Jalan-Jalan ke Padang dan Bukittinggi (Part 2)

Lokasi wisata yang menarik dan sangat terkenal di Bukit Tinggi adalah Ngarai Sianok. Ngarai Sianok sering juga disebut sebagai Great Wall Bukittinggi.
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh.
Ngarai Sianok yang dalam jurangnya sekitar 100 m ini, membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m, dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau—hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal)—yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau ) yang airnya jernih. Di zaman colonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai karbouwengat atau kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.
Picture

Pemandangan di sekitar Ngarai Sianok

Picture

Ngarai Sianok

Tidak jauh dari Ngarai Sianok terdapat Terdapat objek wisata yang tidak kalah terkenal yaitu Lembah Takuruang. Anda bisa parkir di Taruko Caferesto, dan kemudian masuk ke area café dan menikmati pemandangan lembah Takuruang. Batu besar sebagai fokus dan air sungai yang jernih sebagai foreground.
Café ini dulunya dibangun oleh investor luar negri, namun setelah habis masa sewa tanah, café ini kemudian diambil alih oleh pemilik tanah.
Picture

Lembah Takuruang

Picture

sekeliling Cafe Taruko

Picture

Kasir Cafe Taruko

Picture

Cafe Taruko bagian dalam

Picture

which way ??

Picture

Lembah Takuruang

Picture

masih di sekitar Lembah Takuruang

Tidak afdol rasanya jika berkunjung ke Bukittinggi tapi tidak mencicipi nasi Kapao. Nasi Kapao mirip serupa dengan nasi padang, namun menurut orang lokal, cita rasa lauk pauk Nasi Kapao berbeda dengan nasi padang.
Tempat paling happening untuk menikmati Nasi Kapao adalah di Pasar Bukittinggi. Dari luar pasar ini seperti pasar pada umumnya yang menjual banyak sekali pakaian bekas dengan harga yang sangat murah, namun jika anda terus berjalan ke dalam, anda akan menemukan tempat makan yang menjual Nasi Kapao. Disini tidak hanya ada 1 penjual Nasi Kapao, tapi banyak sekali. Anda tinggal memilih akan duduk di Nasi Kapao Uni yang mana. Ya, disini semua pemilik tempat makan Nasi Kapao dipanggil Uni. Notes : Anda harus aktif mencari tempat duduk dan memesan makanan karena pengunjung disini sangat ramai dan agresif untuk makan, hehe..
Picture

Pasar Bukittinggi

Picture

Pemandangan dari Pasar Bukittinggi

Picture

Kondisi di dalam pasar

Picture

Nasi Kapau Uni Er

Picture

Pedagang Nasi Kapau dadakan

Picture

arghhh sedap

Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke Payakumbuh. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Karena memang Sumatera Barat terkenal dengan alamnya, di Payakumbuh pun objek yang kami kunjungi adalah lembah bernama Lembah Harau.
Jika memiliki banyak waktu anda bisa mengeksplore tempat ini lebih dalam. Saya hanya berhenti di 2 titik, yakni Lembah Echo dan Wisata Harau. Di Lembah Echo, kami memarkir mobil di pinggir jalan, sedangkan Wisata Harau memang merupakan tempat yang dikelola untuk tujuan turis. Di Wisata Harau terdapat banyak atraksi, rumah gadang, masjid, jajanan makanan dan minuman.
Picture

Lembah Harau

Picture

Masih di Lembah Harau

Picture

Lembah Echo..jika anda meneriakkan sesuatu maka suara anda akan seperti memantul

Picture

Pemandangan di Wisata Harau

Picture

Rumah Gadang di Wisata Harau

Karena mengejar waktu ke lokasi berikutnya, kami pun tidak berlama-lama disini.
Kami segera menuju daerah bernama Lubuk Bangku untuk memotret objek yang rasanya sudah terkenal hingga ke luar negri yaitu Kelok 9.
Lokasi Kelok 9 yang kami kunjungi merupakan lokasi yang baru dibuat, sebenarnya terdapat Kelok 9 yang orisinil, namun karena lebih mudah untuk memotret disini, maka kami pun kesini.
Karena memang sudah terkenal, maka warga local tidak mau ketinggalan untuk mencari keuntungan. Mereka sudah membangun tenda masing-masing untuk berjualan mie instant, popmie, jagung bakar, es kelapa, dan lain-lain.
Tujuan foto kami adalah slow speed, jadi kami menunggu langit sedikit gelap sehingga kami dapat membuat garis-garis dari lampu mobil yang lalu lalang.
Tips untuk foto kelok 9 :
1. Bawalah tripod
2. Gunakan lensa wide
3. Set kamera Tv mode dengan lama waktu 5-10 detik
4. Cari spot foto yang nyaman dan membuat Anda leluasa

Seperti kebanyakan fotografer lainnya, jika mendapat objek yang menarik pasti lupa waktu dan enggan untuk beranjak. Hal sama yang terjadi pada beberapa teman kami, hingga akhirnya langit sudah berubah menjadi sangat gelap dan kami pun akhirnya beranjak pergi dari tempat tersebut.
Kami langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Padang. Waktu tempuh yang dilalui sekitar 4,5 jam. Kami sempet singgah di restoran padang di pinggir jalan karena sudah kelaparan.
 

Picture

Kelok 9 di Sore hari

Picture

Anda berani ???

Picture

Santap makan malam

Kami tiba di Deivan hotel di Padang sekitar jam 12 malam, sebelumnya saya sudah menghubungi pihak hotel bahwa kami akan tiba sangat larut.
Karena sudah larut dan sebelumnya saya juga tidur di mobil, saya tidak sempat melihat-lihat lingkungan sekitar hotel.
Harga per kamar untuk Hotel Deivan saat itu adalah Rp 420.000,-
 
Kesan pertama terhadap Hotel Deivan, hotel ini minimalis dan kamar tidurnya cukup bagus, walaupun suara dari kamar sebelah atau luar kamar masih samar-samar terdengar. Namun karena memang pengunjungnya mayoristas teman sendiri jadi harap maklum aja. Jarak kamar yang ada di sebrang sangat dekat, jadi nuansanya seperti di asrama, hehe..
Kamar hotel tidak terlalu besar namun bisa dikatakan cukup. Hanya yang menjadi keluhan adalah tidak semua orang dapat menikmati air panas. Hal ini ternyata dikarenakan hotel menggunakan seng/ alat penghantar di bagian atap untuk menghasilkan air panas, jadi tidak heran kalau malam-malam atau subuh tidak ada air panas.

Perjalanan hari ini sangat melelahkan, sampai berjumpa di artikel berikutnya ya…

If there any question, feel free send email to linawaty.halianto@yahoo.com.
Don’t forget to visit and follow my Instagram at @lynnhalianto.

Many thanks.

​Lynn.