Jalan-Jalan Ke Pulau Flores (Itinerary Dan Informasi Biaya Wisata Flores, Indonesia Timur)

Picture

My dream come true, Lynn at Padar Island

​Jatuh cinta pada pandangan pertama, seperti itulah yang saya rasakan saat melihat foto pemandangan di Pulau Padar, Flores tahun 2015. Pemandangan yang begitu indah dan tiada duanya, membuat saya langsung ingin berangkat dalam waktu dekat. Namun ternyata harga tiket pesawat untuk sampai ke tempat ini tidaklah murah, dan jalur penerbangannya pun harus dengan transit di kota lain. Selain itu, akomodasi dan rute perjalanan ke sana agak sulit untuk di-arrange sendiri.
 
Seperti biasa, berusaha mengajak teman untuk travelling bersama, dan sudah biasa pula kalau jadwalnya tidak pernah cocok, hehe.. Waktu terus berlalu, sampai akhirnya saya memutuskan untuk tetap pergi. Beruntung saya menemukan berbagai macam tawaran open trip di internet, dan akhirnya memilih satu diantaranya yakni Fun Adventure. 
​Saya memilih jadwal open trip tanggal 19-24 September 2017 dengan paket Sail Komodo dan Overland Flores. Saya berangkat tanggal 17 September ke Labuan Bajo dan pulang dari Ende tanggal 25 September 2017. Cutinya 5 hari kerja, tapi liburannya bisa jadi 9 hari.
 
Saya daftar open trip bersama 2 orang teman saya, kami berangkat dan pulang bersama-sama. Di trip ini, kami bergabung bersama 12 orang lainnya. Sempat khawatir karena ini merupakan pengalaman pertama saya ikut open trip, namun ternyata orang-orangnya yang ikut asik banget, dan kami masih berteman hingga saat ini.
 
Karena liburannya cukup lama dan sangat banyak yang pengen diceritakan, jadi saya akan tulis dalam beberapa artikel. Di artikel ini saya akan share itinerary lengkap dan biaya yang dikeluarkan, sedangkan detil liburannya menyusul dalam artikel berikutnya ya…
Picture

Terongers

Day 1
 
Berangkat dari Jakarta menuju Bali dengan pesawat AirAsia, dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo dengan pesawat baling-baling dari NAM Air. Tiba di Bandara Labuan Bajo sekitar jam 4 sore waktu setempat, kemudian dijemput oleh pihak Hotel Sunset Hill.  Sore hari itu kami habiskan dengan menikmati pemandangan dari balkon kamar yang langsung menghadap ke pantai dan matahari terbenam.
 
Malam hari, kami makan di Kampung Ujung. Di sini kebanyakan restoran menyajikan seafood. Harganya terbilang tidak murah, namun juga tidak terlalu mahal. Jangan lupa nawar ya.  Yang hobi foto, jangan lupa bawa kameranya, karena bisa foto-foto ikan yang dipajang dengan warna menarik.
 
Setelah itu kami kembali ke hotel dan menghabiskan malam dengan memandang bintang di langit.
Picture

Balcony view from Sunset Hill

Picture

Banyak yang tanya, itu pemandangan beneran atau lukisan, dan jawabannya adalah …

Picture

Ikan-ikan segar di Kampung Ujung

Picture

Pemandangan sunrise dari balkon kamar

​Day 2
 
Bangun tidur ku lihat laut, sungguh bahagianya hidup ini, haha… Fix alay!
Naik bembem alias sepeda motor yang udah disewa sejak malam sebelumnya, kami berangkat menuju Goa Cermin. Karena sinyal GSM di sini rada susah, temen-temen saya yang cerdas itu sudah ready dengan GPS offline mode, jadi kami bisa berpergian dengan cukup tenang, walaupun ya kotanya juga tidak terlalu luas.
 
Kenapa namanya Goa Cermin? Karena pada jam 10 siang, ada sinar matahari masuk ke dalam goa dan memantulkan cahaya seperti cermin. Buat yang pengen kesini, usahakan di pagi hari supaya bisa melihat langsung sinar matahari itu.
 
Setelah puas berfoto-foto di sini, kami meluncur ke Warung Mama untuk makan siang, lalu menghabiskan waktu siang yang panas, kami nongkrong di CAFÉ.IN.HIT Coffee shop. Menurut teman saya yang penikmat kopi, kopi di sini enak. Dan yang terpenting, wifi-nya kenceng banget, dan juga tempat ini bagus untuk foto-foto narsis.
 
