Picture

Daftar Bus yang dapat digunakan dari Bandara ke tempat tujuan

Picture

Tiket Bus Kuokuang dari Bandara Taoyuan ke Taipei Main Station

Picture

Good 9 Stay Inn

Picture

Interior Hotel

Picture

Bagian dalam kamar di Good 9 Stay Inn

Picture

Pertunjukkan jalanan

Picture

toko di Ximen Night Market

Picture

Sosis Babi

Picture

Omelet Oyster

Transportasi darat yang dapat digunakan di dalam Taiwan adalah Bus dan Kereta, selain sewa mobil.
 
Taiwan Bus sendiri dapat melayani dalam kota dan antar kota, juga terdapat beberapa private tour bus yang dapat di pesan per orang.
 
Di Taiwan terdapat 3 jenis kereta, yakni Mass Rapid Transit (MRT), Taiwan Railway Administrasion (TRA), dan Taiwan High Speed Rail (THSR).
MRT pun ada 2 yakni Taipei Metro dan Khaosiung Rapid Transit System. Sesuai namanya MRT tersebut digunakan untuk kebutuhan transportasi di dalam kota masing-masing, Taipei dan Khaosiung.
 
Untuk perjalanan antar kota, anda dapat memilih antara TRA dan THSR. THSR lebih cepat dan tentu saja lebih mahal dibandingkan dengan TRA. Namun tidak semua tujuan kota memiliki kedua jenis kereta ini, anda dapat melakukan pengecekan di :
 
http://twtraffic.tra.gov.tw/twrail/English/e_index.aspx
 
http://www5.thsrc.com.tw/en/
 
Saya sendiri mencoba semua jenis kereta dan beberapa jenis bus. Untuk pembelian tiket kereta TRA dan THSR dapat dilakukan secara online sebelum hari keberangkatan, dan memang sebaiknya seperti itu jika anda sudah menetapkan ittinerary, karena saya sempat membeli tiket THSR secara langsung dan saya kehabisan tiket “reserved seat” dan bahkan kelas bisnis, sehingga supaya tidak membuang waktu saya harus membeli tiket “unreserved seat”.
Reserved seat maksudnya anda sudah memesan tempat duduk di kereta. Unreserved seat maksudnya anda tidak dapat memesan tempat duduk di kereta. Terdapat beberapa gerbong kereta yang disediakan untuk unreserved seat. Anda harus mengantri bersama penumpang lainnya, dan kebanyakan akan berdiri di dalam kereta. Kereta sendiri hanya berhenti sebentar di setiap stasiun sehingga jumlah penumpang unreserved seat yang dapat masuk tidak banyak. Akibatnya, anda mungkin harus menunggu beberapa kereta sebelum mendapat kesempatan naik. Saya sendiri sempat berdiri di dalam kereta sekitar mungkin 30 menit, baru akhirnya mendapat tempat duduk setelah beberapa kali pemberhentian dimana penumpang sudah banyak yang turun.
 
Selain itu, dengan membeli tiket secara online, anda juga menghemat waktu untuk mengantri tiket, diskon 5% untuk TRA dan diskon hingga 35% untuk THSR untuk jadwal tertentu.
Cara pembelian tiket kereta TRA secara online dapat di baca di sini

