Belitung here we go..

Belitung mulai terkenal sejak tahun 2008 karena film Laskar pelangi yang di garap oleh Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser, berdasarkan kisah yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata. Belitung merupakan pulau yang terletak berdampingan dengan pulau Bangka namun masih dipisahkan oleh selat Gaspar (pelajaran SD). Walaupun terletak sangat dekat, namun saya, orang Bangka dan besar di Bangka, baru menginjakkan kaki di Belitung tahun 2014.

Sama halnya dengan pulau Bangka, pulau Belitung juga terkenal dengan pantai, budaya, dan wisata kulinernya. Bagi teman-teman yang stres dengan kebisingan, keruwetan, dan kemacetan kota Jakarta, Belitung dapat menjadi jawabannya. Harga tiket pulang pergi Rp 1.200.000 untuk Jumat – Minggu menggunakan pesawat Citilink. Biaya penginapan, transportasi, dan makan pun tergolong sangat murah.

Lokasi tujuan wisata yang terkenal dan sempat saya kunjungi antara lain:
1. Replika SD Laskar Pelangi
Merupakan bangunan yang dibuat menyerupai SD Muhammadiyah (Laskar Pelangi). Di sini 12 anak-anak Belitung yang hidup kekurangan menempuh masa pendidikan mereka dengan penuh perjuangan demi mencapai mimpi mereka. Walaupun bangunan sekolah mereka jelek, tidak mematahkan semangat mereka untuk terus belajar menuntut ilmu. Bangunan ini sengaja dibuat untuk tujuan objek wisata. 

Picture

2.     Rumah Bapak Basuki Tjahja Purnama (Ahok)
Hampir seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta pasti mengenal sosok ini, Bapak Basuki Tjahja Purnama atau yang lebih akrab disapa dengan Pak Ahok. Beliau dikenal masyarakat luas karena berhasil membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Mengapa saya membahas Bapak Ahok? Karena ternyata bapak Ahok lahir dan besar di Pulau Belitung. Sejak Bapak Ahok menjadi terkenal, banyak warga dan wisatawan yang berkunjung ke rumahnya di Belitung. Di rumah tersebut tinggal orang tua dari bapak Ahok. Saat saya datang kesana, hanya mamanya yang ada di rumah, sehingga kami pun minta foto bersama mama nya Pak Ahok.
3.     Museum Kata
Museum Sastra pertama di Indonesia yang didirikan oleh Andrea Hirata pada Tahun 2010. Museum ini didirikan dengan tujuan menjadi tempat belajar dan media mengapresiasi karya sastra dari para penulis. Selain fungsinya sebagai tempat membaca, untuk menarik minat pengunjung, desain interior di dalam museum dibuat sangat bagus untuk di foto. Desain interior di dalam museum ini sangatlah unik karena terdapat beberapa konsep yang berkaitan dengan kultur dan budaya yang ada di Pulau Belitung, yang salah satunya adalah pojok Warung Kopi Kuli. Konsep unik lainnya adalah Jendela Dunia, dimana terdapat beberapa jendela buatan yang dibuat berwarna warni, yang ingin menggambarkan Buku sebagai jendela dunia. Selain itu juga terdapat area membaca, disini anda diperkenankan untuk membaca buku-buku yang ada disitu.

Picture

Salah sat spot unit, kita bias menulis surat dan mengirimnya via pos disini.

Picture

Buku adalah jendela dunia

Picture

Sarange..Wish you were here..

Picture

Anda dapat duduk bersantai membaca buku di area ini
4.     Pantai Laskar Pelangi (Pantai Tanjung Tinggi)
Di dalam film Laskar Pelangi, diceritakan kalau anak-anak SD Muhammadiyah tersebut sering datang ke Pantai ini, biasanya untuk sekedar beristirahat dan bermain bersama. Di pantai dengan pasir putih dan air yang bening ini, anda dapat menikmati momen sunset yang sangat indah. Di pantai ini terdapat batu-batu besar yang pastinya akan membuat anda takjub karena sangat jarang dijumpai di Jakarta dan sekitarnya.
5.     Island hopping: Pantai Tanjung Kelayang, Pulang Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, dan Pulau Kepayang.
Biasanya wisata island hopping akan menghabiskan waktu 1 hari penuh. Berangkat dari Pantai Tanjung kelayang sekitar jam 8 Pagi, Anda akan diajak berkeliling menggunakan kapal ke beberapa pulau yakni Pulau Burung, Pulau pasir, Pulau Lengkuas, dan Pulau Kepayang.
Sayangnya  kami tidak bisa menepi ke Pulau Burung, karena di Pulau itu hanya ada batu karang yang menyerupai Burung Garuda, dan agak sulit untuk tempat berpijak. Pulau kedua yang dikunjungi adalah Pulau pasir. Pulau pasir juga tidak terlalu besar dan kalau beruntung pengunjung bisa mendarat. Di sekitar Pulau ini banyak ditemukan Bintang Laut yang besar, biasanya awak kapal akan turun menyelam ke laut dan mengambil bintang laut agar dapat digunakan pengunjung untuk berfoto, dan setelah selesai bintang laut akan dikembalikan ke laut.