Sore hari kami pergi ke Bukit Cinta dan Bukit Sylvia. Di Bukit Cinta, biasanya banyak muda-mudi yang pacaran, makanya dinamakan Bukit Cinta. Sedangkan Bukit Sylvia, karena dekat dengan Sylvia Resort, dinamakan Bukit Sylvia. Terus terang, tempat-tempat ini belum banyak pengunjungnya sehingga sangat nyaman sekali untuk dieksplorasi. Kami menghabiskan waktu hingga sunset di tempat ini. Pesan buat teman-teman, sebaiknya segera pulang ketika langit mulai gelap, karena cukup sulit turun dari bukit dan tidak ada penerangan sama sekali.
 
Makan malam kami di Le Pirate. Untuk design interior sangat menarik dan nyaman untuk nongkrong bersama teman, namun service-nya lamban, rasa makanannya sangat kurang, dan harganya cukup mahal.
Picture

Goa Cermin

Picture

Gini nih kalo udah di dalem

Picture

Bukit Cinta

Picture

Bukit Sylvia atau Sylvia Hill

Picture

Asik nongkrong di CAFE.IN.HIT

Picture

My bodyguards

Day 3
 
Tiba waktunya untuk memulai liburan dari paket wisata yang sudah kami bayar.
Kami dijemput di hotel, lalu diantar ke pelabuhan dan langsung naik ke kapal. Kami bertiga merupakan peserta yang pertama kali tiba di kapal. Sambil menunggu peserta lainnya, kami mondar-mandir untuk mengeksplor tata letak kapal dan juga foto-foto pemandangan dan kegiatan orang-orang di sekitar kapal.
 
Setelah semua peserta tiba di kapal, kami pun memulai perjalanan.  Kami akan berlayar selama 3 hari 2 malam dan mengunjungi banyak pulau. Hari ini kami mengunjungi pulau Kanawa dan pulau Gili Lawa. Kami menikmati sunset dan bermalam di pulau Gili Lawa.
 
Selama di kapal, kami ditemani oleh 4 ABK (Anak Buah Kapal) dan 1 orang guide dari Fun Adventure. Terus terang, di sini para ABK lebih banyak berperan membantu daripada guide.  Para ABK ini yang menyediakan sarapan, makan siang, makan malam, dan cemilan untuk kami, dan juga mengantar kami turun ke darat menggunakan kapal kecil karena kapal utama tidak mungkin bisa menepi terlalu dekat ke daratan. Para ABK ini senantiasa membantu kami dan menyediakan apapun yang kami butuhkan.
 
Don’t judge the book by its cover. Istilah ini pas digunakan saat kalian bertemu mereka dan tahu bahwa merekalah yang akan memasak makanan selama perjalanan di kapal. Awalnya saya pikir, makanan di kapal akan sangat simpel dan asal layak untuk dimakan. Namun ternyata saya salah, makanan yang dihidangkan rasanya tidak kalah dengan rasa masakan di restoran ternama, dan juga sangat bervariasi, pastinya melebihi kemampuan memasak saya. 
Picture

Welcome to Kanawa Island

Picture

Sore hari di pulau Gili Lawa

Picture

Beautiful girl with beautiful sunset haha..

Picture

Lunch pertama.. Lezat bukan ?

Day 4
 

Kegiatan hari ini diawali dengan hiking ke salah satu bukit di pulau Gili Lawa untuk menikmati sunrise. Lalu dilanjutkan ke Manta Point, tempat yang dideklarasikan untuk melihat Manta berkeliaran. Abis puas kejar-kejaran sama Manta, next stop adalah pulau Gosong, Pink beach, pantai Namo, dan akhirnya bermalam di sekitar pulau Padar.
Picture

Morning view from Gili Lawa

Picture

Hello Manta.. Right from my Xiaomi Yi camera

Picture

Pulau Gosong atau pulau Gusung

Picture

Not so Pink beach

Picture

Lynn on vacation (Pantai Namo)

Day 5
 

Destinasi yang ditunggu-tunggu sejak awal akhirnya dikunjungi juga, pulau Padar. Nggak seperti penampakan di foto-foto orang selama ini, yang sepi dan nggak ada pengunjungnya, justru kebalikannya, ramai banget dan harus antri untuk foto di spot tertentu.  Untuk naik dan turun ke puncak bukit juga butuh perjuangan. Tapi worth it kok dengan pemandangan yang disajikan alam buat kalian, hehe…
 
Destinasi berikutnya adalah pulau Rinca, nah di sini lah saya akhirnya bisa melihat komodo hidup secara langsung. Komodonya gede banget, beratnya bisa mencapai 100 kg. Di sini mereka berkeliaran dan hidup bebas, jadi hati-hati kalo kesini, kalian harus ditemani oleh Ranger (guide).
 