Cara pembelian tiket kereta THSR secara online dapat dibaca di sini

​Untuk menggunakan MRT atau bus di dalam kota, anda hanya perlu membeli Easy card (seperti Flazz BCA). Terdapat 2 jenis Easy card, yang depositnya dapat dikembalikan dan tidak dapat dikembalikan. Untuk Easy card yang depositnya tidak dapat dikembalikan memiliki banyak gambar dan dapat dibeli di banyak tempat, seperti bandara dan convenience store. Easy card yang depositnya dapat dikembalikan dapat dibeli di mesin di dalam stasiun MRT. Pembelian dilakukan sendiri di mesin (seperti ATM). Untuk top up bisa melalui mesin atau convenience store. Easy card selain dapat digunakan untuk pembayaran MRT dan Bus juga dapat digunakan untuk belanja di convenience store atau tempat-tempat wisata seperti Maokong Gondola. Jadi tidak perlu antri beli tiket Gondola, hanya perlu menempelkan Easy card di barier.
Salut dengan pemerintah Taiwan, Easy card tidak hanya dapat digunakan di Taipei melainkan seluruh Taiwan. 1 kartu untuk segala transaksi.
Untuk pengembalian Easy card dapat dilakukan di customer service yang ada di stasiun MRT setelah anda selesai menggunakannya, dan deposit sebesar NT100 akan diberikan tunai.
Di kota Taichung tidak terdapat MRT, sehingga saya harus naik Bus untuk dapat berjalan-jalan. Dari stasiun THSR Taichung Station ke Taichung Station (kota), saya tempuh dengan menggunakan bus no. 82. Saya tidak perlu membeli tiket karena tinggal menempelkan Easy card saat naik dan turun. Kualitas bus disini sangat bagus, ber-AC dan bersih, hanya anda tidak boleh lelet karena seperti kereta, supir bus hanya akan membuka pintu bus beberapa saat lalu menutupnya kembali. Setelah saya perhatikan, ternyata hal ini untuk memastikan jadwal bus tetap on schedule. Di setiap pemberhentian bus terdapat daftar bus yang akan berhenti disitu, dan ada informasi online mengenai jam kedatangan bus tiba di halte tersebut. Jadi anda dapat mempersiapkan diri dan tidak ketinggalan bus, atau justru mengganti nomor bus yang akan anda gunakan agar dapat berangkat lebih awal.
Saya agak kaget pada saat melihat saldo Easy card saya saat turun di Taichung station (dari THSR Taichung Station). Saldonya tidak berubah dari terakhir saya gunakan. Tapi karena tidak dalam kondisi santai jadi saya abikan saja, saya pikirkan nanti.
Dari Taichung Station ke VIP Hotel tempat saya menginap di Taichung saya tempuh dengan berjalan kaki sekitar 400 meter melewati pertokoan.
Hingga saat ini saya belum sempat menanyakan mekanisme biaya tiket Bus ke resepsionis, karena rata-rata perjalanan saya menggunakan bus di dalam kota Taichung gratis, ada 1 tujuan yang hanya membayar NT5. Gratis dengan bus AC dan bersih. Super WOW.

Jika ingin kembali ke bandara (Taoyuan), anda juga dapat menggunakan bus Kuokuang. Anda hanya perlu pergi ke Taipei Main Station lalu ke exit M5. Setelah berada di exit M5, anda berjalan kaki ke arah kanan sekitar 300meter hingga menyeberangi jalan, dan anda akan menemukan terminal bus Kuokuang.
Jangan takut nyasar karena disitu banyak sekali orang. Anda dapat menggunakan Easy card untuk membayar bus atau membeli tiket, jika Easy card anda sudah dikembalikan. Harga tiket bus NT125.  Perjalanan ke Bandara sekitar 1 jam. Anda harus memastikan akan turun di terminal 1 atau 2 sesuai maskapai penerbangan Anda.

Cerita perjalanan selama di Taiwan masih panjang, dan saya lanjutkan di part selanjutnya. Don’t miss it.

See you.

​Lynn.

About the author

I am a Travel Blogger.

Related Posts

0 Response
  1. Siao yang

    Mantap sis infonya….lanjutannya mana sis…kalo bisa minta sahre itinerary komplitnya dong ke email xiao.yeoh.com
    Thanks ya..ditunggu lanjutannya

  2. Bachtiar Loka

    Hi Sis,
    Boleh minta saran tempat wisata yang bagus di Taiwan apa saja?
    Kebetulan saya akan visit Taiwan, mau coba ambil 2 hari spare buat jalan jalan sendiri.
    Kalau saya cuma bisa bahasa Hokkian dan tidak bisa baca huruf Mandarin bisa kesulitan nggak ya?
    Thanks.

    1. Lynn

      Taiwan itu lusa banget, ada beberapa kota yang cukup terkenal yakni Taipei, Taichung, Hualien, dan banyak lagi.
      Wisata yang menurut saya otentik Taiwan adalah Taroko di Hualien, Sun Moon Lake, Cingjing farm di Taichung.
      Kalau yang di dalam Taipei sendiri bisa mengunjungi Longshan temple, ferris wheel miramar, shilin night market.
      Untuk bahasa tidak terlalu masalah karena saya juga tidak bisa mandarin sama sekali. sebagian besar penduduk Taiwan khususnya Taipei, fasih berbahasa inggris.