Lanjut ke pulau berikutnya yakni Pulau lengkuas, di pulau ini terdapat Mercusuar yang konon sudah ada sejak dahulu kala. Kita dapat masuk dan naik ke atas mercusur dengan membayar uang retribusi seharga Rp 5000 per orang. Dari atas Mercusuar kita dapat melihat pemandangan laut yang sangat Indah. What an irreplaceable moment. Jika anda ingin snorkeling, lokasinya tidak jauh dari Pulau Lengkuas. Setelah menikmati Pulau Lengkuas dan snorkeling, kami diajak ke Pulau Kepayang. Di Pulau ini ada tempat untuk membilas diri, dan kami juga menikmati makan siang di Pulau ini. Dan setelah itu kembali ke Pantai Tanjung Kelayang.

Picture

Pulau Burung..karena batu yang di bagian kiri dianggap berbentuk seperti burung.
6.     Danau Kaolin
Danau Kaolin merupakan tempat bekas galian atau penambahan kaolin. Di sini pemandangan yang dapat kita lihat adalah genangan air yang berwarna hijau tosca (seperti sebuah danau), dengan dinding-dinding bekas galian yang berwarna putih layaknya kaolin.

Anda akan melihat Danau Kaolin dalam perjalanan dari Bandara menuju Kota Belitung. Namun momen atau saat yang paling tepat untuk menikmati Danau Kaolin adalah saat momen Matahari terbit. Tentu saja pemandangan danau dengan air hijau tosca ditambah dengan warna kuning, orens, dan merah dari Matahari terbit merupakan salah satu spot foto terbaik di Pulau ini.

7.     Pelabuhan dan Pasar Ikan
Ini merupakan spot foto terakhir yang saya kunjungi. Di sini objek foto yang dapat dijumpai adalah human interest, yakni perahu kayu nelayan yang terparkir disekitar pelabuhan warga setempat yang melakukan transaksi jual beli di pasar, dan aktivitas sehari-hari lainnya yang sangat Indah bila dapat dicapture dengan kamera.

Wisata Kuliner :
1.     Kedai Mak Jana
Berlokasi di bundaran Batu Satan. Makanan yang disajikan antara lain soto pakai lontong dan bihun, nasi gemuk (nasi pakai ikan kecil kering, disiram kuah santan, ditambah sayur belimbing), dan mie kuah.

2.     Warung Kopi Ake
Lokasi Warung Kopi Ake bersebelahan dengan kedai Mak Jana. Warung Kopi ini sudah ada sejak tahun 1922 oleh orang bernama Abok. Warung Kopi Ake di kelola secara turun temurun dari generasi ke generasi. Tempat memasak air masih tradisional dengan menggunakan anglo dengan bahan bakar batu arang. Selain itu, Warung Kopi Ake masih menggunakan ceret (teko) model lama dengan pegangan yang melengkung. Selain kopi, disini juga menyediakan teh tarik dan telur setengah matang.
Di sini kami tidak sengaja bertemu dengan Gubernur Bangka Belitung, Bapak Rustam Efendi, dan Beliau dengan senang hati diajak berfoto bersama.
3.     Rumah Makan Fega
Restoran Chinese food yang berbentuk seperti kapal yang berlokasi di Manggar. Menu yang kami pesan antara lain: cumi goreng tepung, gangan (lempah kuning kalau di Bangka), sate ikan, cah kangkung,udang bakar, ayam goreng, dan beberapa menu lain. Rasanya makanannya enak.

Secara kebetulan saat saya makan disana, ada Bupati Belitung Timur yakni adiknya Bapak Ahok   sedang makan di sana, saya dan rombongan langsung minta berfoto bersama.