Pulau terakhir yang kami kunjungi adalah pulau Kelor. Pulaunya kecil, sepi, tapi panasnya luar biasa, pastiin sunblock sudah on point ya guys.  Setelahnya kami kembali ke kota Labuan Bajo dan menginap di L Bajo Hotel dan makan malam di Kampung Ujung, tempat yang sama saat kami pertama kali tiba.
Picture

Hello from Padar Island

Picture

Komodo Island.. Look at the island on the right, it looks like komodo

Picture

The real Komodo Dragon

Picture

The Hottest Kelor Island

Picture

Lunch terakhir..istimewa..

Day 6
 

Masih dalam kondisi setengah oleng, karena kelamaan di kapal jadi sering berasa masih goyang hehe.. Subuh sekitar jam 3 pagi, kami melanjutkan perjalanan darat menuju Manggarai Barat, ke desa Denge untuk berikutnya hiking menuju desa adat Waerebo.
 
Kami makan siang di Waerebo Lodge di desa Dintor. Makanannya enak, hanya tempatnya kecil dan tempat duduknya terbatas sehingga kami harus menunggu tamu sebelumnya untuk selesai terlebih dahulu, kemudian buru-buru makan karena sudah ada tamu berikutnya.
 
Mobil Elf yang kami tumpangi berhenti di desa Kombo. Desa ini bisa dibilang versi moderen dari desa Waerebo, tempat anak-anak kecil keluarga dari desa Waerebo bersekolah. Dari sini, kami naik ojek sekitar 2 km dengan membayar Rp 25.000 sekali jalan. Ojek akan mengantarkan kita sampai ke titik awal pendakian ke desa adat Waerebo. Jarak pendakian kurang lebih 5 km.
 
Kami bermalam di desa Waerebo, di salah satu rumah warga yang memang dikhususkan untuk tamu.

Day 7
 

Pagi ini kami punya waktu bebas untuk berkeliling di sekitar desa adat Waerebo. Mengambil foto dari atas sehingga dapat terlihat ke-7 rumah adat tersebut. Kami sempat berinteraksi dengan pak Alex sebagai ketua desa. Beliau sangat ramah kepada semua pengunjung yang ingin berbincang dan berfoto bersama. Kami juga sempat bercanda dengan anak-anak kecil dan ibu-ibu yang ada di sana.
 
Sangat menyenangkan bisa berada di sini. Namun sayangnya waktu kami tidak banyak, kami harus segera turun karena akan melanjutkan perjalanan ke Ende untuk melihat Danau Kelimutu.
 
Kami kembali makan siang di Waerebo Lodge. Di sini kami juga mengambil kesempatan untuk mandi karena memang cuaca sangat panas sehingga membuat kami berkeringat.
 
Dari sini kami menuju perkotaan untuk melihat sawah yang bentuknya seperti spider web, atau sering disebut Sawah Lingko. Istirahat dan makan malam di Spring Hill resto sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Ende. Kami bermalam di mobil.
Picture

Waerebo from the above

Picture

Faces of Waerebo

Picture

Sisi lain Waerebo

Picture

Sawah Lingko yang menyerupai spider web

Day 8
 

Akhirnya tiba di Danau Kelimutu, walaupun dengan kondisi kurang fit karena tidak bisa istirahat sepenuhnya di sepanjang perjalanan menuju kemari.
Danau Kelimutu sering disebut Danau Tiga Warna karena memiliki 3 warna berbeda, yakni merah, biru, dan putih.
 
Perjalanan dilanjutkan menuju museum Bung Karno, namun sayang sekali museum tersebut tutup di hari Minggu, sehingga kami akhirnya pergi ke Taman Bung Karno. Taman ini merupakan tempat merenung Bung Karno saat Beliau diasingkan. Di sini, Bung Karno berpikir mengenai perlu adanya dasar negara yang dapat mengakomodir berbagai keragaman di Indonesia, hingga akhirnya terwujudlah Pancasila.
 