    1. Lynn

      Bus yang langsung turun di Ximen station nggak ada. Saran saya turun di Taipei Main Station lalu naik MRT ke Ximen Station hanya sekitar 5-10 menit.

  3. R

    hi, saya ada rencana ke taiwan awal tahun,tapi sendiri. dan saya perempuan. tapi saya ada kenalan yang tinggal disana yang kemungkinan bisa di hubungi. apa tidak apa2 utk jalan2 solo traveler perempuan? mohon saran juga ya 🙂 thank you

    1. Lynn

      Hai R,
      Taiwan aman kok uituk solo traveler, transportasi dan akomodasi pun sangat memadai. Tips aja kalau solo traveler sebaiknya sudah punya plan itinerary jadi nanti ga bingung mau kemana dulu hehe..
      Feel free to contact linawaty.halianto@yahoo.com kalau may nana libel detail.
      Thanks.

  4. Lina

    Hi, Sis Lynn..saya boleh minta itin 12 harinya ? karna kebetulan tahun depan ada plan kesana juga sekitar 12 harian.. saya baca blog sis lengkap banget ini penjelasannya detail jadi bisa ada bayangan nanti saya kesana, ngebantu banget… kalau sis berkenan boleh kirim ke oilwine_cannot_bebroken@yahoo.com, makasih ya sis 🙂

  5. astari

    Hi Lynn,
    Thank you atas sharingnya, OK banget buat saya yang belum ada pengetahuan soal Taiwan. Keep in touch ya. Nanti saya minta konsultasi sedikit ke email dirimu 🙂
    Many thanks.

  6. Dea

    Lynn bisa minta itin 12 harinya, bln peb mau pergi ke Taiwan, tapi blom pengalaman nih, baiknya ke kaoshiung dulu atau ke taipei?

  7. Dewi

    Hai Lynn, salam kenal ya. Thank You info transportnya. Mau tanya dong kalau bawa orang tua apakah memungkinkan ya transport di sana, saya ragu2 antara ikut tour atau pergi sendiri. Habisnya dengar2 kalau ikut tour suka diburu-buru sedang mama jalannya ga bisa cepat. Jadi kepikiran mau jalan sendiri

    1. Lynn

      Hai.. untuk transport di Taipei sangat memadai. Tapi kalau ikut tur biasanya kan sudah disediakan bus, sehingga tidak perlu pusing untuk mencari jalan. Rasanya kalau tur pasti ditungguin kalo ga bisa jalan cepat, cuma waktunya aja yang memang ga seleluasa kalau pergi sendiri.

  8. wisnu

    Hai Lynn, saya sudah baca tulisanmu, it is very complete and informative. thanks ya.. anyway saya lagi ada di Taiwan nih.. tepatnya di Taoyuan, tapi karena ini tugas kantor, saya cuma punya waktu 4 hari free disini, lumayan lah.. ada saran ga biar free days saya efektif, terus apa aja yang masuk kategori “must buy”, “must try”, and oleh-oleh buat anak kantor..hehe. sekali lagi terima kasih.

    1. lynn

      Hi Wisnu,
      Maaf banget saya baru baca komennya… Pasti udah pulang ke Jakarta lagi ya hehe.. gimana jalan-jalan di Taiwannya ?

  9. Alan

    Kak mau tanya. Ini kakak jalanw sendiri apa bareng temen gt? Kalo solo traveller bisa gak ya kak?
    Ohiya kak, sekalian mau minta itunnya boleh? Hehe makasih kak 🙂

  10. henny

    haii lynn
    salam kenal ya
    saya tertarik baca perjalanan kamu ke taiwan
    kebeneran saya juga ada rencana juni 2018 kesana tapi cuma 8 malam
    boleh saya minta itt kamu ? thx yaa

  11. vera

    Hi Lynn, saya renc mau ke taiwan sendiri thn dpn. Jaauhkah jarak dari taipei ke kaoshiung, apa hrs nginp di tempat berbeda? blh minta itnerary?
    Thx before.

  12. ayyi

    hai linny, bulan mei-juni ada planning nyoba taiwan krn visa udh approved juga….sendiriannya aja…ada temen bareng ga ya ? hehe
    thanks yaa

    1. lynn

      Hey ayyi,
      Wah congrats sudah dapet visa untuk berlibur. Taiwan sangat ramah akan turis, jadi ndak ada masalah untuk solo travelling. Selamat berlibur.

Leave a Reply