4.     Mie Atep
Rumah makan Mie Atep menyediakan mie kuning  ditata dengan taburan tauge, irisan timun, potongan kentang rebus+tahu+emping disiram dengan kuah udang kentan berwarna kuning kecoklatan. Mie ini merupakan khas Belitung. Mie ini halal untuk dikonsumsi.  Mie Atep buka dari jam 8 pagi sampai malam sekitar jam 8 malam.
Mie Atep berlokasi di Jl. Sriwijaya No. 27
5.     Mie Fan Yung
Menu di Mie Fan Yung antara lain mie/bihun/kwetiaw babi kering (jammian), mie/bihun/kwetiaw babi kuah, dan bakso ikan.

Rasa jammian nya sama seperti jammian yang ada di Bangka, dan rasa bakso ikannya luar biasa. Mie Fan Yung ini hanya buka di malam hari. Mie Fan Yung berlokasi di Jalan air merbau.
Harga 1 porsi mie fan yung sekitar Rp 20.000,-

Picture

Proses pembuatan mie bangka fanyung

Picture

Jammian dan bakso ikan Fanyung..TOP.
6.     Warung Kopi Kong tjie
Masyarakat Belitung terkenal sebagai penikmat kopi sejak dahulu kala. Warung Kopi Kong tjie yang hadir sejak tahun 1945, tidak pernah sepi dari pengunjung. Warung kopi Kong Tjie mulai buka jam 5 pagi hingga jam 4 sore. Keistimewaan kopinya terletak pada racikannya yang khas dengan mencampur kopi arabika dan robusta, lalu dimasak dengan menggunakan arang. Warung kopi ini juga menyediakan teh tarik dan kue basah tradisional yang dijual dengan harga Rp 1000 per butir.

7.     Rumah Makan Diva
Rumah makan Diva menyediakan makanan ala Chinese food seperti fuyunghai, cumi goreng tepung, kwetiaw kuah, dan beberapa makanan lain yang saya lupa.

8.     Pempek Rio
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Belitung kalau belum makan empek-empek. Menurut rekomendasi dari driver, empek-empek yang terkenal dan enak adalah Pempek Rio.
Jenis empek-empek mirip dengan empek-empek Palembang yakni kapal selam, lenjer, dan kulit. Cukanya juga sama dengan cuka pempek Palembang. Rasanya enak tapi tidak terlalu berbeda dan istimewa dengan yang sering dijumpai di Jakarta.
Di sini tidak sengaja bertemu Levina, pemeran “Aling” dalam film Laskar Pelangi.

9.     Martabak Simpang Rahat
Martabak Simpang Rahat menjual martabak manis dan martabak telur. Jenis martabak manis sama seperti martabak Bangka di Jakarta pada umumnya yakni wijen, coklat, keju, kacang. Rasa martabaknya enak, pas karena tidak terlalu manis, martabak pun langsung habis dalam sekejab.
Harga martabak berkisar sekitar Rp 40.000 an.

Besarnya pengeluaran antara lain (kurang lebih):
Tiket Pesawat PP Citilink   Rp 1,200,000
Sewa Mobil (tidak termasuk bensin dan tips supir)       Rp 350,000
Sewa perahu untuk Island Hopping           Rp 700,000
Sewa Hotel per malam (Blue Ocean)             Rp 300,000

Harga makanan bervariasi, tapi berkisar antara Rp 20,000 – 70,000 untuk 1 kali makan, tergantung pada makanan yang dipesan.
Bagi anda yang ingin berlibur ke Pulau atau Pantai dengan Budget yang tidak terlalu mahal, Belitung lah jawabannya.

Sayangnya, saat saya pergi ke Belitung cuaca tidak begitu bersahabat sehingga warna langitnya kurang biru. Menurut informasi, waktu yang tepat untuk mengunjungi Pulau Belitung adalah Bulan Maret – Agustus. Tapi kondisi tersebut sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan saya. Liburan singkat dan acara hunting foto yang sangat menyenangkan. Dan saya pastikan saya akan kembali lagi suatu hari nanti.

Lynn

Picture

Bersama Aling dalam Laskar Pelangi

Picture

Siap untuk berlayar

Picture

Snorkeling di sekitar Pulau Lengkuas

Picture

Sesi foto Model

Picture

Asialens in Frame

Picture

Nyobain ngeracik kopi..hehe..

Picture

Blusukan ke pasar
About the author

Banker & Travel Blogger. ​Suka berpetualang untuk menikmati pemandangan alam dan berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sangat bahagia kalau bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Leave a Reply