Akhirnya berakhirlah perjalanan bersama Fun Adventure. Setelah makan siang terakhir, peserta diantar menuju bandara Ende, kecuali bagi peserta yang extend, termasuk saya, kami diantar menuju hotel masing-masing.
 
Saya dan kedua rekan saya menginap di Dasi Guesthouse. Tempatnya cukup bagus dan harganya murah. Cukup untuk beristirahat 1 malam saja menunggu penerbangan pulang keesokan harinya.
 
Kota Ende terbilang sepi dibandingkan dengan Labuan Bajo. Kendaraan umum di sini hanyalah angkot, dan tentu saja kami tidak tahu rutenya. Jadi kami yang masih tersisa, sekitar 10 orang, memutuskan untuk men-carter angkot untuk berkeliling kota Ende, sekaligus makan malam. Kami ke Depot Pantai Ria untuk minum es campur dan makan pisang goreng, belanja oleh-oleh kripik singkong Madani, dan makan malam di Pari Karo.
Picture

Danau Kelimutu

Picture

Different angle of Kelimutu

Picture

Taman Bung Karno

Day 9
 

It’s time to go back. Penerbangan dari bandara Ende menuju Jakarta, transit di Kupang. Sempat keluar bandara untuk makan siang di restoran Se’I babi Aroma dan chill out di Beer and Barrel sambil menunggu penerbangan lanjutan menuju Jakarta. Dan akhirnya berakhirlah liburan kali ini.
Picture

Spotted a great float at Beer and Barrel

Picture

Babi Se’i Aroma

​Berikut besarnya biaya yang saya keluarkan sepanjang liburan :

  1. Paket Sailing and overland Flores dari Fun Adventure Rp 4.050.000
  2. Tiket pesawat Jakarta – Labuan Bajo (Air Asia + Nam Air) Rp 1.055.000
  3. Tiket pesawat Ende – Jakarta ( Garuda Air) Rp 1.432.000
  4. Sunset Hill hotel, Labuan Bajo Rp 844.000/ 2 malam
  5. Sewa motor Rp 70.000/ motor/ 24 jam
  6. Makan malam di Kampung Ujung Rp 280.000/ 3 orang
  7. Tiket masuk ke Goa Cermin Rp 10.000
  8. Makan siang di warung Mama Rp 45.000
  9. Jus + carrot cake di CAFÉ.IN. HIT Rp 60.000
  10. Makan malam di Le Pirate Rp 130.000
  11. Beli kopi biji dan kopi bubuk di Waerebo Rp 60.000/ bungkus
  12. Kain khas NTT yang ukuran kecil Rp 150.000 (kalau ga salah ingat)
  13. Sewa angkot di Ende Rp 40.000/ orang
  14. Makan malam di Pari Koro Rp 40.000/ orang
  15. Minum es campur + Pisang goreng di Depot Pantai Ria Rp 35.000/ orang
  16. Beli oleh-oleh kripik Madani, harga kisaran Rp 10.000 – 20.000/ bungkus
  17. Dasi guesthouse Rp 150.000/malam
  18. Makan siang di Se’I Aroma Rp 254.000 (sekalian bungkus bawa pulang)
  19. Beer and Barrel Rp 89.000
  20. Taksi di Kupang Rp 47.000
  21. Tips ABK dan Guide Rp 100.000

Total biaya yang saya pribadi keluarkan adalah Rp 9.131.000 All in.
 
Saya sangat menikmati liburan ini karena pemandangan alamnya yang luar biasa indah. Saya juga mempelajari sejarah dan budaya dari tempat-tempat yang saya kunjungi. Tak lupa, belajar menghargai dan mensyukuri ciptaan Tuhan.
 
Penasaran pengen tau detail cerita liburannya? Stay tune at www.im-lynn.com or check my Instagram account @lynnhalianto.
 
Buat yang pengen nanya-nanya seputar liburan ini, ataupun liburan saya yang lain, feel free email ke linawaty.halianto@yahoo.com.
 
Thank you for reading.
 
Lynn

About the author

I am a Travel Blogger.

Related Posts

0 Response

Leave a Reply