Jalan-Jalan ke Padang dan Bukittinggi (Part 3-The end)

Karena hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, jadi kami memberikan waktu kepada teman yang ingin beribadah terlebih dulu di Mesjid.
Kami berangkat agak siang sekitar jam 11. Kami singgah terlebih dahulu di tempat oleh-oleh Kripik Pedas Nan Salero. Kripiknya enak dan ternyata bisa dipesan dari Jakarta dengan membayar ongkos kirim.
 
Rute hari ini adalah menuju beberapa pulau di Padang. Titik kumpul untuk naik kapal menuju pulau adalah Pantai Caroline, Bungus. Untuk perjalanan ke pulau, saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu. Terdapat beberapa macam paket perjalanan dengan harga yang bervariasi.
Paket yang saya ambil adalah perjalanan ke 3 pulau yakni Pulau Pagang, Pulau Pamutusan, dan Pulau Pasumpahan. Harga untuk paket ini adalah Rp 285.000 per orang sudah termasuk transportasi ke pulau, makan siang 1x, jaket pelampung, watersport (banana boat), dan foto underwater.
 
Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Pagang. Karena sudah siang jadi kami langsung menyantap nasi bungkus yang sudah dibeli crew saat masih berada di Bungus.
Setelahnya kami asik menikmati pantai dan pulau-pulau di sekitarnya. Ada yang main air, ada yang langsung set tripod untuk foto, ada yang duduk di kursi menikmati pantai, dan lain-lain.
Karena kami semua memang sudah akrab, kami pun senang menghabiskan waktu bersama disini.
Jangan melewatkan sesi main banana boat dan foto underwater. Memang panas banget, tapi kan udah sampe sini, ya gapapa menghitam sedikit hehe.. semoga nanti balik putih lagi.
Picture

Welcome to Pulau Pagang

Picture

Dermaga One

Picture

Underwater photo, abaikan tanggal yang ngaco hehe..

Picture

Airnya jernih banget

Picture

one fine day

Picture

Last warrior

Jam 4 sore kami pindah dari Pulau Pagang ke Pulau Pamutusan, letaknya persis di seberang, jadi hanya memakan waktu 5-10 menit. Pulau ini lebih sepi dibanding pulau Pagang karena memang bibir pantai di pulau ini lebih sedikit dibanding pulau Pagang.
Disini kami diajak naik ke atas bukit untuk melihat pemandangan pantai dan pulau dari ketinggian. Ada beberapa teman yang ragu-ragu untuk naik karena merasa berat, namun begitu tiba di atas, pasti langsung puas dengan pemandangan yang terlihat dari sini, sungguh mencengangkan.
Pemandangannya tidak kalah dengan pemandangan seperti di Pulau Padar, Flores
Picture

Pulau Pamutusan

Picture

Pemandangan dari Pulau Pamutusan

Picture

Hello again..

Begitu puas berfoto-foto, kami buru-buru melanjutkan perjalanan ke pulau terakhir yakni Pulau Pasumpahan. Fokus kami adalah ingin mem-foto sunset. Diperjalanan menuju pulau Pasumpahan, kami melewati pulau Suwarna Dwipa. Tadinya kami minta singgah di pulau tersebut, namun info dari crew jika ingin mendarat di pulau, harus ada retribusi per masing-masing peserta. Karena keterbatasan waktu juga akhirnya kami tidak jadi singgah dan hanya berfoto di atas perahu di depannya.
Begitu tiba di Pulau Pasumpahan, kami buru-buru mengambil tempat untuk foto Sunset.
Pulau ini sangat luas dan tersedia penginapan jika ingin menginap. Terdapat ayunan di pinggir pantai seperti di pulau Gili Trawangan Lombok.
Namun karena memang waktu singkat dan langit semakin gelap, kami harus segera kembali ke Bungus. Di perjalanan menuju Bungus, angin sangat kencang dan ombak cukup tinggi, akibatnya beberapa orang, termasuk saya, harus menutupi diri dengan kertas koran agar tidak terlalu basah terkena hempasan air. Perjalanan kembali terasa sangat lama karena kami semua sudah kelelahan.
Picture

Pulau Pasumpahan

Picture

And Sun was getting down

Begitu tiba di Bungus, kami langsung berangkat menuju tempat makan, Karena sudah bosan makan masakan Padang, kami diantar makan seafood oleh supir.
Makanannya enak tapi juga cukup mahal, jadi sebaiknya anda hati-hati saat memilih menu. Menurut saya kurang worthed, mendingan di Bandar Djakarta.
Setelah kenyang makan kami kembali ke hotel dan beristirahat.
 
Keesokan harinya, karena sudah kelelahan dan merasa gosong, kami putuskan hari ini kami hanya akan berkeliling kota Padang.
Kami diantar oleh supir untuk membeli oleh-oleh atau souvenir. Disini dijual kain songket dari yang harganya murah hingga jutaan rupiah. Selain songket, toko ini juga menjual souvenir kecil seperti kaos, dompet, sandal, dan lainnya yang bertuliskan atau bercorak khas Padang.
Saya membeli kaos yang harganya hanya Rp 28.000, hanya untuk kenang-kenangan. Kualitas dan cutting kaos tidak terlalu bagus.
Karena kelompok kami adalah kelompok pecinta kuliner, kami pun singgah di tempat makan es duren yang katanya terkenal di Padang, tapi saya tidak suka duren, jadi saya minum jus buah Naga.
 
Salah satu masakan Padang yang khas adalah Gulai kepala ikan. Kami pun penasaran ingin mencoba yang asli di Padang. Namun kurang beruntung, karena masih suasana Hari Raya Idul Adha, banyak restoran yang masih tutup. Kami akhirnya makan siang di restoran Lamun Ombak. Namun rasa makannya standar menurut saya, lebih enak Gulai kepala ikan di restoran Medan Baru, Jakarta, hehe.. mungkin karena kondisi restoran sangat ramai.
 
Sambil menunggu waktu berangkat pulang ke Jakarta, kami menyempatkan diri nongkrong di warung kopi dan mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya. Jangan ngaku sudah datang ke Padang kalau belum datang kesini. Pemandangan disini juga sangat bagus, didukung oleh langit yang sedang cerah. Namun perlu diingat, disini sangat panas, jadi bagi yang takut hitam, boleh membekali diri dengan sunblock atau baju panjangnya.
Picture

Kubik Koffie

Picture

Chocolate cake

Picture

Kubik Koffie ini punya tempat untuk berfoto yang banyak

Picture

Pemandangan dari Jembatan Siti Nurbaya

 Selesai sudah perjalanan hunting foto sekaligus liburan saya dan teman-teman di Sumatera Barat. Sumbar memiliki pemandangan yang sangat bagus, atraksi atau kegiatan pemuda yang sangat menarik untuk di foto dan dipelajari , Budaya pekerja keras yang luar biasa serta makanan yang enak-enak.
 
Tunggu apalagi, booking tiket pesawat-mu segera dan ENJOY. 

If there any question, feel free send email to linawaty.halianto@yahoo.com.
Don’t forget to visit and follow my Instagram at @lynnhalianto.

Many thanks.

Lynn